|
Ditulis oleh Jesus S. Anam
|
|
Sabtu, 06 Maret 2010 06:14 |
|
Sebentar lagi seluruh eksotisme itu lenyap. Tak ada lagi suara riang anak-anak berlarian, mengejar matahari, mengejar mimpi. Tak ada lagi senyum liar menebar, menikmati hari, menikmati pagi. Semua hilang, hanyut, tenggelam, digerus oleh arus modal. Madura Industrial Seaport City, begitulah nama mega-proyek yang tengah menjadi “kebanggaan” warga Surabaya dan Madura. Proyek ini menelan biaya total 4,5 triliun rupiah. Pembangunan jembatan dengan total biaya yang begitu besar ini tujuan utamanya, tentu, bukan untuk memudahkan arus hilir mudik masyarakat dari Surabaya ke Madura (atau sebaliknya). Bukan pula untuk meningkatkan mata pencaharian mereka, atau untuk menyejahterakan rakyat dalam makna yang sesungguhnya. Namun, tidak bisa dipungkiri, proyek ini bertujuan untuk kepentingan modal besar milik segelintir orang.
|
|
Selanjutnya...
|
|
|
Ditulis oleh Jesus S. Anam
|
|
Jumat, 26 Februari 2010 22:19 |
|
Buruh pabrik pembuat tangki Pertamina di wilayah pinggiran Gresik, Jawa Timur, melawan kesewenangan pemilik pabrik yang tidak membayar upah hari libur nasional. Eksploitasi yang dialami oleh buruh PT. MHE terjadi karena, menurut beberapa pimpinan buruh, sambil menyalahkan dirinya sendiri, tidak adanya kejelasan di awal. Mereka bersedia direkrut oleh perusahaan tanpa kejelasan status hubungan kerja dan tanpa kejelasan hak-hak yang diperolehnya. Namun, sebagaimana pernah dikatakan oleh Marx, bahwa proletariat, atau kaum buruh, memang tidak bebas untuk memilih atau masuk ke dalam suatu kontrak, karena mereka tidak memiliki akses terhadap alat-alat produksi dalam masyarakat kapitalis.
|
|
Selanjutnya...
|
|
Ditulis oleh Joseph Hansen (1940)
|
|
Sabtu, 13 Februari 2010 05:45 |
|
Berikut ini adalah memoar dari Joseph Hansen, sekretaris Leon Trotsky, yang berada di dekat Leon Trotsky ketika dia dibunuh oleh agen rahasianya Stalin pada tahun 1940. Ramon Mercader (dengan nama samaran Frank Jacson) berhasil memasuki rumahtangga Trotsky dan akhirnya mengayunkan kapak-es ke kepala Trotsky. Memoar ini dengan sangat peka menggambarkan Trotsky pada akhir hayatnya, yang tetap gigih mempertahankan warisan Bolshevisme - bahkan di periode yang paling sulit - supaya bisa mewariskannya ke generasi yang baru.
|
|
Selanjutnya...
|
|
|
Ditulis oleh Friedrich Engels (1873)
|
|
Kamis, 25 Februari 2010 05:27 |
|
Apa itu otoritas? Apa basis material dari otoritas? Disini Engels menjawab kaum Anarkis mengenai prinsip otoritas. Mereka yang tidak percaya otoritas maka tidak percaya akan revolusi proletar, karena revolusi proletar adalah hal yang paling otoriter dimana kelas buruh memaksakan kehendaknya kepada kelas kapitalis untuk menyerahkan kendali dan kepemilikan pabrik and ekonomi. Kelas buruh pun harus menggunakan otoritasnya untuk melawan perlawanan kelas kapitalis yang ingin melaksanakan konter-revolusi karena tidak ada kelas penguasa yang akan begitu saja menyerahkan kekuasaannya.
|
|
Selanjutnya...
|
|
Ditulis oleh Alan Woods
|
|
Kamis, 04 Februari 2010 06:50 |
|
Bagi kaum Marxis, Revolusi Tiongkok adalah peristiwa terbesar kedua dalam sejarah umat manusia, yang kebesarannya hanya dapat diungguli oleh Revolusi Bolshevik 1917. Jutaan manusia, yang sampai saat itu telah diperlakukan seperti binatang-binatang pemikul beban imperialisme, mematahkan rantai imperialisme dan kapitalisme, dan menapaki panggung sejarah dunia.
|
|
Selanjutnya...
|
|
|
|
|
Peristiwa 1965
Lawan Pelarangan Buku

Pada 23 Desember 2009, Kejaksaan Agung Indonesia mengumumkan pelarangan lima buku, salah satunya adalah Dalih Pembunuhan Massal karangan John Roosa. Buku ini menyajikan sebuah studi baru mengenai peristiwa "Gerakan 30 September" yang merupakan lembar gelap di dalam sejarah Indonesia. Perisitiwa 1965 ini adalah satu titik tolak penting di dalam gerakan Indonesia, dan mitos G30S adalah batu pondasi dari kelanggengan Orde Baru dan seluruh rejim kapitalis Indonesia sampai sekarang. Tidak mengherankan kalau buku ini dianggap 'mengganggu ketertiban' (baca mengancam kekuasaan). Akan tetapi pelarangan ini tidak akan menyurutkan kehausan rakyat pekerja akan kebenaran. Buku ini dapat didownload dari situs kami. [Dalam bentuk pdf. Untuk mendownloadnya, klik kanan dan lalu "Save Link As..."]
Agama dan Sosialisme
Pondasi Kekristenan

Di antara kita banyak yang mengetahui bahwa asal-muasal Kekristenan tidak ada kaitannya dengan “Malam Kudus” atau orang-orang Majus. Kalau begitu, apakah asal-muasal sejatinya? John Pickard mengkaji realitas perihal timbulnya agama ini – dari posisi kekuatan-kekuatan klas dan perkembangan-perkembangan material masyarakat, dan bukan dari alih-alih fiksi-fiksi yang saleh yang dijejalkan dari mimbar-mibar gereja. Selanjutnya...
|
Buletin Elektronik Militan
Donasi
Bantu bangun Militan dengan sumbangan Anda
Buruh Membaca

Militan Indonesia menerbitkan secara berkala setiap minggu sebuah karya sastra revolusioner Indonesia, Hikayat Kadiroen, yang dikarang oleh Semaoen. Terbit minggu ini: Bab VI - Mendapat Guru

Karya historis Leon Trotsky. Baca selengkapnya disini atau dapatkan buku ini di Resist Jogja!

Buku ini menjelaskan metode dialektika materialisme dengan memaparkan penemuan-penemuan ilmiah abad ke 20. Baca selengkapnya disini.
|