|
Ditulis oleh Lal Khan
|
|
Rabu, 22 Mei 2013 09:05 |
|
Pada 23 Maret 1931, seorang pemuda berusia 23 tahun, Bhagat Singh, ikon revolusioner legendaris dalam perjuangan kemerdekaan rakyat anak benua India (sebelum India dan Pakistan dipecah oleh Inggris – Ed.), dan kawan-kawan seperjuangannya, Sukhdev Thapar dan Shivaram Rajguru, digantung di penjara pusat di Lahore.
|
|
Selanjutnya...
|
|
Ditulis oleh Ted Sprague
|
|
Selasa, 14 Mei 2013 05:54 |
|
Di tengah semua kekuatan gelap itu, ada secercah cahaya yang muncul. Kamerad Ali Wazir, seorang Marxis dari The Struggle, yakni seksi Pakistan dari International Marxist Tendency (IMT), memenangkan pemilu di Waziristan Selatan.
|
|
Selanjutnya...
|
|
Ditulis oleh Koresponden IMT di Pakistan
|
|
Selasa, 19 Maret 2013 22:58 |
|
Berikut ini kami sajikan laporan dari Kongres ke-32 dari The Struggle, sebuah organisasi Marxis di Pakistan yang merupakan seksi dari International Marxist Tendency (IMT), yang dihadiri lebih dari 2500 kamerad. Kongres akbar ini menunjukkan kekuatan Marxisme di tengah kegelapan reaksioner rejim Pakistan, dimana gagasan Marx, Engels, Lenin, dan Trotsky dapat dibangun bahkan di tengah situasi yang teramat sulit.
|
|
Selanjutnya...
|
|
Ditulis oleh International Marxist Tendency (IMT)
|
|
Senin, 23 Juli 2012 00:57 |
|
Kemanapun kapitalis mencari, mereka tidak menemukan solusi. Ilusi bahwa Asia dapat menyelamatkan mereka, dengan cepat menguap. Mereka dibangunkan oleh kenyataan bahwa Asia, kendati potensi produksinya yang besar, tidak akan dapat menggantikan hilangnya permintaan dan produksi di Eropa dan AS. Ini dicontohkan oleh Jepang, yang sudah berubah dari model negara yang tumbuh berkembang menjadi sebuah negara yang dijangkiti oleh stagnasi jangka panjang, pengangguran yang meningkat, dan kontradiksi sosial yang semakin besar.
|
|
Selanjutnya...
|
|
Ditulis oleh Lal Khan
|
|
Kamis, 15 Desember 2011 13:13 |
|
Kaum kapitalis di dunia maju, pada satu sisi, luar biasa gembira atas restorasi kapitalis di Tiongkok, sementara pada saat yang sama mereka dibuat cemas oleh klas penguasa birokratik Tiongkok yang tidak mengizinkan mereka menjarah Tiongkok habis-habisan. Konflik-konflik mereka tidak berwatak ideologis, tapi disebabkan oleh persaingan di pasar, investasi, dan antagonisme perdagangan.
|
|
Selanjutnya...
|
|
Ditulis oleh Fred Weston
|
|
Rabu, 07 September 2011 11:53 |
|
Pandangan klasik tentang bagaimana kapitalisme berkembang adalah di dalam masyarakat feodal suatu kelas timbul, yang terdiri dari para pedagang, bankir, para industrialis awal, yakni burjuasi, dan bahwa supaya klas ini mampu mengembangkan potensi penuhnya sebuah revolusi burjuis diperlukan untuk mematahkan batas-batas yang diimposisikan oleh aristokrasi feodal bertanah. Itulah bagaimana hal-ihwalnya berkembang, kurang lebih, di negeri-negeri seperti Prancis dan Inggris, tapi tidak di Jepang.
|
|
Selanjutnya...
|
|
Ditulis oleh Ted Sprague
|
|
Minggu, 07 Agustus 2011 03:21 |
|
Kedamaian dan Ketentraman - Mahkota dari setiap kelas penguasa di setiap epos. Pada 9 Juli, demonstrasi 50 ribu orang di tengah kota Kuala Lumpur merampok kelas penguasa Malaysia dari kedamaian dan ketentraman ini. Diorganisir oleh sebuah koalisi NGO-NGO dan kelompok-kelompok sipil, yang disebut koalisi Bersih 2.0, demonstrasi ini mengguncang Malaysia sampai ke dasarnya.
|
|
Selanjutnya...
|
|
Ditulis oleh Lal Khan
|
|
Senin, 13 Juni 2011 00:00 |
|
Ada Pakistan yang lain, yakni Pakistannya kaum buruh dan tani, Pakistan dengan tradisi sosialismenya Bhutto pada tahun 1960-70. Pakistan hari ini, yang penuh dengan kesengsaraan dan keterbelakangan, penuh dengan terorisme dan Islam fundamentalisme, adalah hasil dari kebuntuan kapitalisme.
|
|
Selanjutnya...
|
|
Ditulis oleh Charlie Moor
|
|
Selasa, 31 Mei 2011 23:09 |
|
Sejak rakyat Afrika Selatan menggulingkan rezim Apartheid dan mendorong ANC (Kongres Nasional Afrika) ke dalam kekuasaan, kaum borjuasi Afrika Selatan, para ideolognya, dan media massanya, telah menggelar sebuah perang dusta dan fitnah yang terus menerus dari hari ke hari terhadap ANC, SACP (Partai Komunis Afrika Selatan), dan – organisasi-organisasi massa tradisional kaum muda, kaum buruh, dan kaum miskin Afrika Selatan.
|
|
Selanjutnya...
|
|
Ditulis oleh Lal Khan
|
|
Senin, 30 Mei 2011 08:56 |
|
Bhutto mungkin telah dihilangkan secara fisik namun warisan perjuangannya tetap merupakan suatu faktor yang vital dalam politik Pakistan. Akan tetapi, warisan-perjuangan itu telah dinodai dan diputarbalikkan oleh klik yang duduk pada pucuk pimpinan partainya dan berkuasa dengan mengatasnamakan warisan perjuangannya.
|
|
Selanjutnya...
|
|
|