Sampah di Televisi Kita
Ditulis oleh Pandu Jakasurya   
Rabu, 25 Januari 2012 14:51

Antonio Gramsci, seorang Marxis dan pendiri Partai Komunis Italia, berkata-kata tentang hegemoni sebagai “perangkat lunak” yang dimiliki klas penguasa untuk melanggengkan kekuasaan mereka. Hegemoni, menurut Gramsci, adalah “kepemimpinan moral dan intelektual”. Melalui agama, pendidikan, surat kabar, dan sebagainya, para produsen ideologis klas penguasa membentuk sentiment moral dan cara berpikir klas yang dikuasai. Dengan demikian klas yang dikuasai, yakni klas buruh dan rakyat pekerja lainnya, menerima begitu saja nilai-nilai moral, sistem pemaknaan, dan logika burjuasi alias klas penguasa. Pada gilirannya, rakyat pekerja tidak mempertanyakan keabsahan kekuasaan burjuasi. Tentu saja Gramsci benar. Tapi kapitalis media memperlihatkan satu prestasi lagi dari klas penguasa: memasukkan rakyat pekerja ke dalam dunia khayal, dan dengan jalan itu menjinakkan rakyat pekerja dan menangguk keuntungan besar dari mereka.

Selanjutnya...
 
Kebangkitan Revolusioner di Nigeria
Ditulis oleh Iyabo Ajewolle dan Oke Ogunde (Workers Alternative di Nigeria)   
Minggu, 22 Januari 2012 19:49

Sejarah terjadi hari ini, 9 Januari 2012, ketika orang-orang Lagos dalam jumlah ribuan mendengarkan panggilan Organisasi Buruh dan Masyarakat Sipil (Labour and Civil Society Organisation, LASCO) untuk memulai suatu pemogokan/protes massa di seluruh negeri untuk mengekspresikan ketidakpuasan mereka terhadap kenaikan harga minyak yang diumumkan oleh pemerintah pimpinan Goodluck Jonathan pada tanggal 1 Januari. LASCO meliputi dua sentra buruh di Nigeria, yakni Kongres Buruh Nigeria (Nigeria Labour Congress, NLC) dan Kongres Serikat Buruh (Trade Union Congress, TUC) serta Front Aksi Bersama (Joint Action Front, JAF) yang merupakan organisasi payung dari organisasi-organisasi masyarakat sipil pro-buruh.

Selanjutnya...
 
Tak perlu ada batu nisan (Cerpen)
Ditulis oleh Jesus S. Anam   
Rabu, 18 Januari 2012 12:44

Seperti itulah, setiap hari, tema perbincanganku dengan Si Karmin. Selain berbincang mengenai persoalan sehari-hari, mulai dari beras, cicilan rumah, hingga hutang, juga tak ketinggalan kami saling meledek dan bercanda. Bahkan jika dalam sehari kami tidak saling meledek dan bercanda, rasanya seluruh badan ini seperti sakit semua. Yach, begitulah, bercanda adalah hiburan yang paling murah dan mudah diakses, bukan? Terutama untuk orang-orang sepertiku dan Karmin. Tak mungkin buruh seperti kami sanggup menghibur diri di tempat-tempat mahal seperti kafe, tempat karaoke, atau taman rekreasi yang bertarip kelas menengah ke atas. Jelas tak mungkin. Gaji pokok kami hanya cukup untuk makan sehari-hari. Untuk cicilan rumah, kami harus mengambil kerja lembur lebih banyak lagi.

Selanjutnya...
 
Buruh dan Keterasingan
Ditulis oleh Jesus S. Anam   
Kamis, 12 Januari 2012 08:35

Tak ada kebebasan dalam kehidupan kaum buruh. Mereka harus tepat waktu; harus berada di ruang produksi sebelum mesin-mesin pemintal bergerak dengan suara garang. Jika tak ada lemburan, mereka pulang sekitar jam lima sore. Jika harus lembur, mereka pulang ke rumah masing-masing sekitar jam tujuh malam. Rasa capek dan penatnya tidak memberinya waktu untuk bercengkerama dengan anggota keluarga. Mereka harus tidur cepat, agar pagi-pagi tenaganya pulih kembali; agar bisa bekerja lagi; agar tetap bisa menghasilkan uang yang hanya cukup untuk membayar beberapa poin kebutuhan saja.

Selanjutnya...
 
Mengapa Kaum Marxis di Nigeria Menentang Terorisme Individual
Ditulis oleh Ola Kazeem (dari Workers Alternative di Nigeria)   
Sabtu, 21 Januari 2012 02:07

Aksi Boko Haram menjadi semakin memecah belah. [Catatan: Boko Haram adalah sebuah organisasi teroris fundamentalis Islam yang berbasis di sebelah timur laut Nigeria] Dengan aksinya, Boko Haram telah menambah keberanian rezim yang sekarang dan menjadi alasan baginya untuk mengalokasikan N921 milyar untuk keamanan, yang jelas-jemelas bukan untuk memerangi terorisme, tapi untuk memerangi massa-rakyat Nigeria yang saat ini sedang mulai bergerak. Tiap-tiap aksi mereka bersesuaian dengan kepentingan-kepentingan elit penguasa Nigeria. Massa rakyat dengan tepat telah menarik kesimpulan bahwa pembebasan dan kemerdekaan terletak dalam persatuan mereka, yang melintasi perpecahan-perpecahan agama dan kesukuan. Namun, dorongan untuk bersatu ini secara konstan tampil menghadapi aksi-aksi para fundamentalis dan berbagai penipu lainnya, yang tujuannya adalah memecahbelah rakyat.

Selanjutnya...
 
Jembatan dari Upah ke Politik
Ditulis oleh Ted Sprague   
Minggu, 15 Januari 2012 02:07

Sering kita mendengar perdebatan di antara aktivis buruh mengenai tuntutan politik di dalam gerakan buruh. Di satu pihak, ada mereka yang mengatakan bahwa gerakan buruh tidak boleh dimasuki tuntutan politik karena buruh tidak paham ini. Sementara, di lain pihak, ada mereka yang mendorong agar gerakan buruh mengadopsi tuntutan politik di dalam perjuangannya. Tuntutan ekonomi atau tuntutan politik? Begitu kiranya pertanyaan yang diajukan.

Selanjutnya...
 
Kaitan Upah dengan Harga Barang
Ditulis oleh Sony Prasetyo   
Selasa, 10 Januari 2012 23:04

Upah adalah biaya untuk memproduksi buruh itu sendiri. Buruh menempati posisi dimana dia sama seperti bahan mentah untuk produksi. Dia adalah seperti mesin yang mana si kapitalis harus memperhitungkan masa keausan dari mesin dan menetapkan sekian rupiah untuk menjaga supaya mesin dapat diperbaiki dan diganti jika mesin itu sudah rusak dan sebagainya.

Selanjutnya...
 

Sejarah Indonesia (Naar de Republiek)

Menuju Republik Indonesia

Menuju Republik Indonesia (Naar de Republiek Indonesia) adalah karya besar dari seorang tokoh revolusioner Indonesia, Tan Malaka. Karya ini meletakkan dasar bagi perjuangan pembebasan nasional Indonesia dari penjajahan Belanda dan imperialis dunia. Dengan program "Nasionalisasi pabrik-pabrik dan tambang-tambang, bank, perusahaan lalulintas, dsb.", Menuju Republik Indonesia menggagaskan bahwa sejak permulaan perjuangan kemerdekaan Indonesia telah digalang dengan melawan kapitalisme, bahwa 100% Merdeka tidak akan tercapai tanpa membawa sosialisme ke bumi Indonesia.

Selanjutnya...

Kontrol Buruh

Kontrol Buruh

Kontrol buruh berarti bahwa pabrik-pabrik tidak akan dijalankan dari sudut pandang profit, tetapi dari sudut pandang kesejahteraan sosial yang dijalankan dengan demokratis. Komite-komite pabrik yang dibentuk menjadi wadah demokrasi partisipatif di dalam tempat kerja dan pabrik-pabrik, yang bukan hanya berfungsi sebagai alat ekonomi tetapi juga alat politik. Kontrol buruh adalah bentuk praktikal dari kekuasaan buruh.

Selanjutnya...

Film dan Dokumenter

Film-film dan dokumenter berguna

RocketTheme Joomla Templates