|
Ditulis oleh Lal Khan
|
|
Kamis, 15 Desember 2011 13:13 |
|
Kaum kapitalis di dunia maju, pada satu sisi, luar biasa gembira atas restorasi kapitalis di Tiongkok, sementara pada saat yang sama mereka dibuat cemas oleh klas penguasa birokratik Tiongkok yang tidak mengizinkan mereka menjarah Tiongkok habis-habisan. Konflik-konflik mereka tidak berwatak ideologis, tapi disebabkan oleh persaingan di pasar, investasi, dan antagonisme perdagangan.
|
|
Selanjutnya...
|
|
Ditulis oleh Fred Weston
|
|
Rabu, 07 September 2011 11:53 |
|
Pandangan klasik tentang bagaimana kapitalisme berkembang adalah di dalam masyarakat feodal suatu kelas timbul, yang terdiri dari para pedagang, bankir, para industrialis awal, yakni burjuasi, dan bahwa supaya klas ini mampu mengembangkan potensi penuhnya sebuah revolusi burjuis diperlukan untuk mematahkan batas-batas yang diimposisikan oleh aristokrasi feodal bertanah. Itulah bagaimana hal-ihwalnya berkembang, kurang lebih, di negeri-negeri seperti Prancis dan Inggris, tapi tidak di Jepang.
|
|
Selanjutnya...
|
|
Ditulis oleh Ted Sprague
|
|
Minggu, 07 Agustus 2011 03:21 |
|
Kedamaian dan Ketentraman - Mahkota dari setiap kelas penguasa di setiap epos. Pada 9 Juli, demonstrasi 50 ribu orang di tengah kota Kuala Lumpur merampok kelas penguasa Malaysia dari kedamaian dan ketentraman ini. Diorganisir oleh sebuah koalisi NGO-NGO dan kelompok-kelompok sipil, yang disebut koalisi Bersih 2.0, demonstrasi ini mengguncang Malaysia sampai ke dasarnya.
|
|
Selanjutnya...
|
|
Ditulis oleh Lal Khan
|
|
Senin, 13 Juni 2011 00:00 |
|
Ada Pakistan yang lain, yakni Pakistannya kaum buruh dan tani, Pakistan dengan tradisi sosialismenya Bhutto pada tahun 1960-70. Pakistan hari ini, yang penuh dengan kesengsaraan dan keterbelakangan, penuh dengan terorisme dan Islam fundamentalisme, adalah hasil dari kebuntuan kapitalisme.
|
|
Selanjutnya...
|
|
Ditulis oleh Charlie Moor
|
|
Selasa, 31 Mei 2011 23:09 |
|
Sejak rakyat Afrika Selatan menggulingkan rezim Apartheid dan mendorong ANC (Kongres Nasional Afrika) ke dalam kekuasaan, kaum borjuasi Afrika Selatan, para ideolognya, dan media massanya, telah menggelar sebuah perang dusta dan fitnah yang terus menerus dari hari ke hari terhadap ANC, SACP (Partai Komunis Afrika Selatan), dan – organisasi-organisasi massa tradisional kaum muda, kaum buruh, dan kaum miskin Afrika Selatan.
|
|
Selanjutnya...
|
|
Ditulis oleh Lal Khan
|
|
Senin, 30 Mei 2011 08:56 |
|
Bhutto mungkin telah dihilangkan secara fisik namun warisan perjuangannya tetap merupakan suatu faktor yang vital dalam politik Pakistan. Akan tetapi, warisan-perjuangan itu telah dinodai dan diputarbalikkan oleh klik yang duduk pada pucuk pimpinan partainya dan berkuasa dengan mengatasnamakan warisan perjuangannya.
|
|
Selanjutnya...
|
|
Ditulis oleh Lal Khan
|
|
Senin, 30 Mei 2011 08:15 |
|
Pada tahun 1989, tentara Rusia yang terakhir menyeberangi Sungai Oxus. Dari Afghanistan mereka kembali ke Uni Soviet. Pada tahun itu juga, filsuf Amerika-Jepang di Universitas St. James, Maryland, yang juga seorang agen CIA, Francis Fukuyama, tampil dengan tesisnya yang keji: “Akhir Sejarah” (the End of History). Namun, meski Tembok Berlin telah runtuh dan Uni Soviet telah jatuh, tesis Fukuyama segera disangkal oleh sejarah itu sendiri dengan pecahnya Perang Teluk yang Pertama pada tahun 1991.
|
|
Selanjutnya...
|
|
Ditulis oleh Alan Woods
|
|
Senin, 31 Januari 2011 05:36 |
|
Kobaran api kemarahan rakyat telah menyebar ke seluruh Mesir dan tak ada yang dapat menghentikannya. Nasib rejim Mubarak ada di ujung tanduk. Hari ini (28/1) terjadi benturan-benturan berdarah di jalan-jalan Kairo dan di kota-kota Mesir lainnya yang mana perjuangan untuk kekuasaan telah masuk ke tahapan yang baru. Massa dipanggil untuk berdemo setelah sembahyang Jumat. Rejim Mubarak telah memperingatkan bahwa setiap demo dihadapi dengan kekuatan penuh negara. Panggung telah dipersiapkan untuk sebuah konfrontasi yang dramatis.
|
|
Selanjutnya...
|
|
Ditulis oleh Ted Sprague
|
|
Rabu, 11 Agustus 2010 10:27 |
|
Cina baru saja melewati Jepang sebagai ekonomi terbesar kedua di dunia. Di tengah berita ini, ada seorang pengantar susu yang kehilangan darah begitu banyak hingga masuk rumah sakit karena takut kehilangan 10 yuan. Inilah kisah keajaiban ekonomi Tiongkok.
|
|
Selanjutnya...
|
|
Ditulis oleh Jesus S. Anam
|
|
Sabtu, 31 Juli 2010 21:46 |
|
Dahaga rakyat Nepal akan perubahan revolusioner memang masih tertahan. Mata air sosialisme masih mencari celah untuk bisa keluar dan mengairi tenggorokan seluruh rakyat negeri itu. Namun, meski demikian, api perjuangan mereka tetap menyala dan jauh dari tanda-tanda akan redup. Pemogokan besar dengan puluhan ribu massa pada bulan Mei lalu, yang dimobilisasi oleh Partai Komunis Persatuan Nepal-Maois (UCPN-M), yang menuntut pengunduran diri perdana menteri yang baru, Madhav Kumar, menunjukkan keinginan besar rakyat untuk berubah dan memilih jalan sosialisme. |
|
Selanjutnya...
|
|
|