Deklarasi Spartakus, Langkah Awal Perjuangan Pemuda Kristen Sosialis

Berita ini ditulis berdasarkan pengamatan kawan Jesus S. Anam dari Militan, yang mendapat kehormatan diundang untuk hadir menyaksikan deklarasi Spartakus ini.

Serikat Perjuangan Pemuda Kristen untuk Sosialisme (Spartakus), sebuah wadah politik bagi pemuda Kristen sosialis, berhasil dideklarasikan pada 17 Oktober kemarin. Acara deklarasi yang bersahaja namun penuh semangat ini dihadiri oleh sejumlah staf pengajar sekolah teologi dan mahasiswa dari beberapa universitas di Semarang.

Lahirnya Spartakus merupakan proses awal untuk membentuk karakter perjuangan kaum muda Kristen yang berperspektif kelas. Perspektif fundamental yang mendasari berdirinya Spartakus adalah bahwa tidak ada jalan lain untuk membebaskan kaum pekerja dari penindasan kapitalisme selain dengan sosialisme. Kesadaran sosialis kaum muda Kristen ini, yang terlibat secara intensif dalam lingkaran diskusi di Semarang, merupakan jalan awal untuk mengintegrasikan perjuangan kaum muda dengan kaum buruh di wilayah Semarang dan sekitarnya.

Ketegasan “politik kelas” yang dikandung oleh Spartakus terpapar dengan jelas dalam pidato politik kawan Pandu - salah satu deklarator Spartakus. Pandu secara eksplisit mengatakan bahwa kesadaran akan Missio Dei dan tugas-tugas historis kelas buruh serta pentingnya persatuan rakyat pekerja di bawah kepemimpinan kelas buruh seharusnya mendorong para pemuda Kristen untuk menghubungkan diri dengan semua lapisan rakyat pekerja. Para pemuda Kristen terpanggil untuk hidup bersama dengan rakyat pekerja dan melakukan kerja-kerja politik berupa penyadaran, pendidikan, pengorganisasian, dan mobilisasi rakyat pekerja, sambil berawas-awas dan berjaga-jaga mencermati tanda-tanda zaman yang menyatakan momentum revolusioner bagi gerakan rakyat pekerja. Saat ini, tanda-tanda zaman itu semakin nyata, dengan krisis ekonomi yang melanda Eropa dan Amerika, yang dampaknya akan segera melanda Indonesia.

Pernyataan yang bermuatan sama juga disampaikan oleh Budi Harianto, salah seorang peserta deklarasi. Dengan ilustrasi yang diambil dari Al-kitab, yakni kisah mengenai orang kaya dan Lazarus, Budi mengatakan bahwa kaum muda Kristen dituntut untuk terjun ke arena perjuangan untuk pembebasan kelas tertindas.

Usai deklarasi, sebelum menyanyikan lagu “Internationale”, kawan Jesus menyampaikan beberapa kata sambutan. Dalam sambutan singkatnya, kawan Jesus dari Militan yang mendapat kehormatan diundang untuk menyaksikan deklarasi ini mengatakan:

“Peristiwa [deklarasi Spartakus] ini merupakan peristiwa yang monumental. Hari ini kalian, kaum muda Kristen, telah berani mengambil pilihan politik yang revolusioner. Hari ini pula, kalian, kaum muda Kristen, telah berani berkomitmen untuk mendukung perjuangan kelas pekerja; mendukung perjuangan sosialisme. Pilihan politik dan komitmen perjuangan ini berkonsekuensi berat: jika kalian lari dari perjuangan kelas ini, maka sejarah akan mencatat kalian sebagai pengkhianat; dan sebaliknya, jika kalian tetap teguh dalam garis perjuangan ini, maka, selain sejarah akan mencatatmu sebagai seorang sosialis sejati, kemenangan politik kaum proletar akan terwujud!”

Selanjutnya deklarasi ditutup dengan menyanyikan lagu “Internationale”. Para deklarator dan peserta deklarasi menyanyikan lagu tersebut dengan khidmat. Usai penutupan, beberapa lagu perjuangan juga dinyanyikan bersama-sama dengan tangan terkepal erat.

Hidup kaum buruh!

Hidup kaum muda!

Hidup sosialisme!