|
Share
Berita tentang
langkah besar nasionalisasi akan disambut dengan antusias oleh buruh di seluruh
penjuru negara. Ini merepresentasikan suatu langkah besar bagi revolusi Venezuela dan
pukulan yang serius terhadap kapitalisme dan imperialisme.
Pada hari Selasa
tanggal 15 Mei, James Ingham koresponden BBC News di Caracas, mempublikasikan
sebuah artikel yang berjudul Nationalisation
sweep Venezuela,
yang dimulai dengan:
"Para investor swasta dan kelompok oposisi menentangnya,
dan para pendukung Presiden Hugo Chavez menginginkannya. Angin puyung nasionalisasi
dan ancaman-ancaman untuk perusahaan-perusahaan swasta sedang mengubah iklim
ekonomi Venezuela
dan mengancam untuk melebarkan ketegangan sosial.
"Mr Chavez
meningkatkan kampanyenya untuk mengubah Venezuela menjadi negara sosialis.
"Dia
mengambil lebih banyak kendali terhadap aset-aset negara dan memperingatkan
perusahaan-perusahaan yang tidak setuju dengan visinya bahwa ia akan mengambil
alih perusahaan-perusahaan itu."
Dengan segera
setelah memegang kekuasaan, Presiden mengumumkan program nasionalisasi secara
luas: "Segala sesuatu yang dulu diprivatisasi akan dinasionalisasi," katanya.
Hingga saat ini, Chavez tetap memegang ucapannya itu.
Nasionalisasi minyak
Pada tanggal 1
Mei, Hari Buruh, perusahaan-perusahaan minyak swasta yang masih tersisa di
negara itu diambil alih. Di sebuah upacara di pabrik pengolahan minyak Jose
Oil, Presiden Chavez mengatakan kepada buruh
yang bersorak-sorai: "Ini adalah nasionalisasi yang sesungguhnya dari sumber-sumber
alam kita... Hari ini kita sedang mengakhiri suatu lingkaran setan."
Orinoco Belt
Project, yang bertujuan untuk membangun salah satu cadangan minyak terbesar
dunia, sebelumnya dikontrol oleh enam perusahaan asing: ConocoPhilips, Chevron
dan Exxon Mobil dari Amerika, bekerjasama dengan BP dari Inggris, Statoil dari
Norwegia dan Total dari Prancis. Monopoli besar asing ini sedang mempersiapkan
keuntungan yang sangat besar dari proyek tersebut. Sekarang perusahaan minyak
negara, PDVSA yang akan mengendalikan sekurang-kurangnya 60% dari proyek-proyek
tersebut, dan keuntungan dari proyek-proyek itu akan dikembalikan ke Venezuela.
Negosiasi masih berlangsung mengenai kelanjutan pemegang saham dan kemungkinan
adanya kompensasi atas kilang-kilang minyak tersebut.
Dari sudut
pandang sosialis, apakah hal ini diperbolehkan, yakni masuk ke dalam
persetujuan dengan para kapitalis asing, atau dengan membayar kompensasi kepada
perusahaan-perusahaan yang dinasionalisasi? Itu tergantung pada beberapa faktor.
Di awal tahun 1920-an, Lenin siap memberikan kelonggaran bagi para kapitalis
asing untuk membangun Siberia, yang pada saat
itu Republik Soviet muda belum mampu menggarapnya. Bahkan ada beberapa
negosiasi dengan kapitalis-kapitalis Amerika, yang sebagian besar diorganisir
oleh pengusaha kaya Amerika, Arnold Hammer. Tetapi negosiasi-negosiasi tersebut
sama sekali tidak menghasilkan apa-apa karena para imperialis hanya ingin
menghancurkan negara Soviet, bukan berdagang dengannya.
Masalah
kompensasi bukan juga merupakan masalah prinsip. Marx mengemukakan adanya
kemungkinan untuk membeli seluruh saham kapitalis di Inggris. Trotsky juga
pernah mengatakan bahwa di Amerika hal ini dimungkinkan untuk membayar
kompensasi kepada para kapitalis dengan jaminan bahwa pabrik-pabrik tersebut
diserahkan secara damai dan memperkecil kemungkinan adanya kerusuhan. Tetapi,
apa yang tidak dibenarkan adalah ide para reformis untuk membeli perusahaan-perusahaan
dengan harga pasar, yang akan menyebabkan seluruh ide mengenai nasionalisasi
menjadi tidak mungkin. Satu slogan yang mungkin bisa dikemukan adalah:
nasionalisasi dengan kompensasi minimum berdasarkan kebutuhan yang terbukti. Ini akan membayar dalam jumlah
tertentu bagi para pemegang saham kecil tetapi sama sekali tidak bagi
"kucing-kucing yang gemuk".
Venezuela hanya mempertimbangkan kesepakatan-kesepakatan berdasar pada nilai
buku proyek-proyek tersebut, ketimbang berdasarkan nilai bersih mereka yang
sangat besar saat ini. Secara prinsipal, ini akan lebih bisa diterima, karena Venezuela
memiliki kekayaan yang cukup besar dan mampu membayar kompensasi - dengan syarat
bahwa industri-industri tersebut diserahkan tanpa penundaan dan tidak dengan
sabotase. Tetapi sangatlah diragukan apakah syarat-syarat ini akan diterima
oleh imperialis dan perusahaan-perusahaan besar asing. Paling tidak, sumber-sumber
pemerintah sudah mengatakan bahwa dalam beberapa kasus, kompensasi tidak akan
diberikan sama sekali.
Koresponden BBC
berkomentar sinis: "Ketika Chavez menyatakan pada acara penyerahan bahwa dia
telah mengembalikan minyak kepada rakyat dan membebaskan Venezuela dari
Imperialis Amerika Utara, para skeptis menyimaknya dengan kekhawatiran. Para analis memprediksikan bahwa PDVSA akan mengalami
kesulitan untuk mengelola lading-ladang minyak yang sulit dikelola ini. Mereka
mengatakan, tanpa pengalaman dan keahlian dari perusahaan-perusahaan swasta,
produksi akan merosot."
Ini adalah lagu
lama yang sering kita dengar! Kaum borjuis tidak akan pernah menerima kenyataan
bahwa adalah mungkin untuk menjalankan roda ekonomi tanpa bantuan dari bankir
swasta dan kapitalis. Tetapi sejarah berkata lain. Pengalaman Rencana Lima
Tahun pertama di Uni Soviet tidak hanya membuktikan bahwa bahwa hal ini mungkin
untuk menjalankan sebuah negara yang sangat besar tanpa campur tangan
kapitalis, tetapi juga bahwa ekonomi yang terencana secara nasional, meskipun
dijalankan secara birokratis, bisa memberikan hasil yang cemerlang.
Selama bertahun-tahun
para propagandis modal dengan tekun menyebarkan mitos bahwa kapitalisme bekerja
lebih baik daripada suatu sistem ekonomi yang terencana dan sebuah dongeng bahwa dalam jangka panjang
kesuksesan pasar akan menyelesaikan semua masalah, yang dijawab oleh Keynes:
pada akhirnya kita semua akan mati.'
Suatu contoh sejarah
yang sederhana dengan segera akan menyangkal tesis utama dari kaum pro-market
tersebut. Dalam Perang Dunia II, ketika tentara Hitler sedang menyapu Eropa,
dan Inggris menemukan dirinya sendirian dan dengan punggung ke arah tembok, apa
yang dilakukan kaum borjuis Inggris? Apakah mereka berkata: Kita harus
meninggalkan segalanya kepada perusahaan swasta dan "tangan gaib pasar"? Tidak!
Mereka memusatkan ekonomi, memperkenalkan elemen-elemen perencanaan,
pendistribusian, pengendalian buruh, dan bahkan menasionalisasi industri-industri
yang dibutuhkan untuk memproduksi kebutuhan perang. Kenapa mereka melakukan
ini? Karena ini memberikan hasil yang lebih baik
Aplikasi ekonomi
pasar di Amerika Latin merupakan petaka besar bagi massa, yang tidak memperoleh keuntungan dari
pertumbuhan ekonomi satu dekade yang lalu, yang hanya memberi keuntungan besar
bagi para bankir, kapitalis, dan terutama, monopoli raksasa asing seperti Exxon.
Kekhawatiran dari para gentleman ini bukanlah bahwa rakyat Venezuela
kurang ahli dalam mengolah ladang minyak, tetapi bahwa para pemilik Exxon akan
dihilangkan keuntungan besarnya.
Bahkan koresponden
BBC ini terpaksa mengakui bahwa langkah ini akan menolong bagian termiskin dari
populasi di Venezuela, rakyat yang memilih Chavez dan yang menginginkan
perubahan fundamental di dalam masyarakat.
"Rakyat
miskin akan tertolong sepanjang semua keuntungan digunakan untuk kepentingan
proyek-proyek sosial." Tetapi kemudian dia menambahkan catatan yang berbisa: "Tetapi
ada kekawatiran bahwa langkah ini akan mengorbankan investasi jangka panjang dalam
bisnis. Perusahaan-perusahaan multinasional tentu dapat tinggal sebagai partner
minoritas, tetapi jika mereka tidak mendapat kesepakatan kompensasi yang
menguntungkan, mereka akan pergi."
Ini sungguh memalukan!
Monopoli-monopoli asing ini telah merampas kekayaan minyak Venezuela selama
bergenerasi-generasi. Mereka telah menjarah sumber daya alam dalam jumlah yang
besar dengan mengorbankan rakyat Venezuela. Hampir dari seluruh
waktunya, mereka bahkan tidak membayar pajak. Sekarang, saat rakyat Venezuela
sedang mengambil kembali sesuatu yang adalah miliknya, burung-buruh nasar yang
gemuk dan yang manja ini meminta kompensasi. Seharusnya rakyat Venezuelalah
yang harus meminta kompensasi dari perusahaan-perusahaan transnasional itu
untuk seluruh kekayaan yang telah mereka rampok selama berpuluh-puluh tahun.
Perusahaan-perusahaan
besar asing ini sedang menggunakan isu kompensasi untuk memeras Venezuela.
Intinya mereka berkata: "Kamu tidak boleh menghentikan kami merampokmu. Ini hak
kami dan kami bersikeras untuk meneruskannya. Jika kamu menolak, kami akan
menggunakan seluruh otot kami untuk melakukan sabotase terhadapmu. Kami akan
keluar dari Venezuela,
membatalkan seluruh kontrak dan memutus seluruh investasi eksternal. Kami akan
mengorganisir secara internasional untuk memboikot Venezuela. Kami akan meruntuhkanmu.
Kami akan membiarkanmu kelaparan supaya kamu tunduk!"
Perusahaan
selanjutnya yang ada di daftar nasionalisasi adalah perusahaan telekomunisasi
utama Venezuela,
CANTV, yang diprivatisasi pada tahun 1991. Semenjak privitasasi itu, perusahaan
itu telah menghasilkan keuntungan yang besar bagi pemiliknya, tetapi pelayanannya
tidak pernah sampai ke masyarakat paling miskin di negara itu. Kebanyakan rakyat
miskin Venezuela
menggunakan jaringan telpon dari kedai-kedai telepon yang dikendalikan oleh perusahaan
telpon yang dipenuhi dengan stan-stan telpon, atau mereka menelpon dari
kios-kios telpon yang ada di jalanan, dimana telpon-telpon genggam ditaruh pada
sebuah meja dan para pengguna telpon membayar sewa telpon.
Dari bulan Juni,
negara akan mengontrol perusahaan tersebut, merubahnya, dalam kata-kata
Presiden Chavez, dari "perusahaan swasta kapitalis ke perusahaan sosialis yang
dijalankan oleh negara". Antrian-antrian panjang rakyat yang sedang menunggu
untuk menelpon rumahnya akan menjadi masa lalu. Chavez merencanakan untuk
menginstal lebih dari sejuta saluran baru dan memotong biaya telepon. "Sebelum tahun
2011, setiap wilayah dengan lebih dari 500 penduduk akan memilki akses ke
jaringan telepon," kata Chavez.
Perusahaan-perusahaan
lainnya yang akan dinasionalisasi termasuk pemasok listrik utama negara,
Electridad de Caracas. Pabrik-pabrik semen dan baja yang mengekspor mayoritas
barang-barangnya telah diberitahu bahwa mereka akan diambil alih jika mereka tidak
mulai menjual barang-barangnya ke rakyat Venezuela. Yang paling penting dari
semua itu, adalah bank, yang berpikir dirinya bebas hingga sekarang, dihadapkan
dengan nasionalisasi:
"Perbankan
swasta harus memprioritaskan pembiayaan pada sektor-sektor industri Venezuela
dengan biaya rendah," kata Chavez belum lama ini. "Jika bank-bank tersebut
tidak setuju dengan hal ini, lebih baik mereka pergi, mereka harus menyerahkan bank-bank
tersebut kepada saya, kami menasionalisasi dan mengambil bank-bank itu untuk
bekerja demi membangun negara, dan bukan untuk spekulasi dan memperoleh
keuntungan besar."
Bank-bank di Venezuela telah
memperoleh keuntungan besar dalam periode terakhir ini. Majalah The Economist (8 Mei) berkomentar:
"Mungkin sulit bagi bank-bank untuk protes atau melawan, terutama karena mereka
sudah melaporkan pertumbuhan laba yang meningkat - hingga 33% di tahun 2006 - berkat
meledaknya permintaan kredit domestik di tengah-tengah ekspansi ekonomi yang
cepat (rata-rata lebih dari 12% dalam tiga tahun terakhir ini). Bahkan selain
nasionalisasi, kabarnya pemerintah sedang berpikir untuk mengimplementasikan
perbaikan-perbaikan di dalam sektor tersebut, yang mungkin termasuk suatu
batasan pada keuntungan bank (kelebihannya untuk proyek-proyek sosial), dan kontrol
langsung atas suku bunga dan alokasi kredit."
Bahkan jika Chavez
menunda nasionalisasi atas bank-bank dan memperkenalkan kontrol seperti itu,
ini akan membuat jalannya bank-bank tersebut di atas dasar kapitalis menjadi
tidak mungkin dan maka dari itu akan berakhir dengan nasionalisasi.
Nasionalisasi bank merupakan syarat mutlak jika Venezuela ingin putus dengan
kapitalisme. Bank-bank merupakan instrumen esensial dari kebijakan ekonomi dan
penggerak yang sangat kuat. Kontrol terhadap kredit merupakan elemen esensial
di dalam sebuah ekonomi terencana sosialis, dan harus berada di tangan negara. Ini
akan memungkinkan negara untuk mengalokasikan sumber-sumber dan investasi
menurut kebutuhan masyarakat secara umum, bukan menurut keuntungan bagi
segelintir para parasit yang kaya.
Masalah kelas
Mr. Ingham
menyimpulkan reaksi terhadap pengumuman nasionalisasi tersebut: "Ini adalah saat
yang menggelisahkan bagi para investor dan perusahaan-perusahaan swasta. Tetapi
bagi berjuta-juta rakyat yang menyandarkan hidupnya pada presiden dan
pertolongan finansialnya, mereka akan gembira karena uang tampak bergerak dari orang-orang
kaya ke orang-orang miskin." Perkataan ini dari seorang musuh revolusi
Bolivarian dan sosialisme cukup mengekspresikan realitas konflik kelas yang
telah berkembang di Venezuela
lebih dari satu dasawarsa dan sekarang telah sampai pada titik perubahan yang
kritis. Masalah nasionalisi ada di pusat tahapan yang kritis ini, dan masa
depan revolusi Bolivarian tergantung dari penyelesaian masalah ini.
Berita
nasionalisasi ini diterima dengan sorak-sorai oleh para pekerja, petani, dan
rakyat miskin Venezuela,
yang berharap Chavez akan memenuhi janjinya untuk membuat revolusi Venezuela
menjadi sebuah revolusi yang tidak dapat dibalikkan arahnya. Ini hanya dapat
dilakukan dengan menantang secara langsung apa yang dinamakan dengan hak suci
kepemilikan pribadi. Tanpa mengambil alih kekuatan ekonomi dari tangan kelas
oligarki yang kontra revolusioner, revolusi Bolivarian tak akan pernah bisa
memperoleh kemenangan dan segala sesuatu yang diperoleh dari revolusi tidak
akan pernah langgeng.
Satu hal yang
juga tidak mengejutkan adalah respon imperialis di setiap negara. Di sana sedang ada
gonggongan protes dari semua pihak. Media massa
penuh dengan cerita mengerikan tentang ancaman "diktator komunis" di Venezuela.
Mereka mengabaikan detil kecil bahwa Presiden Hugo Chavez dalam 10 tahun
terakhir ini menang dalam pemilihan, referendum, dan pemilihan-pemilihan umum
lainnya lebih dari pemimpin politik manapun di dunia. Dalam pemilihan presiden
Desember yang lalu Chavez menang dengan perolehan suara terbesar dalam sejarah Venezuela.
Para "demokrat" seperti George
W. Bush dan Tony Blair hanya setuju dengan demokrasi selama demokrasi tidak mengancam
kepentingan para bankir, tuan tanah, dan kapitalis. Tetapi ketika rakyat
memilih sebuah pemerintah yang mencoba mengubah masyarakat dan mengancam
kekayaan serta hak istemewa, dengan cepat sikap mereka berubah. Pada bulan April
2002, CIA merencanakan sebuah kudeta di Venezuela yang akan melantik
seorang diktator berlumuran darah seperti Pinochet di Chile. Esok harinya, Washington mengakui
pemerintah baru tersebut, yang dipimpin oleh seorang pengusaha, Carmona, yang
sama sekali tidak pernah dipilih oleh siapapun. Inilah kredensial-kredensial
"demokratis" dari imperialisme Amerika.
Apa yang sebenarnya
ditakuti oleh mereka adalah, bahwa untuk membawa revolusi Bolivarian maju ke
depan, Hugo Chavez mulai mengambil tindakan tegas melawan kepemilikan pribadi,
dengan menasionalisasi perusahaan-perusahaan dan tanah yang dimiliki oleh kaum oligarki
Venezuela dan perusahaan-perusahaan transnasional asing yang besar. Mereka
takut contoh ini akan diikuti di negara lain (ini sudah terjadi) dan bahwa buruh
Eropa dan Amerika akan mulai menuntut langkah yang sama melawan perusahaan-perusahaan
besar yang mengeksploitasi buruh-buruhnya guna merauk keuntungan yang besar,
merusak lingkungan dengan tumpahan minyak dan pencemaran dalam bentuk lain dan
menutup pabrik-pabrik seolah-seolah mereka hanyalah sebuah kotak korek api guna mengeruk keuntungan besar dengan merampok negara-negara
miskin.
Hingar Bingar "kemerdekaan pers"
Yang benar-benar
menjijikkan, khususnya, adalah reaksi Media Barat. Sementara saya sedang
menulis artikel ini di Mexico City, televisi pada semua saluran sedang
menyiarkan, setiap setengah jam, riuh protes mengenai tidak diperpanjangnya
ijin siar RCTV, yang diberitakan sebagai serangan terhadap "kebebasan
berekspresi". Perusahaan yang sedang dibicarakan ini, selama bertahun-tahun, telah
memuntahkan propaganda yang paling menjijikkan dan penuh dusta melawan
pemerintah terpilih, termasuk serangan-serangan personal melawan presiden, yang
difitnah berulang kali sebagai orang gila dan fitnah-fitnah lainnya yang lebih
parah. RCTV telah berulangkali menyiarkan panggilan-panggilan untuk menggulingkan
pemerintahan Venezuela
dan membunuh presiden Chavez.
Ini bukanlah
hanya beberapa kelompok jurnalis televisi yang tidak bersalah yang sedang
berdiri untuk mempertahankan kebebasan. Sebaliknya, perusahaan ini telah lama
menjadi pusat kontra revolusioner yang bersekongkol untuk mengganggu kestabilan
dan mengguling pemerintah yang dipilih secara bebas oleh rakyat. Pada bulan
April 2002, ia merupakan pusat riil dari usaha kudeta, meminta kepada rakyat Venezuela untuk
mendukung kudeta tersebut, mengeluarkan berita palsu tentang pembantaian oleh
pemerintah. Perusahaan ini menolak mentah-mentah untuk mengijinkan para menteri
yang terpilih untuk menjelaskan diri mereka sendiri di televisi.
Dengan kata
lain, RCTV merupakan salah satu instrumen penting untuk persiapan sebuah kup
yang bermaksud melantik kediktaturan di Venezuela yang akan meminta korban jiwa
yang tak terhitung jumlahnya. Ia merupakan salah satu instrumen oligarki dan
CIA. Di negara lain manapun, stasiun tersebut sudah pasti akan ditutup sejak
dulu dan para direkturnya sudah dibawa ke pengadilan. Di Venezuela tak seorang
pun ditangkap - yang mana mereka seharusnya sudah ditangkap - dan stasiun TV
tersebut sudah diijinkan untuk beroperasi sampai ijin siarnya kadaluwarsa.
Pemerintah sungguh pantas menolak untuk memperpanjang ijinnya, yang mana secara sah mereka berhak
melakukannya. Inilah kenyataannya. Oleh karena itu, seluruh kebisingan dan
kemarahan yang dibangkitkan oleh pers yang menjijikkan ini mengenai apa yang
dinamakan serangan atas kebebasan pers di Venezuela harus ditolak dengan jijik
untuk kemunafikannya yang penuh dusta.
Apa yang
dinamakan pers bebas dunia barat dalam kenyataannya merupakan milik pribadi
segelintir orang-orang media super kaya seperti Rupert Murdoch. Jauh dari
pejuang kebebasan berpendapat, kaum reaksioner yang keras ini merupakan juru
bicara imperialis, bank dan monopoli besar. Mereka dengan tekun membela status
quo, yaitu, suatu perbudakan rakyat seluruh dunia oleh segelintir parasit-parasit
kaya. Mereka adalah musuh-musuh yang paling keras dari kemerdekan dan kemajuan dimana-mana.
Buruh di seluruh
dunia tidak akan bisa dikelabui oleh kampanye yang bersuara nyaring di media
ini. Mereka akan mengerti bahwa apa yang dipertaruhkan adalah perjuangan
hidup-dan-mati antara kelas-kelas yang bertentangan, yang sedang terjadi pada
skala dunia. Mereka dengan segera akan memahami fakta bahwa pers pengecut ini,
yang secara sistematis berdusta dan memfitnah para buruh setiap kali mereka
mogok untuk membela kepentingannya melawan bos-bos, mempunyai alasan tersendiri
untuk menyerang Chavez dan Venezuela, dan bahwa alasan-alasan ini tidak ada
sangkut pautnya dengan apa yang tertulis di koran-koran mereka.
Revolusi Amerika Latin
Di seluruh
Amerika Latin, massa
sedang berkobar. Di Ekuador, kita mempunyai pemilihan Rafael Correa, yang
disebut-sebut memodelkan dirinya seperti Chavez. Dia terkunci dalam sebuah
konflik dengan Kongres dan memilki dukungan lebih dari 80% rakyat. Di Bolivia,
Evo Morales, yang terinspirasi oleh nasionalisasi di Venezuela, sedang mengangkat
masalah nasionalisasi sumber-sumber alam milik Negara:
"Pemerintah-pemerintah
neo-liberal sudah menyerahkan secara gratis konsesi-konsesi atas bukit-bukit,
sungai-sungai, dan tambang-tambang. Kita harus mulai mengambil kembali konsesi-konsesi
tersebut," kata Morales sebelum memulai proses nasionalisasi industri gas. Sebagaimana
di Venezuela, pemerintah Bolivia
dihadapkan dengan perlawanan sengit dari oligarki, dengan Washington dan perusahaan-perusahaan
transnasional di belakangnya. Koresponden BBC di Caracas mengekspresikan
ketakutan imperialis ini:
"Perubahan-perubahan
di Venezuela sedang direfleksikan di tempat lain di Amereika Latin.
Sekutu-sekutu Chavez di Bolivia dan Equador sedang membuat gerakan-gerakan yang
sama."
Di Bolivia,
perusahaan energi negara YPFB mengatakan bahwa mereka akan mengontrol produksi
dan pemasaran minyak dan gas alam di negara tersebut. Dalam sambutannya di
peringatan May Day tahun ini, Morales berjanji untuk mengambil kontrol yang
lebih besar terhadap ekonomi dari perusahaan-perusahaan asing:
"Kawan-kawanku,
jika kita benar-benar ingin hidup di Bolivia yang bermartabat maka kita
harus mengambil jalan anti-imperialisme, anti-liberalisme dan
anti-kolonialisme," kata Morales.
Pemerintahan Bolivia
berharap untuk menyelesaikan nasionalisasi perusahaan telkom sebelum May Day,
tetapi pembicaraan dengan Telecom Italia - yang memiliki separuh perusahaan telkom
terbesar itu - terhenti untuk saat ini. Telcom Italia mengatakan minggu lalu
bahwa ia berpikir untuk mencari arbitrasi internasional atas penjualan Entel
setelah Bolivia
mengeluarkan dua keputusan yang bertujuan menasionalisasi kembali perusahaan
tersebut. Demikian, para imperialis menggunakan berbagai macam trik dan manuver
guna menggagalkan keinginan rakyat dan menyabotase usaha mereka untuk memperoleh
kembali kontrol atas sumber-sumber daya alam mereka. Tetapi gerakan untuk
nasionalisasi tetap berkembang, mendapatkan dorongan dari rakyat Venezuela. Ini
dilihat oleh Washington
sebagai suatu usaha oleh Chavez untuk mengekspor revolusi.
Peluncuran Telesur,
saluran televisi seluruh Amerika Latin yang disiarkan dari Caracas untuk jutaan
rakyat di seluruh penjuru benua dan di
luar itu, merupakan respon langsung terhadap kontrol atas siaran televisi yang
digunakan imperialis Amerika melalui CNN. Chavez juga sudah mengatakan bahwa
dia ingin mengeluarkan Venezuela
dari IMF dan Bank Dunia.
Presiden Chavez
mengatakan bahwa dia sudah memerintahkan Menteri Keuangan, Rodrigo Cabezas, untuk
memulai kerja formal guna menarik diri dari dua lembaga internasional tersebut.
Presiden Chavez telah mengutarakan keinginannya untuk mendirikan apa dia yang
dinamakan Bank of the South, yang disokong oleh penghasilan minyak Venezuela, yang
akan membiayai proyek-proyek di Amerika Selatan. Langkah ini juga akan
dipandang sebagai ancaman terhadap cengkraman yang dimiliki oleh imperialisme
terhadap benua Amerika Latin melalui institusi-institusi finansial ini (baca
IMF dan Bank Dunia). Contoh diatas mudah menjalar. Di Nikaragua, Ortega telah
berkata dia sedang melakukan negosiasi dengan IMF "untuk meninggalkan IMF" dan bahwa
dia berharap untuk "keluar dari penjara" hutang IMF.
Para ahli strategi imperialis
mencapai kesimpulan yang sama sebagaimana seorang Marxis: Kondisi-kondisi sudahlah matang untuk sebuah gerakan revolusioner
secara umum di Amerika Latin yang akan memilki konsekuensi yang sangat besar di
Amerika dan pada skala dunia. Pusat gerakan revolusioner tersebut ada di
Venezuela, dimana, setelah satu dasawarsa perjuangan, revolusi sedang mencapai
titik yang tak dapat dibalik.
Di sini di Mexico,
kebijakan-kebijakan yang diumumkan oleh Chavez sudah melemahkan kelas penguasa,
yang telah dihadapkan dengan sebuah pemberontakan massa yang tak ada henti-hentinya sejak
kecurangannya dalam pemilihan tahun lalu. Seorang kawan dari Mexico berkata
kepadaku: "Ini benar-benar mengejutkan. Mereka sedang menyerang pemerintahan
Chavez setiap setengah jam pada seluruh saluran dan membela hak-hak jurnalis Venezuela, seolah-olah
mereka sedang berbicara mengenai kejadian di Mexico." Kata-kata ini masuk ke
inti persoalan. Dari pihak imperialis dan antek-anteknya di Amerika Latin, ada
alasan yang sangat kuat bagi kegarangan serangan-serangan melawan Venezuela itu.
Mereka mempunyai alasan yang tepat untuk takut bahwa revolusi Venezuela tidak
akan berhenti di perbatasan Venezeula, tetapi akan menyebar ke negara lain.
Nasionalisasi-nasionalisasi baru-baru ini memberikan suatu contoh yang ingin diikuti
oleh negara-negara lain. Ini mengakibatkan alarm di koridor kekuasaan dari Washington ke Mexico city dan
sekitarnya berdering.
Di sini di Mexico,
Calderon menduduki jabatannya sebagai presiden melalui kecurangan dalam pemilihan
tahun lalu, setelah protes rakyat secara besar-besaran yang melibatkan jutaan
buruh dan petani. Pada tanggal 31 Juli, tiga juta rakyat turun ke jalan menuntut
pengakuan kandidat PRD Lopez Obrador sebagai presiden terpilih. Di Oaxaca, ada
pemberontakan yang bertahan selama berbulan-bulan, termasuk pendirian
soviet-soviet (APPO), milisi rakyat, dan pengambilalihan televisi.
Pemberontakan Oaxaca dihancurkan
dengan kekerasan yang brutal dan tak diketahui jumlah yang dibunuh oleh pasukan
keamanan. Tentu saja tidak ada satu kata pun tentang ini di "pers bebas" kita,
yang hanya berteriak tentang "kediktatoran" ketika kepentingan kaum kaya
terancam. Setiap orang di Mexico
tahu bahwa Lopez telah memenangkan pemilihan dan Calderon secara demokratis
tidak terpilih. Tetapi Washington
dan London mengakui
Calderon dan sedang mencoba dengan segala cara untuk tetap menjaga
kekuasaannya, meskipun mereka tidak akan berhasil.
Gerakan di
Mexico belumlah berhenti. Ia baru saja mulai. Pada tanggal 2 Mei terjadi pemogokan
umum yang memperoleh dimensi yang sangat besar. Sebuah komite pemogokan
nasional sudah dipersiapkan untuk mengorganisir pemogokan umum yang lain. Ada suatu gelora di
serikat-serikat buruh, dimana pemimpin-pemimpin sayap kanan "charro" dikalahkan
oleh anggota-anggotanya secara konsisten. Seluruh situasi disini siap meledak.
Adakah sesuatu yang mengherankan bila kelas penguasa Mexico, dan majikan-majikannya di
Washington, takut dengan apa yang sedang terjadi di Venezuela?
Akan tetapi, opsi-opsi
dari imperialisme di Venezuela
saat ini adalah sangatlah terbatas. Imperialisme Amerika, dengan seluruh
kekayaan dan kekuatan militernya, menemukan dirinya dalam keadaan lumpuh. Di
masa lalu mereka sudah akan mengintervensi langsung, dengan mengirim pasukan
Marinir. Tetapi ini tidak mungkin untuk saat sekarang ini. Mereka terlibat
dalam perang di Irak yang tidak popular dan yang tidak dapat dimenangkannya.
Saat ini Bush adalah presiden yang paling tidak disukai di dalam sejarah
Amerika. Oposisi terhadap perang Irak sedang berkembang pada semua level. Adalah
tidak terpikirkan bila bahkan orang yang tolol seperti Bush akan melancarkan
serangan militer ke Amerika Latin pada saat ini.
Tersisa opsi
pembunuhan, yang pasti telah dipersiapkan oleh CIA cukup lama. Tetapi bahkan
opsi ini mengandung resiko serius bagi imperialisme Amerika. Ini akan
menyebabkan gelombang kemarahan di Amerika Latin dan di seluruh dunia, di mulai
dari Venezuela,
yang mana akibat pertamanya adalah pemutusan suplai minyak ke Amerika. Ini akan
menyebabkan gelombang kemarahan dan reaksi di seluruh benua tersebut. Kemungkinan,
tidak akan ada satupun kedutaan Amerika yang tersisa di kawasan tersebut.
Kebencian terhadap Amerika akan bertahan selama bergenerasi-generasi dan mengakibatkan
pemberontakan-pemberontakan dan ledakan-ledakan sosial selanjutnya.
"Appetite comes with eating"
Ada
peribahasa kuno: "appetite comes with eating" (nafsu makan datang dari
makanan). Jumlah buruh di Venezuela
yang sedang menuntut kontrol buruh dan nasionalisasi semakin bertambah. Hal ini
terjadi di Inveval, dimana buruh telah mengambil alih pabrik dan menjalankannya
dengan sukses di bawah kontrol buruh. Hal yang sama terjadi di Sanitarios Maracay, seperti yang
telah kita laporkan dalam artikel sebelumnya. Pabrik-pabrik ini dan yang
lainnya telah mengorganisir Freteco, front pendudukan pabrik, yang sedang meluaskan
pengaruhnya dan meningkatkan kampanye untuk nasionalisasi.
Pernyataan-pernyataan Presiden Chavez akan memberikan dorongan baru bagi
gerakan ini.
SIDOR adalah
pabrik baja terbesar di kawasan Andean dengan kapasitas 4.2 juta ton per tahun.
SIDOR memproduksi kawat dan pipa, termasuk berbagai jenis pipa yang dibutuhkan
industri nasional Venezuela, dan menurut laporan perusahaan tersebut, 63% dari
produksi ditujukan untuk pasar Venezuela dan 37% untuk ekspor.
Perusahaan ini
merupakan perusahaan milik negara sejak berdirinya di tahun 1962 hingga 1998
ketika perusahaan itu diprivatisasi. 60 persen sahamnya diperoleh oleh suatu
konsorsium yang bernama Amazonia, yang terdiri dari perusahaan Argentina
Techint sebagai partner mayoritas, juga Hylsamex dari Mexico, Uniminas dari
Brazil, dan perusahaan Venezuela,
Sivensa sebagai partner minoritas. Pemerintah Venezuela menguasai 20 persen saham
dan sisa 20 persen diberikan kepada buruh pabrik.
Chris Carlson melaporkan
dalam Venezuelanalysis.com bahwa pada tanggal 9 Mei para pekerja di Mérida
mengadakan protes di luar pabrik baja SIDOR di Puerto Ordaz, menuntut pemerintah
menasionalisasi perusahaan itu. Pekerja-pekerja dari serikat buruh SIDOR
berkumpul di luar pabrik kemarin, memblokir jalan, menghalangi pintu masuk pabrik sejak pagi
hari.
Chávez telah memperingatkan
bahwa ia akan menasionalisasi perusahaan tersebut jika mereka tidak memenuhi
kebutuhan industri domestik dan tetap mengekspor ke pelanggan asing, walaupun
untuk saat ini perusahaan tersebut tampaknya masih akan berada di tangan
swasta.
"Sebagai buruh kita meminta suatu jawaban
yang pasti mengenai situasi ini," kata Ulmaro Ramos, sekretaris serikat
buruh SIDOR, pada stasiun radio lokal. Seorang jurubicara serikat buruh menyatakan
bahwa buruh mendukung niat presiden untuk menasionalisasi perusahaan tersebut.
"Kita mendukung maklumat presiden tentang
kemungkinan untuk membebaskan perusahaan ini yang telah diperbudak kapitalisme
neo-liberal selama 8 tahun terakhir," kata José Meléndez, anggota serikat
buruh Alianza Sindical de Sidor. Meléndez berkata bahwa ketika pabrik tersebut
diprivatisasi, ada 11,600 karyawan dan sekarang hanya ada 5,700 buruh yang "dieksploitasi
tanpa sedikitpun memperoleh keuntungan."
"Kita tidak terpecahkan dan kita dengan
sepenuhnya setuju bahwa presiden perlu mengendalikan perusahaan ini agar
secepatnya dapat dialihkan ke kontrol oleh buruh," kata Meléndez
Sekarang apa?
Chávez telah menunjukkan bahwa adalah mungkin bagi para
pejuang revolusioner untuk menggunakan institusi demokrasi formal borjuis guna mengerahkan
massa untuk
perubahan. Dia telah menjalankan suatu kebijakan cerdas yang sudah memungkinkan
dia untuk memenangkan banyak pemilihan, mendasarkan dirinya pada suatu program tuntutan-tuntutan
yang demokratis revolusioner dan perubahan-perubahan yang tidak melewati batasan
kapitalisme tetapi menyatukan dan mengorganisir berjuta-juta buruh dan petani
untuk mengubah masyarakat.
Kemenangan-kemenangan ini sudah melemahkan semangat dan
mendemobilisasi kekuatan-kekuatan kontra-revolusioner. Kelompok oposisi, yang berusaha
keras mengerahkan kekuatannya untuk mengusir Chávez pada bulan Desember, kini
terpecah-pecah secara menyedihkan dan mengalami disorientasi. Mood sayap kanan saat
ini sedang tertekan dan merasa kalah. Sekarang, kelompok oposisi tidak memiliki
wakil di Majelis Nasional sebagai hasil dari keputusan mereka untuk memboikot
pemilihan tahun 2005. Kemenangan telak Chávez's (yang bahkan pengamat borjuis internasional tidak
berani mempertanyakan) memberinya suatu tangan yang sangat kuat untuk terus
maju dengan sebuah program sosialis. Dia hanya melakukan itu, dan dia harus
diberi pujian atas hal ini.
Akan tetapi, Revolusi
ini masih belum melewati titik kritis dimana kuantitas menjadi kualitas.
Kekuatan-kekuatan yang besar sedang berusaha untuk menghentikan Revolusi ini
dan melemahkannya dan menyabotasenya dari dalam. Kekuatan kontrarevolusioner
borjuis terlalu lemah untuk melakukan tugas ini. Ini sedang dilaksanakan oleh
kaum birokrasi Bolivarian - sayap kanan yang merepresentasikan Fifth Column
dari kontrarevolusi dari dalam Gerakan Bolivarian ini, dan secara konsisten
bekerja untuk mengisolasi Presiden dan menyabotase keputusan-keputusannya.
Venezuela masih belum memutuskan hubungan dengan
kapitalisme tetapi berdiri di posisi separuh jalan yang mengkhawatirkan. Ada bahaya yang sangat
besar di sini. Adalah mustahil untuk membuat sebuah revolusi yang
setengah-setengah. Bahaya ini adalah bahwa, dengan memperkenalkan beberapa
langkah nasionalisasi dan perubahan progresif lain, Chávez akan membuat operasi
kapitalisme menjadi mustahil, tanpa meletakkan mekanisme-mekanisme perencanaan
dan pengendalian yang merupakan kondisi awal bagi suatu sistem ekonomi sosialis.
Sedang ada
tanda-tanda yang mengkhawatirkan yang menunjukkan bahwa tidak semuanya sehat di
dalam ekonomi. Inflasi sedang meningkat, yang mana akan memukul kaum yang
termiskin dengan sangat keras, dan kekurangan-kekurangan produk sedang bermunculan
pada tingkat yang berbeda-beda. Kapitalis sedang merespon dengan menghentikan modal
dan ada perluasan sabotase, korupsi dan halangan birokratis. Majalah The Economist berkomentar:
"Dengan pendapatan yang besar dari ekspor
minyak dalam tahun-tahun terakhir ini - hasil
minyak menghasilkan hampir 59 milliar US$ di tahun 2006 - dan
membengkaknya cadangan valuta asing, administrasi Chávez mempunyai dana untuk
dibelanjakan. Akan tetapi, manakala dikombinasikan dengan pengeluaran belanja
lainnya, khususnya program-program dan subsisi-subsidi sosial yang mahal, ini
akan menambah tekanan lebih lanjut terhadap defisit anggaran yang telah
melebar. Defisit ini setara dengan 1.8% GDP di tahun 2006, dan Economist
Intelligence Unit memproyeksikan defisit ini akan berkembang menjadi 4.9% GDP tahun ini. (Keadaan fiskal yang
sebenarnya lebih buruk, karena beberapa pengeluaran disalurkan off-budget via
perusahaan minyak milik negara dan dana pembangunan nasional). Pertumbuhan GDP
sendiri sedang melambat - mencapai 5.8% tahun ini dan 3.2% di tahun 2008,
menurut ramalan kami.
"Radikalisasi kebijakan di bawah
pemerintahan Chávez, yang dikombinasikan dengan tanda-tanda pertumbuhan ekonomi
yang tertekan - yang terbukti tidak hanya oleh pemburukan keuangan publik dan
pertumbuhan yang lambat tetapi juga inflasi double-digit, yang paling tinggi di
Amerika Latin - sedang membangitkan semakin banyak rasa takut diantara para
investor. Indeks pasar bursa Caracas
tengah merosot beberapa hari terakhir ini. Penanaman modal-langsung swasta juga
telah mengalami kemunduran dalam beberapa tahun, dan tren ini mungkin akan
memburuk sejak Januari. Penanaman modal-langsung asing adalah negatif tahun
lalu. Pengurangan investasi akan semakin menurunkan pertumbuhan GDP melebihi
term medium
"Dan lagi, premi yang dibayar untuk
transaksi dolar pada pasar gelap tengah meningkat, dengan melemahnya mata uang bolívar
sampai sekitar Bs3,950:US$1 (dibandingkan dengan kurs ofisial yang telah
dipatok Bs2,150:US$1), mendekati poin yang
rendah pada bulan Januari sekitar Bs4,000:US$1. Ini akan meningkatkan tekanan
pada pemerintah untuk mendevaluasi kurs ofisial, meskipun pemerintah akan ragu
untuk melakukan hal itu, mengingat inflasi tahunan yang mendekati angka 20%."
Kita menyambut dengan
antusias langkah-langkah nasionalisasi. Pada saat yang sama, kita harus meminta
dengan tegas bahwa nasionalisasi itu harus berjalan bergandengan dengan kontrol
dan manajemen buruh yang benar-benar demokratis. Roda ekonomi harus dijalankan
oleh buruh untuk buruh dan langkah-langkah
harus diambil untuk menghentikan kaum birokrat mengambil kontrol.
Kita juga harus menunjukkan bahwa pada tahap ini, proses
revolusi masih belumlah selesai. Samasekali
tidak benar pandangan, yang seperti para birokrat dan reformis katakan, bahwa
kita harus maju pelan-pelan dan secara berangsur-angsur agar tidak menggusarkan
kaum borjuis dan memprovokasi imperialisme. Kaum borjuis telah cukup terganggu
dan imperialis lebih dari itu.
Dengan menunda konflik yang tak terelakkan antara kelas-kelas,
kita hanya akan memberikan waktu bagi kekuatan kontrarevolusioner untuk
menyusun kembali dan mengorganisir rencana-rencana baru melawan revolusi. Lebih
serius lagi, membiarkan kapitalis untuk melanjutkan sabotasenya, menciptakan
kelangkaan barang secara artifisial dan mengacaukan produksi, ada bahaya bahwa massa akan menjadi lelah
oleh kekurangan-kekurangan barang dan jatuh ke sikap apatis dan acuh tak acuh.
Inilah yang benar-benar diingini oleh kelompok reaksioner. Segera setelah
keseimbangan dari kekuatan-kekuatan itu mulai bergerak melawan revolusi, kelompok kontrarevolusioner akan
menyerang lagi. Dan mereka memilliki banyak sekutu-sekutu terselubung di dalam
kepemimpinan Gerakan Bolivarian yang ingin menghentikan revolusi dan sedang menunggu kesempatan untuk berbalik
melawan Presiden. Bahaya ini masih ada. Oleh karena itu, kita harus bertindak
dengan cepat untuk menyelesaikan masalah-masalah ini sampai pada akar-akarnya.
Perjuangan melawan birokrasi
Nasib akhir dari
Revolusi Bolivarian akan ditentukan oleh suatu perjuangan internal untuk
membersihkan gerakan dari elemen-elemen kelas yang asing dan mengubahnya ke
dalam suatu instrumen yang siap untuk merubah masyarakat. Peluncuran Partai
Persatuan Sosialis (PSUV) memberikan para buruh revolusioner, para petani, dan
pemuda satu kemungkinan untuk melakukan hal ini. Mereka harus memperkuat partai
tersebut dan merekrut lapisan-lapisan revolusioner baru dari massa dan mengabdi sepenuhnya kepada sosialisme.
Mereka harus menyingkapkan dan mengusir elemen-elemen korup, pengejar karir,
dan para birokrat yang ikut pergerakan hanya untuk kepentingan mereka sendiri dan
akan berkhianat segera setelah ada kesempatan.
Partai baru ini bisa
menjadi partai buruh revolusioner sejati hanya jika ia sangat demokratis.
Anggota-anggota partai tersebut haruslah memutuskan semua permasalahan dan
kepemimpinan harus dipilih, dapat diberhentikan dan terdiri dari elemen-elemen
yang terbukti kejujurannya dan dedikasinya terhadap sosialisme dan kelas buruh.
Serikat-serikat buruh adalah unsur kunci yang lain dalam
perumusan ini. Kaum Marxis berjuang untuk kesatuan serikat buruh, dan pada saat
yang sama berjuang untuk gerakan serikat buruh yang demokratis militan. Serikat-serikat
buruh harus memberi dukungan kepada pada langkah-langkah progresif pemerintah, terutama
nasionalisasi, dan berjuang untuk memperluas semua langkah-langkah yang meningkatkan
standar hidup rakyat dan memukul kaum oligarki. Tetapi serikat-serikat buruh
harus mempertahankan independensi total dari negara. Hanya serikat yang merdeka
dan independen yang bisa membela kepentingan buruh, dan pada saat yang sama secara
serentak membela pemerintah revolusioner melawan musuh-musuhnya.
Dua musuh kembar
tersebut adalah oportunisme dan sektarianisme. Perang melawan oportunisme pada
satu pihak adalah perang melawan korupsi,
karirisme dan birokratisme, di pihak yang lain, perang melawan ide-ide asing
yang merasuk ke dalam gerakan, dan terutama menyangkut bagian-bagian kepemimpinan,
yang sudah bertekuk lutut kepada pengaruh reformisme dan meninggalkan garis
revolusioner.
Apa artinya ini?
Dari sudut pandang kelas buruh dunia, pentingnya
perkembangan-perkembangan di Venezuela adalah nyata. Sejak kejatuhan Uni Soviet,
borjuis sudah mengorganisir suatu kampanye yang sangat hebat melawan ide-ide
sosialisme dan Marxisme. Mereka dengan khidmat mendeklarasikan akhir komunisme
dan sosialisme. Mereka sangatlah percaya diri sampai-sampai mereka mendeklarasikan
akhir sejarah. Tetapi sejarah belumlah berakhir. Ia baru saja mulai.
Setelah satu setengah
dasawarsa, buruh sedunia bisa melihat realitas kasar dari dominasi kapitalis.
Mereka menjanjikan kedamaian dunia, demokrasi dan kemakmuran. Sekarang semua
ilusi dari borjuis ini sedang berada dalam reruntuhan. Semakin banyak
masyarakat menjadi sadar bahwa kapitalisme tidak memberikan masa depan bagi kemanusiaan.
Ada permulaan kebangkitan di mana-mana: buruh,
petani, pemuda, sedang bergerak. Ide bahwa sosialisme dan revolusi adalah jauh
dari agenda telah terbukti salah di dalam praktek. Revolusi sudah dimulai di Venezuela, dan
sedang meluas ke seluruh Amerika Latin, seperti ketika sebongkah batu besar
dilempar ke kolam. Gelombang dari revolusi di Venezuela sedang mulai dirasa di
Eropa dan Amerika. Di Pakistan dan India, di Rusia dan Ukraina, rakyat
sedang bertanya: apakah yang sedang terjadi di Venezuela dan apa artinya ini?
Tidaklah perlu untuk
seratus persen setuju dengan Hugo Chávez, atau mengidealisasi Revolusi
Bolivarian guna memahami signifikansi kolosal dari peristiwa-peristiwa ini. Di
sini untuk pertama kalinya dalam beberapa dasawarsa, seorang pemimpin dunia
yang penting telah memproklamasikan kebutuhan akan sosialisme dunia dan
mengutuk kapitalisme sebagai perbudakan. Dia telah berbicara secara publik di depan
jutaan rakyat tentang perlunya membaca Marx, Lenin, Rosa Luxemburg dan Trotsky.
Yang terpenting dari
semua itu, Chávez telah memobilisasi jutaan buruh, petani, dan pemuda di bawah
panji revolusi sosialis. Dan dia sedang mencoba untuk mengantarkan suatu
program nasionalisasi yang, jika diselesaikan hingga akhir, akan menandai kemenangan
revolusi sosialis di suatu negara kunci di Amerika Latin dan akan menyebarkan
api revolusi ke seluruh benua dan di
luarnya.
Pentingnya revolusi
ini dimengerti oleh kaum imperialis, yang sedang mengerahkan seluruh
kekuatannya untuk menghancurkan revolusi yang baru saja lahir. Mereka sedang
mengerahkan kekuatan besar untuk menghancurkan revolusi Venezuela.
Buruh di seluruh dunia harus mengerahkan kekuatan dari gerakan buruh
internasional untuk menghentikan mereka.
Pertahankan Revolusi Venezuela!
Hidup Sosialisme!
Hands Off Venezuela!
Mexico City, Jumat 18 Mei 2007
*Diterjemahkan oleh Shane, diedit oleh Ted Sprague, 26
Juni 2007
|