|
Share
Kapitalisme selalu dan akan selalu memproduksi krisis. Krisis kapitalisme tidak akan bisa diselesaikan dengan cara kapitalis, karena kapitalisme adalah krisis itu sendiri. Demikianlah cuplikan pidato politik yang disampaikan oleh salah seorang anggota International Marxist Tendency seksi Inggris, Adam Booth, pada acara diskusi politik 6 Desember kemarin di kampus STT. Abdiel.
Diskusi yang mengambil tema “Transformasi Sosial dalam Perspektif Politik dan Teologi” tersebut dihadiri oleh hampir seluruh civitas akademika STT. Abdiel. Selain Adam Booth dari Inggris, dua pembicara lain juga hadir dalam diskusi ini untuk menyampaikan pandangannya, yakni Jesus S. Anam (kader Militan Indonesia) dan Pdt. Dominggus (rektor STT. Abdiel).
Adam Booth, yang secara spesifik menyoroti krisis kapitalisme yang tengah melanda Eropa dan Amerika, mengatakan bahwa seluruh dunia sedang menghadapi krisis kapitalisme yang teramat dalam, dan dalam krisis ini, di bawah kapitalisme, tidak akan ada jalan keluarnya. Setiap upaya yang dilakukan oleh kaum borjuis untuk mengatasi krisis adalah pekerjaan yang hanya menunda krisis – akan tetap menuju atau kembali kepada krisis, bahkan pada tingkat yang lebih tinggi.
Booth, lebih jauh, mengatakan bahwa kaum borjuis sudah tidak bisa berbuat apa-apa. Mereka sudah lemah secara politik dan ekonomi. Dalam kondisi material seperti ini, kesadaran massa rakyat berkembang cepat, bahkan dalam hitungan detik. Aksi massa besar-besaran yang tengah terjadi di Eropa dan fenomena Wallstreet memberi gambaran riil tentang perkembangan kesadaran massa, yang akan berkembang – cepat atau lambat, secara dialektis – ke arah revolusi.
Perjuangan kelas yang sedang dimulai ini tidak akan mengambil proses yang linear, lanjut Booth, tetapi akan bergerak dengan ritme pasang dan surut, akan terdapat kecenderungan revolusioner dan kontra-revolusioner. Tetapi massa akan belajar dari kekalahan dan terus terdorong untuk memperoleh kemenangan. Seiring waktu, mereka akan mencari cara yang revolusioner untuk keluar dari krisis kapitalisme. Hal senada disampaikan juga oleh Jesus S. Anam. Jesus mempertegas apa yang telah disampaikan oleh Booth. Menurut Jesus, hanya dengan jalan sosialisme krisis ekonomi yang tengah melanda dunia bisa diselesaikan. Transformasi sosial yang sesungguhnya akan terjadi ketika kekuasaan kaum borjuis bisa dihancurkan oleh perjuangan kelas buruh. Oleh sebab itu, kata Jesus, keterlibatan mahasiswa (STT. Abdiel) dalam perjuangan kelas buruh sangat diperlukan. Apalagi, tambah Jesus, seluruh mahasiswa Seminari Abdiel adalah calon-calon pendeta yang akan bergulat dengan kehidupan riil jemaatnya. Ini kesempatan bagi gereja untuk membumikan diri, menjadi bagian dari perjuangan kelas buruh, dan bukan sebaliknya, menjadi instrumen kapitalis.
Perspektif teologis mengenai transformasi sosial disampaikan oleh Pdt. Dominggus. Meskipun perspektif Pdt. Dominggus sangat berbeda dengan Booth dan Jesus, tetapi masih ada irisan-irisan pemikiran yang bisa dijadikan sebagai landasan untuk melakukan kerja politik bersama: bahwa hanya dengan kemenangan perjuangan kelas buruh akan terjadi transformasi sosial yang sesungguhnya!
Diskusi berakhir sekitar pukul 18.15 WIB. Moderator diskusi, Pdt. Rudi, memberikan kalimat akhir yang cukup menegaskan, bahwa mahasiswa STT. Abdiel haruslah mampu berpikir maju secara teologis dan menjadikan gereja sebagai basis dari praksis pembebasan, dan juga mampu terlibat langsung dalam perjuangan kelas buruh hingga tercapaiannya kemenangan. |