Berita-berita perjuangan rakyat pekerja dalam membangun sosialisme sedunia
|
|
Ditulis oleh Ted Sprague
|
|
Rabu, 11 Agustus 2010 03:27 |
|
Cina baru saja melewati Jepang sebagai ekonomi terbesar kedua di dunia. Di tengah berita ini, ada seorang pengantar susu yang kehilangan darah begitu banyak hingga masuk rumah sakit karena takut kehilangan 10 yuan. Inilah kisah keajaiban ekonomi Tiongkok.
|
|
Selanjutnya...
|
|
|
Ditulis oleh Jesus S. Anam
|
|
Sabtu, 31 Juli 2010 14:46 |
|
Dahaga rakyat Nepal akan perubahan revolusioner memang masih tertahan. Mata air sosialisme masih mencari celah untuk bisa keluar dan mengairi tenggorokan seluruh rakyat negeri itu. Namun, meski demikian, api perjuangan mereka tetap menyala dan jauh dari tanda-tanda akan redup. Pemogokan besar dengan puluhan ribu massa pada bulan Mei lalu, yang dimobilisasi oleh Partai Komunis Persatuan Nepal-Maois (UCPN-M), yang menuntut pengunduran diri perdana menteri yang baru, Madhav Kumar, menunjukkan keinginan besar rakyat untuk berubah dan memilih jalan sosialisme. |
|
Selanjutnya...
|
|
Ditulis oleh Ted Sprague
|
|
Jumat, 16 Juli 2010 16:57 |
|
Piala Dunia sudah berakhir. Ketika debu perayaan telah hilang, ketika botol-botol anggur telah kering dan orang-orang bangun dari mabuk mereka, wajah buruk krisis kapitalis akan kembali menatap rakyat. Ini cerita mengenai dilema rakyat Argentina dan kecintaannya pada sepakbola, ketika mereka memenangkan Piala Dunia 1978 di bawah junta militer, dimana sorak sorai rakyat bercampur dengan jeritan puluhan ribu tahanan politik yang disiksa dan dibunuh. (Foto ini diambil pada saat Piala Dunia 1986, tetapi disensor oleh media mainstream dan FIFA. Spanduk di foto ini menyatakan bahwa tim sepakbola Argentina mendukung "Mothers of Plaza de Mayo" untuk dianugerahi hadiah Nobel Perdamaian. "Mothers of Plaza de Mayo" adalah ibu-ibu dari 30 ribu kaum muda yang "menghilang" selama kediktaturan junta militer 1976-1983. Ibu-ibu ini menuntut diungkapkannya kebenaran mengenai nasib anak-anak mereka)
|
|
Selanjutnya...
|
|
Ditulis oleh Imran (Pakistan)
|
|
Jumat, 09 Juli 2010 04:33 |
|
Di tengah kegilaan perang dan fundamentalisme, sebuah konferensi sosialis diorganisir oleh Jammu Kashmir National Student Federation (JKNSF) pada 24 Juni. Ribuan kamu muda dari seluruh Kashmir turut serta, dan mengibarkan slogan-slogan revolusioner, seperti "Inqalab, Inqalab, Socialist Inqalab" (Revolusi, Revolusi, Revolusi Sosialis), "Kali raat jaway e jaway-Surkh sawera away e aaway" (Sebuah fajar merah akan mengakhiri malam yang gelap ini), dsb. Lal Khan, seorang pemimpin Marxis di Pakistan, yang diundang di konferensi ini menekankan bahwa kemerdekaan yang sejati dari rakyat Kashmir hanya dapat dicapai sebagai bagian dari federasi sosialis seluruh sub-benua Asia Selatan.
|
|
Selanjutnya...
|
|
Ditulis oleh Andri Cahyadi (disadur dari Bingkai Merah)
|
|
Sabtu, 03 Juli 2010 04:47 |
|
Pada tanggal 26-27 Juni, pemimpin dari 20 negeri dengan ekonomi terpenting bertemu di Toronto dalam G20 Summit untuk memutuskan bagaimana caranya keluar dari krisis. Berikut ini kami terbitkan laporan langsung dari kawan Andri Cahyadi (disadur dari Bingkai Merah, http://bingkaimerah-indonesia.blogspot.com) yang menghadiri demo G20 di Toronto tersebut, dimana 25.000 orang turun ke jalan untuk memprotes G20. Demo tersebut berakhir dengan bentrok terbesar di Toronto, dengan 850 orang ditahan oleh polisi.
|
|
Selanjutnya...
|
|
|
|
|
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 Berikutnya > Akhir >>
|
|
|