|
Ditulis oleh Dr. Zayar
|
|
Kamis, 22 Oktober 2009 01:53 |
|
Buku ini mewakili sebuah kontribusi yang penting bagi pemahaman kita tentang revolusi Iran. Pengarang mempunyai segala hal yang dibutuhkan dalam melaksanakan tugasnya, merupakan seorang partisipan yang menonjol dan berpengalaman dalam gerakan Marxis dan gerakan buruh di Pakistan, dengan hubungan lama yang dijalin dengan Iran maupun Afghanistan. Karyanya ini akan berguna terutama di Barat dimana disitu dipercaya secara universal bahwa revolusi tahun 1979 adalah sebuah gerakan fundamentalis Islam yang dipimpin oleh Ayatullah Khomeini yang mendorong Iran kembali ke abad ke-6. Pandangan ini telah disebarluaskan dengan baik oleh yang berkuasa, yang memiliki sebuah vested interest dalam mendiskreditkan ide dasar revolusi dalam pikiran kelas pekerja di Barat. Hal seperti itu, dalam kenyataannya, adalah sebuah kebohongan yang keji.
|
|
Selanjutnya...
|
|
|
Ditulis oleh Ted Sprague
|
|
Kamis, 09 Juli 2009 15:11 |
|
Jutaan rakyat Iran turun ke jalan menuntut perubahan rejim di Iran. Gerakan yang semula dipercikkan oleh “kecurangan pemilu” telah berubah menjadi gerakan menuntut hak-hak demokrasi sepenuhnya dan turunnya kediktaturan Republik Islam Iran. Berikut ini adalah wawancara (yang dilakukan pada tanggal 2 Juli 2009) dengan Arash Azizi, seorang aktivis sosialis dari Iran.
|
|
Selanjutnya...
|
|
Ditulis oleh Alan Woods
|
|
Senin, 22 Juni 2009 17:33 |
|
Peristiwa-peristiwa dramatik sedang terjadi di Iran. Ratusan ribu rakyat turun ke jalan dengan tenang melalui pusat kota Tehran pada hari Senin (15 Juni) untuk memprotes pemilihan presiden Iran. Ini adalah demonstrasi anti-pemerintah terbesar semenjak Revolusi 1979. Situasi revolusioner di Iran berkembang dengan sangat cepat. Dalam satu minggu semenjak artikel ini ditulis (15 Juni 2009) dan diterbitkan dalam Bahasa Indonesia (22 Juni 2009), situasi di Iran sudah bertambah akut. |
|
Selanjutnya...
|
|
Ditulis oleh Alan Woods
|
|
Kamis, 18 Juni 2009 11:49 |
|
Dua kandidat bersaing di dalam “pemilihan presiden” Iran, tetapi rejim Iran sudah menentukan siapa yang akan menang jauh sebelum pemilihan ini diselenggarakan. Walaupun Mousavi adalah “oposisi loyal” yang moderat, sebagian besar rakyat Iran menggunakan suara mereka untuk menyuarakan oposisi mereka terhadap rejim ini. Segera setelah “hasil pemilihan” diumumkan, kerusuhan meledak di jalan-jalan, yang menunjukkan kemarahan dan ketidakpuasan rakyat. Peristiwa ini menandai sebuah fase baru di dalam perkembangan Revolusi Iran. |
|
Selanjutnya...
|
|
Ditulis oleh Maziar Razi
|
|
Selasa, 16 Juni 2009 17:37 |
|
Banyak kaum muda telah memilih Mousavi guna merubah masyarakat. Akan tetapi Mousavi sendiri adalah bagian dari rejim Iran dan ia hanya ingin memperbaiki Republik Islam Iran, dan tidak berniat membawa perubahan fundamental bagi masyarakat Iran. Ini adalah sebuah surat terbuka dari kawan Maziar Razi, anggota Tendensi Marxis Revolusioner Iran. |
|
Selanjutnya...
|
|
|
|
|
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 Berikutnya > Akhir >>
|
|
|