SharePerspektif Dunia 2010
Krisis Kapitalisme dan Tugas-Tugas Kaum Revolusioner
XI. Perspektif dan Tugas
Perspektif adalah sebuah sains, tetapi ia bukanlah sebuah sains yang jitu. Cabang fisika tertentu dapat memberikan prediksi dengan kejituan yang mengejutkan, tetapi ada cabang sains lainnya, seperti geologi, yang tidak memiliki privilese seperti itu. Sampai hari ini, kendati perkembangan di dalam ilmu seismologi, mustahil untuk memprediksi waktu terjadinya gempa bumi. Yang dapat dikatakan hanyalah bahwa di tempat ini-dan-itu terdapat garis kerak bumi (fault line) dan cepat atau lambat sebuah gempa bumi akan terjadi.
Situasinya bahkan lebih kompleks dalam ilmu sosial. Kita cukup membaca komentar-komentar putus-asa dari para ekonom borjuis beberapa bulan belakangan ini. Tuan-tuan dan nyonya-nyonya terhormat yang sebelumnya berpikir bahwa model-model terperinci mereka dapat memprediksi tindak-tanduk ekonomi kapitalis dunia, dan yang sebelumnya dengan penuh percaya diri memprediksikan kemustahilan kemerosotan ekonomi, sekarang memukul dada mereka dalam perasaan bersalah di depan publik. Barry Eichengreen, seorang sejarahwan ekonomi yang ternama, menulis: “Krisis ini telah menebarkan keraguan mengenai apa yang kita sebelumnya ketahui mengenai ilmu ekonomi.” Paul Krugman, yang telah dihadiahi Hadiah Nobel untuk ilmu ekonomi pada tahun 2008, telah mengatakan: “Selama tiga puluh tahun terakhir, teori makroekonomi sangat tidak berguna, dan lebih parah lagi secara positif berbahaya.”
Kaum borjuasi tidak mengerti apa-apa. Mereka tidak tahu yang yang sedang terjadi dan sekarang ada dalam kepanikan. Inilah mengapa mereka mengambil kebijakan-kebijakan yang tidak bertanggungjawab dari sudut pandang ekonomi ortodoks. Ini adalah satu tanda keputusasaan. Ketidakmampuan dari para ekonom borjuis untuk menjelaskan segala sesuatu sangatlah jelas. Kaum Marxis mampu memprediksikan keniscayaan dari kemerosotan ekonomi, dan dalam hal ini mereka jauh lebih superior daripada para ekonom borjuis. Tetapi kita tidak bisa memprediksikan waktu kejadian ini seperti halnya ahli seismologi tidak mampu memprediksikan gempa bumi besar yang menghancurkan Haiti.
Adalah keliru untuk menuntut lebih dari apa yang bisa diberikan oleh sebuah dokumen perspektif. Perspektif bukanlah sebuah rencana yang siap-jadi mengenai apa yang akan terjadi (ini namanya bola kristal), tetapi sebuah hipotesa kerja. Dan seperti semua hipotesa, ia harus selalu dicek oleh lajunya perisitiwa nyata, diisi dengan data-data baru, dimodifikasi, atau bahkan ditolak. Dalam kata lain, perspektif adalah sebuah proses aproksimasi (penaksiran) yang suksesif.
Mari kita jelaskan ini dengan cara yang berbeda. Sebelum seorang jendral pergi berperang, dia pertama-tama harus mengerjakan sebuah rencana perang, yang berusaha untuk memperkirakan bagaimana peperangan akan berlangsung. Dia akan mempertimbangkan semua informasi yang tersedia, seperti jumlah pasukannya dan jumlah pasukan musuhnya, kondisi pelatihan dan moral mereka, dan kekuatan tembak relatif dari kedua sisi, geografi medan perang, cuaca, dan sebagainya. Dia juga akan mencoba mengantisipasi gerakan musuh yang paling mungkin, taktik-taktik mereka, dan sebagainya.
Seperti yang dikatakan Napoleon, ini adalah sebuah persamaan yang sangat rumit dengan jumlah variabel yang hampir tidak terbatas. Namun, hanya seorang jendral yang buruk yang mengirim pasukannya ke peperangan tanpa sebuah rencana perang. Di pihak lain, bahkan akan lebih buruk bila sang jendral bersikeras ingin mengikuti rencana perang awalnya secara kaku dan mengabaikan perubahan-perubahan yang terjadi pada saat jalannya perjuangan yang awalnya tidak dia antisipasi.
Dengan secara konstan mengubah dan mengadaptasi perspektif kita berdasarkan situasi yang berubah, kita akan membantu meningkatkan tingkat pemahaman kita. Tujuan kita adalah untuk menentukan sebaik mungkin tahapan politik, ekonomi, dan sosial yang sedang kita lalui sekarang, guna mengintervensi gerakan, membangun akar di dalam kelas pekerja, dan membangun organisasi kita dengan lebih efektif.
Sebuah kemerosotan ekonomi yang dalam bukanlah perspektif terbaik untuk kerja kita. Perspektif yang paling menguntungkan adalah perspektif yang paling mungkin: yakni sebuah periode pertumbuhan lemah yang panjang yang disertai dengan serangan terus-menerus terhadap taraf hidup rakyat. Perspektif semacam ini adalah sebuah resep untuk perjuangan kelas. Satu hal yang pasti: mereka tidak akan bisa kembali ke hari-hari boom ekonomi paska-1945. Bahkan untuk kembali ke boom konsumsi artifisial pada tahun 1990an adalah satu hal yang diluar kemampuan mereka sekarang.
Lenin pernah menulis sebuah artikel dengan judul Bahan-Bahan Mudah Terbakar di Dunia Politik. Sekarang dimana-mana ada bahan mudah terbakar, dan kondisi untuk revolusi semakin matang.
Kita sedang memasuki satu periode yang paling bergejolak, yang akan berlangsung selama bertahun-tahun, serupa dengan periode di Spanyol dari tahun 1930 hingga 1937. Akan ada kekalahan-kekalahan dan kemunduran-kemunduran, tetapi di bawah kondisi ini rakyat akan belajar dengan cepat.
Tentu saja kita tidak boleh melebih-lebihkan: kita masih ada di awal periode tersebut. Ini bukanlah sebuah proses yang sederhana. Kita harus sabar. Tetapi dua hal yang jelas: setidaklnya kita dapat mulai melihat awal dari perubahan kesadaran massa rakyat. Jutaan rakyat sekarang terbuka pada ide-ide Marxisme, tidak seperti dahulu kala.
Dalam situasi seperti ini, agitasi murni hanya memiliki nilai yang terbatas. Kaum buruh yang serius menginginkan penjelasan, bukan slogan. Tetapi melalui kemenangan dan kekalahan kelas pekerja akan belajar, dan ide-ide kita akan mulai mendapatkan gaung. Kita akan memiliki waktu untuk membangun kekuatan Marxisme. Kita memiliki waktu, tetapi waktu ini tidak terbatas. Kita harus memiliki urgensi untuk membangun tendensi kita.
Internasionale ini akan memainkan peran yang penting, bila kita tetap tenang dan tidak membuat terlalu banyak kesalahan. Kekuatan kita masihlah sangat kecil, kita sedang berjuang untuk membangun embrio pertama Internasionale di banyak negara, tetapi kita sudah mulai berkembang. Kita sudah bukan lagi hanya pengamat, tetapi kita sudah menjadi bagian aktif dalam gerakan di beberapa negara penting. Kita memiliki taktik dan metode yang tepat, dan di atas segalanya kita berkeyakinan untuk menghubungkan ide-ide ini ke organisasi massa kelas pekerja. Oleh karena itu, kita bisa penuh percaya diri akan masa depan kita.
Internasional kita memiliki jarinya pada denyut nadi sejarah. Kita harus mengikuti peristiwa-peristiwa dengan dekat, terutama kehidupan internal dari organisasi-organisasi massa. Di Lima Tahun Pertama Komintern, Trotsky menulis mengenai “tendensi yang tumbuh bersama revolusi, yang mampu melihat masa depan mereka, yang menentukan untuk dirinya sendiri tujuan-tujuan yang jelas dan tahu bagaimana untuk mencapai mereka.” (Vol 1, hal. 72)
Inilah yang kita butuhkan untuk bisa berhasil dalam menciptakan instrumen yang diperlukan oleh kaum proletar untuk membawa perubahan sosialis ke dalam masyarakat. Kita dapat maju ke depan dengan penuh kepercayaan dalam ide-ide Marxisme, penuh kepercayaan dalam peran revolusioner kelas pekerja, penuh kepercayaan dalam diri kita sendiri dan masa depan Tendensi Marxis Internasional.
|