|
Ditulis oleh Semaoen (1920)
|
|
Minggu, 06 Desember 2009 07:07 |
|
Hikayat Kadiroen adalah sebuah novel karangan Semaoen (1899-1977), ketua umum Partai Komunis Indonesia yang pertama. Ditulis oleh Semaoen ketika dia berada di penjara pada tahun 1919 akibat pembangkangannya terhadap Pemerintah Belanda pada saat itu. Buku ini lalu diterbitkan pertama kalinya pada tahun 1920 di Semarang. Hikayat Kadiroen adalah salah satu sumbangsih awal terhadap kesusasteraan Indonesia, salah satu dari sedikit sastra yang berbahasa Melayu pada saat itu. Bercerita mengenai kezaliman penjajah Belanda, novel bernuansa realisme sosialis ini dimaksudkan untuk membangkitkan rasa juang rakyat pekerja dan petani untuk melawan penjajahan.
|
|
Selanjutnya...
|
|
|
Ditulis oleh Rendra (1980)
|
|
Kamis, 12 November 2009 23:40 |
|
Ketika buruh-buruh wanita antri uang gaji, hari senja dan mandor-mandor menaksir tetek mereka; Ketika seorang guru membawa catatan utang-utangnya, matahari condong dan isterinya menyodorkan rekening listrik, seorang pencopet yang tangannya patah digebug polisi, terletak di sel dan bertanya: "Apakah gunanya kemerdekaan?" |
|
Selanjutnya...
|
|
Ditulis oleh Wiji Thukul (1987)
|
|
Sabtu, 31 Oktober 2009 18:13 |
|
jika kami bunga engkau adalah tembok tapi di tubuh tembok itu telah kami sebar biji-biji suatu saat kami akan tumbuh bersama dengan keyakinan: engkau harus hancur! |
|
Selanjutnya...
|
|
|
Ditulis oleh Wiji Thukul (1992)
|
|
Minggu, 18 Oktober 2009 05:59 |
|
kepala dan dada masih penuh nyanyi panas hari depan buruh di tangan kami sendiri bukan di mulut politikus bukan di meja spsi |
|
Selanjutnya...
|
|
Ditulis oleh Wiji Thukul (1992)
|
|
Rabu, 07 Oktober 2009 22:47 |
|
di lembang ada kawan sofyan jualan bakso kini karena dipecat perusahaan karena mogok karena ingin perbaikan karena upah ya karena upah |
|
Selanjutnya...
|
|
|
|
|
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 Berikutnya > Akhir >>
|
|
|