|
Ditulis oleh Alan Woods
|
|
Rabu, 01 September 2010 03:58 |
|
Dalam bagian kedua wawancara dengan Alan Woods oleh majalah Sudestada dari Argentina, Alan Woods menjelaskan peran Oposisi Kiri dan Leon Trotsky dalam melawan Stalin dan mempertahankan panji Revolusi Oktober. [Foto: Pemimpin utama dari Oposisi Kiri pada tahun 1927. Dari kiri ke kanan: baris depan, Leonid Serebriakov, Karl Radek, Leon Trotsky, Mikhail Boguslavsky dan Evgenli Preobrazhensky; berdiri, Christian Rakovsky, Yakov Drobnis, Alexander Beloborodov, dan Lev Sosnovsky]
|
|
Selanjutnya...
|
|
|
Ditulis oleh Alan Woods
|
|
Senin, 30 Agustus 2010 15:01 |
|
Alan Woods diwawancari oleh Sudestada, sebuah majalah bulanan seni, budaya, dan berita Argentina, tentang Revolusi Rusia dan degenerasi yang terjadi sesudahnya. Sebagaimana dijelaskan Alan, apa yang gagal di Rusia bukanlah sosialisme, melainkan sebuah karikatur birokratik dari sosialisme. Dalam bagian pertama ini, Alan bertutur mengenai bagaimana Stalin naik ke tampuk kekuasaan.
|
|
Selanjutnya...
|
|
Ditulis oleh Ted Sprague
|
|
Selasa, 17 Agustus 2010 03:20 |
|
Perjuangan kita adalah perjuangan kelas, yang mana pada akhirnya kita akan dihadapkan dengan masalah kekuasaan. Di setiap persimpangan, kita selalu dihadapkan pertanyaan: siapa yang berkuasa?
|
|
Selanjutnya...
|
|
Ditulis oleh Ted Sprague
|
|
Rabu, 11 Agustus 2010 03:27 |
|
Cina baru saja melewati Jepang sebagai ekonomi terbesar kedua di dunia. Di tengah berita ini, ada seorang pengantar susu yang kehilangan darah begitu banyak hingga masuk rumah sakit karena takut kehilangan 10 yuan. Inilah kisah keajaiban ekonomi Tiongkok.
|
|
Selanjutnya...
|
|
|
Ditulis oleh Ted Sprague
|
|
Senin, 23 Agustus 2010 08:05 |
|
Pada tanggal 20 Agustus 1940, Leon Trotsky akhirnya dibunuh oleh agen rahasia GPUnya Stalin. 70 tahun setelah pembunuhan ini, ide-idenya masihlah relevan bahkan setelah dia mati dan dihujat. Dalam periode krisis ini, entah dari mana, tiba-tiba dua sejarahwan borjuis menulis dua buku biografi Trotsky dengan tujuan untuk membunuhnya lagi. Sungguh kelas borjuasi terobsesi dengan kematian Trotsky.
|
|
Selanjutnya...
|
|
Ditulis oleh Jesus S. Anam
|
|
Minggu, 15 Agustus 2010 21:02 |
|
Dua dekade telah berlalu sejak runtuhnya Uni Soviet. Riuh sorak kaum borjuis seluruh dunia semakin menggema. Dalam seminar-seminar, mereka antusias berbicara tentang akhir sosialisme, komunisme, dan Marxisme. Bahkan tesis buruk Francis Fukuyama mengenai ‘akhir sejarah’ masih menjadi bahan diskusi penting di kampus-kampus untuk menghujat sosialisme. |
|
Selanjutnya...
|
|
Ditulis oleh Ady Thea
|
|
Selasa, 10 Agustus 2010 04:13 |
|
Dua belas tahun sudah Revolusi Bolivarian berlangsung dengan gerak dialektikanya. Berbagai proses telah berlangsung dengan langkah maju dan langkah mundur. Namun Revolusi ini belumlah selesai. Berikut ini adalah bagian satu dari sejarah Revolusi Bolivarian dari El Caracazo sampai ke kudeta April 2002.
|
|
Selanjutnya...
|
|
|
|
|
Sejarah
70 Tahun Pembunuhan Trotsky

Pada tanggal 20 Agustus 1940, Leon Trotsky akhirnya dibunuh oleh agen rahasia GPUnya Stalin. 70 tahun setelah pembunuhan ini, ide-idenya masihlah relevan bahkan setelah dia mati dan dihujat. Untuk mengenang pahlawan Revolusi ini, kami terbitkan beberapa artikel. Bersama Trotsky Hingga Akhir oleh Joseph Hansen, sekretaris Leon Trotsky; Bagaimana Itu Terjadi oleh Natalia Sedova, istri Leon Trotsky, danTujuhpuluh Tahun Setelah Pembunuhan Trotsky oleh Ted Sprague.
Revolusi
Revolusi Hungaria 1919

Revolusi Hungaria tahun 1919 adalah satu revolusi yang terlupakan. Berumur sangat pendek, yakni 133 hari, Republik Soviet Hungaria dihancurkan oleh kekuatan imperialisme. Banyak pelajaran yang bisa kita ambil dari sini. Ditulis oleh Alan Woods pada tahun 1979 sebagai peringatan 60 tahun revolusi ini. [Foto: Bela Kun, pemimpin Partai Komunis Hungaria, sedang mengantarkan pidato di depan buruh Hungaria]. Selanjutnya...
|
Buletin Elektronik Militan
Donasi
Bantu bangun Militan dengan sumbangan Anda
Berita Internasional Terbaru
|