Afrika
Kebangkitan Revolusioner di Nigeria Cetak E-mail
Ditulis oleh Iyabo Ajewolle dan Oke Ogunde (Workers Alternative di Nigeria)   
Minggu, 22 Januari 2012 19:49

Sejarah terjadi hari ini, 9 Januari 2012, ketika orang-orang Lagos dalam jumlah ribuan mendengarkan panggilan Organisasi Buruh dan Masyarakat Sipil (Labour and Civil Society Organisation, LASCO) untuk memulai suatu pemogokan/protes massa di seluruh negeri untuk mengekspresikan ketidakpuasan mereka terhadap kenaikan harga minyak yang diumumkan oleh pemerintah pimpinan Goodluck Jonathan pada tanggal 1 Januari. LASCO meliputi dua sentra buruh di Nigeria, yakni Kongres Buruh Nigeria (Nigeria Labour Congress, NLC) dan Kongres Serikat Buruh (Trade Union Congress, TUC) serta Front Aksi Bersama (Joint Action Front, JAF) yang merupakan organisasi payung dari organisasi-organisasi masyarakat sipil pro-buruh.

Selanjutnya...
 
Mengapa Kaum Marxis di Nigeria Menentang Terorisme Individual Cetak E-mail
Ditulis oleh Ola Kazeem (dari Workers Alternative di Nigeria)   
Sabtu, 21 Januari 2012 02:07

Aksi Boko Haram menjadi semakin memecah belah. [Catatan: Boko Haram adalah sebuah organisasi teroris fundamentalis Islam yang berbasis di sebelah timur laut Nigeria] Dengan aksinya, Boko Haram telah menambah keberanian rezim yang sekarang dan menjadi alasan baginya untuk mengalokasikan N921 milyar untuk keamanan, yang jelas-jemelas bukan untuk memerangi terorisme, tapi untuk memerangi massa-rakyat Nigeria yang saat ini sedang mulai bergerak. Tiap-tiap aksi mereka bersesuaian dengan kepentingan-kepentingan elit penguasa Nigeria. Massa rakyat dengan tepat telah menarik kesimpulan bahwa pembebasan dan kemerdekaan terletak dalam persatuan mereka, yang melintasi perpecahan-perpecahan agama dan kesukuan. Namun, dorongan untuk bersatu ini secara konstan tampil menghadapi aksi-aksi para fundamentalis dan berbagai penipu lainnya, yang tujuannya adalah memecahbelah rakyat.

Selanjutnya...
 
Kematian Gaddafi, Imperialisme, dan Watak Revolusi Libya Cetak E-mail
Ditulis oleh Ted Sprague   
Minggu, 23 Oktober 2011 07:49

Bagi mereka-mereka yang paham akan watak peperangan, tidaklah mengejutkan kalau Gaddafi akan dieksekusi walaupun dia tertangkap hidup-hidup. Dalam taktik perang, seorang pemimpin yang dapat menjadi simbol perjuangan harus disingkirkan sesegera mungkin untuk menghancurkan moral para pengikutnya. Kaum imperialis tahu ini dengan jelas dan pada akhirnya Konvensi Jenewa hanyalah secarik kertas untuk memuaskan segelintir kaum liberal moralis yang ingin memberikan wajah kemanusiaan pada perang dan menipu rakyat.

Selanjutnya...
 
Mesir: Tahap manakah yang sedang dilalui Revolusi? Cetak E-mail
Ditulis oleh Jorge Martin   
Senin, 11 April 2011 09:02

Sejak penggulingan Mubarak pada 11 Februari, klas penguasa dan imperialisme telah bermanuver untuk mencuri kemenangan revolusioner dari massa-rakyat. Berhadapan dengan suatu gerakan massa yang meliputi jutaan orang, yang ditopang oleh gelombang pemogokan-pemogokan dan pendudukan-pendudukan pabrik, komando tinggi Tentara memutuskan untuk mengintervensi untuk menyingkirkan Mubarak. Tujuannya: mencegah penggulingan revolusioner terhadap seluruh rezim. Enam minggu terakhir telah dicirikan oleh tarik-menarik antara massa-rakyat, yang melaksanakan revolusi dan merindukan perubahan yang radikal, dan rezim lama yang diwakili oleh Dewan Tentara, yang ingin membatasi perubahan-perubahan pada reforma-reforma kosmetik.

Selanjutnya...
 
Venezuela dan Libya: Ini Bukan Kudeta 11 April, Ini Adalah Sebuah Caracazo 27 Februari Cetak E-mail
Ditulis oleh Jorge Martín   
Jumat, 18 Maret 2011 17:50

Telah terjadi banyak diskusi di Amerika Latin tentang peristiwa-peristiwa yang sedang berlangsung di Libya. Artikel ini menjelaskan posisi IMT (International Marxist Tendency), yang mendukung perlawanan rakyat Libya, sementara pada saat yang sama mengutuk intervensi apapun dari pihak imperialis. Kami juga secara kritis mengkaji posisi yang diambil oleh Hugo Chavez dan Fidel Castro.

Selanjutnya...
 
Peran Kunci Kaum Perempuan Dalam Revolusi Mesir Cetak E-mail
Ditulis oleh Marie Frederikson   
Selasa, 15 Maret 2011 10:35

Perempuan-perempuan Arab sekali lagi memperlihatkan bahwa kaum perempuan memainkan suatu peran yang menentukan dalam peristiwa-peristiwa revolusioner. Di Mesir kaum perempuan telah berpartisipasi secara aktif dalam revolusi, dengan cara yang sama dengan yang mereka lakukan dalam gerakan pemogokan beberapa tahun yang lalu, yang dalam beberapa kasus memaksa kaum laki-laki untuk turut serta dalam pemogokan-pemogokan.


Selanjutnya...
 
Kebenaran tentang Perlawanan Revolusioner Saat Ini di Libya Cetak E-mail
Ditulis oleh Lucha de Clases (Venezuelan section of the IMT)   
Sabtu, 05 Maret 2011 14:11

Di Venezuela, dan Amerika Latin secara keseluruhan, beberapa kaum Kiri telah mencitrakan seolah-olah Rezim Khaddafy adalah rezim anti-imperialis. Mereka gagal melihat watak sesungguhnya dari revolusi yang sedang terjadi. Berikut ini kami menerbitkan suatu pernyataan dari kaum Marxis Venezuela, Lucha de Clases, di mana mereka menjelaskan watak dari rezim tersebut dan menjelaskan perlunya mendukung perlawanan rakyat Libyan.


Selanjutnya...
 
Tunisia: satu bulan setelah ditumbangkannya Ben Ali Cetak E-mail
Ditulis oleh Jorge Martin   
Kamis, 17 Februari 2011 20:33

20 Januari, di luar kantor Perdana Menteri. Photo: Nasser NouriHari ini menandai satu bulan setelah penumbangan revolusioner dari diktatur Ben Ali yang dibenci di Tunisia pada tanggal 14 Januari. Satu bulan ini telah dipenuhi dengan perjuangan terus menerus antara kelas penguasa yang ingin kembali ke normalitas borjuis dan kaum buruh dan muda yang ingin melanjutkan revolusi dan berjuang untuk menghentikan kembalinya rejim yang lama.

Selanjutnya...
 
Mubarak telah jatuh! Revolusi sampai menang! Cetak E-mail
Ditulis oleh Alan Woods   
Rabu, 16 Februari 2011 14:39

Malam Perayaan Jatuhnya Mobarak, 11 Feb 2011. Photo: CasselSang tiran telah jatuh! Ketika saya menulis ini, Hosni Mubarak telah mundur. Ini adalah sebuah kemenangan yang besar, bukan hanya untuk rakyat Mesir, tetapi juga untuk kaum buruh seluruh dunia. Setelah 18 hari mobilisasi revolusioner terus-menerus, dengan 300 korban jiwa dan ribuan terluka, tirani 30 tahun Hosni Mubarak berakhir.

Selanjutnya...
 
Pernyataan sikap kaum muda di lapangan Tahrir kepada rakyat Mesir Cetak E-mail
Ditulis oleh Kaum Muda di Tahrir Square   
Senin, 07 Februari 2011 14:41

Janji presiden dan peristiwa berdarah Rabu 2 Februari 2011

Kami para pengunjuk rasa yang saat ini menduduki lapangan merdeka Tahrir, di Kairo, sejak tanggal 25 Januari 2011, mengutuk dalam-dalam serangan brutal yang dilakukan oleh para tentara bayaran; yang disponsori Partai Nasional Demokrat (PND), pada hari Rabu tanggal 2 Februari, di bawah kedok "aksi" mendukung Presiden Mubarak. Serangan ini, terus berlanjut pada hari Kamis tertanggal 3 Februari. Kami menyesali bahwasannya sekelompok pemuda ikut bergabung dengan para preman dan penjahat ini, yang biasa disewa PND selama pemilu, untuk menghasut dan menyebarkan kebohongan yang diedarkan melalui media rejim, tentang kami dan tujuan kami. Tujuan kami adalah mengubah sistem politik kepada haluan yang menjamin kebebasan, martabat, dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat, juga merupakan tujuan dari gerakan para pemuda/i. Oleh karena itulah kami akan menjelaskannya sebagai berikut:

Selanjutnya...
 
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 Berikutnya > Akhir >>

RocketTheme Joomla Templates