Negara Liberal dan Pemilu 2014

Sebelum menyaksikan pemutaran film di Panggung Philosophia Seminari Abdiel, film yang menyajikan kisah heroik dari seorang pastor Elsavador, Uskup Agung Oscar Romero, saya berdiskusi dengan beberapa pendeta berhaluan Marxis mengenai negara liberal – yakni konsep negara dalam pemikiran liberalisme – dan pemilu 2014.

Selengkapnya...

Pemilu 2014: Batasan Popularisme

Yang dibutuhkan sekarang bukan popularisme dalam komik-komik dan bacaan-bacaan lucu yang mampu menghibur dalam waktu sekejap dan lalu menghilang; yang dibutuhkan di sini adalah sebuah kepopuleran yang bersandar pada penumbangan masyarakat kapitalis, dalam konteks yang sama ini berarti kepopuleran kelas buruh sebagai kelas yang mampu menumbangkan kapitalis dan membawa tugas-tugas sosialis.

Selengkapnya...

Perlambatan Ekonomi dan Perjuangan Buruh Indonesia

Perlambatan ekonomi Indonesia menghadirkan sekelumit pertanyaan yang harus bisa dijawab oleh gerakan buruh. Setelah mengalami pertumbuhan pesat beberapa tahun terakhir, sejumlah indikator telah menunjukkan bahwa perekonomian Indonesia sedang memasuki fase perlambatan. Lantas, bagaimana imbas perlambatan ekonomi ini pada perjuangan buruh Indonesia yang dalam dua tahun terakhir telah tumbuh dalam lompatan-lompatan?

Selengkapnya...

Kepahlawanan Dalam Perspektif Revolusi Indonesia

Dalam perspektif ini, kepahlawanan kontemporer adalah kepahlawanan yang belajar dari yang telah silam, berpijak pada yang kontemporer, dan berorientasi pada yang nanti . Dalam perspektif revolusioner ini, peran kepahlawanan kontemporer ada pada kelas revolusioner, yakni kelas buruh Indonesia, dan setiap  “kaum revolusioner”, yang tak lain dari tiap-tiap orang yang berkomitmen untuk mendukung kelas buruh Indonesia dalam menunaikan tugas historisnya.

Selengkapnya...

Masalah Persatuan dalam Mogok Nasional

Posisi perjuangan buruh Indonesia hari ini, secara kategorikal, berada pada posisi penyerangan. Buruh dalam satu tahun terakhir telah melakukan lompatan kualitatif dari konsolidasi politik menuju aksi-aksi politik. Aksi-aksi politik yang dilakukan oleh buruh, dalam prasyarat tertentu, dapat menjadi embrio revolusi. Prasyarat penting untuk sampai pada revolusi adalah, di antaranya, telah tercapainya kesadaran politik buruh (qualitative Bewusstsein), terjadinya pembusukan rejim kapitalis, dan adanya partai politik (revolusioner) buruh.

Selengkapnya...

Kopor Suap dan Problem Negara Borjuis

Inilah problem dari negara borjuis yang tak pernah terselesaikan, dan, memang, tak akan pernah terselesaikan jika diorganisasikan dalam batasan-batasan demokrasi borjuis. Hanya kekuasaan buruh  yang mampu menyelesaikan persoalan-persoalan “kopor suap” dan korupsi. Hanya kekuasaan buruh yang mampu mereorganisasi produksi dan distribusi dan menyelesaikan problem-problem demokrasi yang telah buntu.

Selengkapnya...

Dunia yang Bergejolak dan Tugas Kita Hari Ini

(Berikut ini adalah dokumen diskusi situasi internasional yang dipersiapkan untuk Sekolah Marxis Militan pada 16-17 Agustus 2013, yang memberikan gambaran perspektif politik dunia.) Dunia sedang memasuki sebuah periode baru, yakni periode yang dipenuhi dengan revolusi – dan juga konter-revolusi – yang keduanya saling susul menyusul. Inilah kenyataan yang sedang kita hadapi hari ini. Di bulan Juni dan Juli saja, dalam waktu yang sangat singkat, kita saksikan gerakan massa yang besar bertubi-tubi, awalnya di Turki, lalu Brazil, Portugal, dan kemudian lagi di Mesir. Hal seperti ini tidak pernah terlihat dalam 50 tahun terakhir, dan mungkin tidak pernah terlihat dalam sejarah kapitalisme.

Selengkapnya...

Pilkada Jawa Timur: Harapan dan Keputusasaan

Pemilihan gubernur Jawa Timur kali ini terbilang biasa-biasa saja, tidak seramai dan semeriah Pilkada Jakarta. Yah, biasa-biasa saja, karena di antara calon-calon yang ada adalah wajah-wajah lama yang sudah dikenal masyarakat. Dikenal bahkan sangat “baik” sehingga rakyat tidak terlalu memperdulikan apa hasil dari Pilkada kali ini.

Selengkapnya...

Ekonomi dan Politik Indonesia pada Tengah Tahun

(Berikut ini adalah dokumen diskusi situasi nasional yang dipersiapkan untuk Sekolah Marxis Militan pada 16-17 Agustus 2013, yang memberikan gambaran perspektif politik di Indonesia.) Pada akhirnya, analisa ekonomi kita bukanlah pekerjaan akademis. Kita tertarik pada analisa ekonomi bukan supaya kita tampak pintar, tetapi agar kita dapat memahami proses perkembangan perjuangan kelas yang sedang bergulir. Tidak ada hubungan yang mekanis tentunya antara ekonomi dan kesadaran kelas. Hubungannya dialektis, dan ini yang harus kita kuak supaya dapat mencapai pemahaman umum akan laju dan tempo perjuangan kelas, dan bagaimana kita dapat mengorientasikan diri kita secara politik dan organisasional.

Selengkapnya...

Sedikit Evaluasi dari Kegagalan Kita (dalam Aksi Menentang Kenaikan Harga BBM)

Setelah debu pertempuran reda, saatnya kita mencoba melihat ke belakang untuk mengevaluasi perlawanan rakyat pekerja dalam menentang kenaikan BBM beberapa minggu yang lalu. Perasaan emosional, apalagi perasaan kekecewaan dan demoralisasi karena gagal menghentikan kenaikan harga BBM ini, tidak boleh menjadi halangan untuk dapat melihat dengan jernih apa saja yang dapat kita pelajari dari perjuangan ini.

Selengkapnya...