Bolshevisme, Jalan Menuju Revolusi: Revolusi Pertama Rusia (Bab II-1)
Ditulis oleh Alan Woods   
Selasa, 18 Juni 2013 11:41

Pada tahun 1905, Revolusi pertama Rusia meledak yang merupakan gladiresik untuk Revolusi 1917. Dalam revolusi ini, yang diawali dengan demonstrasi damai dan dipimpin oleh seorang pendeta, rakyat dibantai dalam jumlah ratusan. Ini lalu memercikkan Revolusi 1905 dan masuknya untuk pertama kalinya kaum proletariat Rusia dalam panggung sejarah.

Selanjutnya...
 
Bolshevisme, Jalan Menuju Revolusi: Lahirnya Marxisme Rusia (Bab I-7)
Ditulis oleh Alan Woods   
Kamis, 13 Juni 2013 22:42

Perseteruan Bolshevik dan Menshevik yang awalnya bersifat organisasional menjadi semakin politis dengan semakin dekatnya Revolusi 1905. Akhirnya pada periode inilah kristalisasi antara tendensi Bolshevisme (Marxisme revolusioner) dan Menshevisme (reformisme) terjadi, yakni mengenai masalah sikap terhadap kaum borjuasi liberal yang progresif dalam perlawanan terhadap otokrasi.

Selanjutnya...
 
Berlomba-lomba Memenangkan Jokowi ke Pemilu 2014
Ditulis oleh Ted Sprague   
Jumat, 31 Mei 2013 00:36

Sistem politik hari ini sudah begitu bangkrut dan legitimasinya di mata rakyat sudah begitu tipis dan tampak bisa roboh kapan saja. Satu-satunya hal yang mencegah sistem ini dari kerobohan adalah lemahnya kepemimpinan revolusioner dari rakyat pekerja. Inilah mengapa banyak partai politik borjuasi yang sedang berlomba-lomba untuk memenangkan Jokowi ke sisinya.

Selanjutnya...
 
Membaca Engels dan Kondisi Kelas Pekerja Inggris
Ditulis oleh Pandu Jakasurya   
Kamis, 16 Mei 2013 18:24

Sekitar sebulan yang lalu saya membaca buku Kondisi Kelas Pekerja Inggris: Embrio Sosialisme Ilmiah. Karya Frederick Engels ini, yang ditulisnya lebih dari 150 tahun yang lalu, disadur dengan apik ke dalam bahasa Indonesia oleh Kawan Hidayat Purnama. Saya peroleh buku itu dari toko buku Buruh Membaca. Saya anjurkan Kawan-kawan sekalian membacanya pula karena banyak pelajaran yang bisa dipetik darinya, yang sangatlah relevan bagi perjuangan kelas pekerja Indonesia hari ini.

Selanjutnya...
 
Buruh dalam Perjuangan Melawan Kenaikan BBM
Ditulis oleh Jesus S.A.   
Jumat, 07 Juni 2013 20:16

Hari ini adalah momentum besar bagi kaum buruh untuk mengkonsolidasi kekuatannya, dengan memberikan kepemimpinan terhadap gerakan menentang kenaikan harga BBM. Pada tahun lalu buruh bisa memukul mundur pemerintah, maka hari ini ketika gerakan buruh telah berlipat ganda dalam jumlah dan kualitas, maka tidak ada alasan mengapa gerakan buruh tidak bisa memukul mundur pemerintah hari ini.

Selanjutnya...
 
Bhagat Singh, Menemukan Kembali Warisan Perjuangannya
Ditulis oleh Lal Khan   
Rabu, 22 Mei 2013 09:05

Pada 23 Maret 1931, seorang pemuda berusia 23 tahun, Bhagat Singh, ikon revolusioner legendaris dalam perjuangan kemerdekaan rakyat anak benua India (sebelum India dan Pakistan dipecah oleh Inggris – Ed.), dan kawan-kawan seperjuangannya, Sukhdev Thapar dan Shivaram Rajguru, digantung di penjara pusat di Lahore.

Selanjutnya...
 
Marxis Menang Pemilu di Pakistan, di Tengah Kegelapan Taliban
Ditulis oleh Ted Sprague   
Selasa, 14 Mei 2013 05:54

Di tengah semua kekuatan gelap itu, ada secercah cahaya yang muncul. Kamerad Ali Wazir, seorang Marxis dari The Struggle, yakni seksi Pakistan dari International Marxist Tendency (IMT), memenangkan pemilu di Waziristan Selatan.

Selanjutnya...
 

Sejarah Indonesia

Pemberontakan Komunis 1926

Pemberontakan PKI 1926 berbuah kegagalan besar yang menghancurkan satu generasi kader PKI. Tan Malaka, selaku pemimpin PKI saat itu, menentang pemberontakan tersebut karena ini bersifat avonturis dan tidak berdasarkan aksi massa. Menurutnya, PKI saat itu harusnya tidak terprovokasi dan mundur untuk membangun kekuatannya supaya bisa menyerang pada saat yang tepat di hari depan. Kemampuan untuk bisa mundur secara teratur adalah sama pentingnya dengan kemampuan untuk bisa maju menyerang.

Selanjutnya...

Bacaan Klasik

Kaum Intelektual dan Sosialisme

Otak kaum buruh dari sudut pandang fisik lebih bebas. Penulis tidak harus bangun tidur ketika ayam berkokok, di belakang punggung dokter tidak ada mandor, kantong pengacara tidak diperiksa ketika dia meninggalkan pengadilan. Tetapi sebagai gantinya, kaum intelektual bukan hanya harus menjual tenaga-kerjanya, bukan hanya ototnya, tetapi seluruh kepribadiannya sebagai seorang manusia.

Selanjutnya...

Film dan Dokumenter

Film-film dan dokumenter berguna

RocketTheme Joomla Templates