|
Ditulis oleh Nophee Yohana (Aktivis Solidaritas Perjuangan Buruh Jombang)
|
|
Sabtu, 03 Juli 2010 23:23 |
|
Berbicara mengenai buruh haruslah diawali dengan logika relasi yang terjadi antara buruh dan majikan. Dalam relasi buruh-majikan, posisi buruh selalu subordinatif terhadap majikan. Hal ini merupakan akibat dari ketidakseimbangan kekuasaan ekonomi yang selanjutnya memunculkan ketidakseimbangan dalam kekuasaan politik. Eksploitasi dan penindasan adalah fakta sosiologis dalam masyarakat kapitalis. Ini adalah kenyataan yang akan terus terjadi selama sistem belum berganti. Karena dalam masyarakat kapitalis, proletariat, atau kaum buruh, tidak memiliki akses ke sarana produksi mereka sendiri. Ini artinya tidak ada pilihan lain bagi buruh kecuali menyerahkan hidupnya untuk memperkaya sang pengusaha hanya untuk kelangsungan hidupnya. Kenyataan yang sungguh tragis.
|
|
Selanjutnya...
|
|
|
Ditulis oleh Muhammad Hakam
|
|
Sabtu, 03 Juli 2010 04:43 |
|
Ratusan buruh CV. Heksa Manunggal Utama sungguh bernasib mengenaskan. Tidak hanya upah yang terlalu kecil (jauh di bawah UMK) yang mereka dapatkan, tetapi hak-hak lain seperti Jamsostek, upah lembur, hak cuti, THR (Tunjangan Hari Raya), hak berserikat, dan semua tunjangan-tunjangan lain juga tidak diberikan. Kondisi ini kemudian memicu kemarahan buruh. Dan pada hari Senin tanggal 21 Juni lalu mereka mulai menggelar aksi protes di depan pabrik tersebut. |
|
Selanjutnya...
|
|
Ditulis oleh Jesus S. Anam
|
|
Rabu, 23 Juni 2010 03:35 |
|
Tulisan ini bermula dari pertanyaan “kenapa biaya Pilkada (pemilihan umum kepala daerah) begitu mahal” oleh seorang buruh di Gresik, saat mendengar betapa besarnya biaya yang dikeluarkan untuk merebut kursi kepala daerah kabupaten Gresik. Dan tidak hanya di Gresik tentunya, tetapi hampir di seluruh Indonesia, biaya politik semakin tinggi. |
|
Selanjutnya...
|
|
Ditulis oleh Redaksi Militan Indonesia
|
|
Selasa, 25 Mei 2010 03:55 |
|
Sekelompok mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bandung menggelar acara bedah buku Revolusi Permanen karya Leon Trotsky dalam rangka launching Studi Pembebasan Mustad’afin (SPM). Acara yang diadakan pada tanggal 15 Mei lalu tersebut mengundang tiga narasumber: Jesus S. Anam (Militan Indonesia), Daniel Indra Kusuma (KPRM-PRD), dan Mutiara Ika Pratiwi (LMND-PRM). |
|
Selanjutnya...
|
|
Ditulis oleh Ady Thea
|
|
Minggu, 16 Mei 2010 16:16 |
|
MayDay 2010 dirayakan oleh ribuan buruh di Jakarta dengan turun ke jalan. Hari bersejarah ini digunakan oleh kawan-kawan buruh untuk mengekspresikan kemuakan mereka terhadap kapitalisme, Kawan Ady, koresponden Militan di Jakarta, melaporkan apa yang dia saksikan pada saat demo MayDay tersebut. Hidup Buruh! Buruh Berkuasa Rakyat Sejahtera!
|
|
Selanjutnya...
|
|
|
|
|
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 Berikutnya > Akhir >>
|
|
|