Lain-Lain
|
Ditulis oleh Jesus S. Anam
|
|
Rabu, 07 Desember 2011 00:00 |
|
"Penderitaan religius, pada saat yang bersamaan, adalah ekspresi dari penderitaan riil dan protes terhadap penderitaan riil tersebut. Agama adalah keluh-kesah makhluk tertindas, jantung-hati dari dunia yang tak berperasaan, dan jiwa dari situasi yang tak berjiwa. Agama adalah candu bagi masyarakat.” - Karl Marx
|
|
Selanjutnya...
|
|
Ditulis oleh Pandu Jakasurya
|
|
Minggu, 04 Desember 2011 00:00 |
|
Kapitalisme menjadikan agama sebagai barang dagangan, dan agama mengesahkan kapitalisme. Kapitalisme nampak baik secara moral keagamaan di hadapan massa-rakyat yang sehari-hari dieksploitasi jerih-payahnya di tempat-tempat kerja dan dimanipulasi kesadarannya dalam acara-acara keagamaan. Mereka diminumi “opium”, “candu”, untuk melarikan diri ke alam sorgawi khayalan sambil terus meregang nyawa dalam kemiskinan.
|
|
Selanjutnya...
|
|
Ditulis oleh Ted Sprague
|
|
Rabu, 13 Januari 2010 12:49 |
|
Di dalam gerakan revolusioner, masalah keuangan adalah masalah politik, bukan masalah pembukuan semata. Tugas-tugas organisasi lahir dari perspektif politik, dan rencana keuangan lahir dari tugas-tugas organisasi yang harus kita emban. Tidak peduli seberapa gemilang perspektif dan ide kita, bila kita tidak memiliki sumber daya untuk mempraktekkannya maka ide-ide yang paling revolusioner pun hanya akan jadi obrolan sambil lalu di warung kopi. Oleh karena itu, setiap organisasi revolusioner, baik itu partai politik maupun serikat buruh, harus mempunyai sikap yang serius terhadap masalah keuangan. "Berani membayar iuran yang besar berarti berani untuk memerdekakan kaum buruh." (Semaoen, Penuntun Kaum Buruh) |
|
Selanjutnya...
|
|
Ditulis oleh Phil Mitchinson
|
|
Selasa, 13 Februari 2007 18:51 |
|
Untuk berjuang melawan kapitalisme dan membawa sosialisme ke bumi ini, sebuah perspektif dan ide yang revolusioner dibutuhkan. Marxisme adalah kaca mata analisa yang bisa memberikan pemahaman komprehensif akan gerak masyarakat. Tanpa pemahaman revolusioner, tidak akan ada aksi revolusioner.
|
|
Selanjutnya...
|
|
Ditulis oleh Alan Woods dan Ted Grant
|
|
Kamis, 25 Juni 1998 07:00 |
|
Indonesian translation of
Marxism and the Struggle Against Imperialism: Third World in Crisis by Ted Grant and Alan Woods (June 25, 1998)
|
|
Selanjutnya...
|
|
|
|
|
|
|
|