|
Ditulis oleh Ted Sprague
|
|
Senin, 01 April 2013 00:00 |
|
Yang menghalangi buruh dari mempertahankan diri mereka bukanlah masalah teknis, tetapi rantai yang lama mengikat pikiran mereka dan menjajah pikiran mereka, yang membuat mereka pasif dan penurut. Patahkan rantai ini dengan pendidikan politik revolusioner dan tidak akan ada tembok apapun yang akan memisahkan mereka dari membentuk organ pertahanan, tidak akan ada masalah teknis apapun yang tidak dapat mereka pecahkan.
|
|
Selanjutnya...
|
|
Ditulis oleh V.I. Lenin
|
|
Selasa, 06 November 2012 00:00 |
|
Adalah tugas kita untuk memahami semua masalah liberal, untuk menentukan sikap Sosial-Demokratik kita terhadapnya, untuk membantu kaum proletar terlibat aktif di dalam penyelesaiannya dan mencapai solusi dengan caranya sendiri, dengan cara proletarian. Mereka-mereka yang menolak terlibat (apapun maksud mereka) pada kenyataannya membiarkan kaum liberal memimpin dan memberikan pendidikan politik kepada kaum buruh, dan menyerahkan hegemoni di dalam perjuangan politik kepada elemen-elemen, yang pada analisa terakhir, adalah pemimpin-pemimpin demokrasi borjuis.
|
|
Selanjutnya...
|
|
Ditulis oleh In Defence of Marxism
|
|
Selasa, 11 September 2012 18:17 |
|
Berikut adalah pengalaman dua aktivis mahasiswa revolusioner di Inggris, kawan Alan Woods dan kawan Adam Booth. Kawan Alan Woods menceritakan pengalamannya sebagai seorang Marxis di kampus ketika sedang membangun gerakan revolusioner pada tahun 1960an. Kawan Adam Booth sementara membagi pengalamannya di tahun 2000an. Pengalaman kedua pejuang Marxis ini dapat kita pelajari, yakni bagaimana mereka menerapkan metode Marxisme dan Bolshevisme dalam gerakan mahasiswa.
|
|
Selanjutnya...
|
|
Ditulis oleh Ted Sprague
|
|
Jumat, 10 Agustus 2012 23:50 |
|
Tanggapan terhadap "Lenin, PKS, dan Realisme"nya Martin Suryajaya. Satu abad yang sudah hilang ini adalah pondasi yang harus kita bangun kembali di dalam gerakan kita. Rusia, Rusia, dan Rusia, dan kita tidak ragu untuk mengulang: Rusia, Rusia, dan Rusia, karena kita sudah lihat bahwa banyak pencolek Lenin yang ingin menggunakan otoritas Revolusi Oktober Rusia sebagai pembenaran terhadap obat-obat mujarab bin ajaib mereka.
|
|
Selanjutnya...
|
|
Ditulis oleh Ted Sprague
|
|
Senin, 28 Mei 2012 02:14 |
|
Jawaban terhadap "PKS dan Lenin"nya Ragil Nugroho. Sudah terlalu sering kita temui mereka-mereka yang mencolek Marxisme dan Leninisme untuk menambal pemikiran mereka yang bolong-bolong, dengan harapan kalau kilau Marxisme-Leninisme bisa membuat pemikiran mereka yang dangkal dan membosankan semakin menarik, atau justru menyilaukan mata kita dari buruknya gagasan mereka.
|
|
Selanjutnya...
|
|
Ditulis oleh Ted Sprague
|
|
Jumat, 18 Mei 2012 00:00 |
|
Adalah sebuah hukum umum bahwa ketika buruh pertama kali bergerak mereka akan bergerak melalui organisasi massa tradisional mereka. Mereka akan menggunakan hal pertama yang ada di depan mata mereka. Mereka akan menggunakan alat yang saat itu ada di tangan mereka. Mereka akan menguji alat-alat mereka. Melalui pengalaman ini, mereka akan mengubah alat mereka, atau membuangnya dan membuat yang baru bila diperlukan. Tugas kita adalah menemani mereka di dalam perjalanan mereka ini, dan membantu mereka mencapai kesimpulan revolusioner dengan menjelaskan perspektif Marxis secara sabar kepada mereka, memberikan mereka analisa yang detil.
|
|
Selanjutnya...
|
|
Ditulis oleh Jesus S. Anam
|
|
Rabu, 07 Desember 2011 00:00 |
|
"Penderitaan religius, pada saat yang bersamaan, adalah ekspresi dari penderitaan riil dan protes terhadap penderitaan riil tersebut. Agama adalah keluh-kesah makhluk tertindas, jantung-hati dari dunia yang tak berperasaan, dan jiwa dari situasi yang tak berjiwa. Agama adalah candu bagi masyarakat.” - Karl Marx
|
|
Selanjutnya...
|
|
Ditulis oleh Pandu Jakasurya
|
|
Minggu, 04 Desember 2011 00:00 |
|
Kapitalisme menjadikan agama sebagai barang dagangan, dan agama mengesahkan kapitalisme. Kapitalisme nampak baik secara moral keagamaan di hadapan massa-rakyat yang sehari-hari dieksploitasi jerih-payahnya di tempat-tempat kerja dan dimanipulasi kesadarannya dalam acara-acara keagamaan. Mereka diminumi “opium”, “candu”, untuk melarikan diri ke alam sorgawi khayalan sambil terus meregang nyawa dalam kemiskinan.
|
|
Selanjutnya...
|
|
Ditulis oleh Ted Sprague
|
|
Rabu, 13 Januari 2010 12:49 |
|
Di dalam gerakan revolusioner, masalah keuangan adalah masalah politik, bukan masalah pembukuan semata. Tugas-tugas organisasi lahir dari perspektif politik, dan rencana keuangan lahir dari tugas-tugas organisasi yang harus kita emban. Tidak peduli seberapa gemilang perspektif dan ide kita, bila kita tidak memiliki sumber daya untuk mempraktekkannya maka ide-ide yang paling revolusioner pun hanya akan jadi obrolan sambil lalu di warung kopi. Oleh karena itu, setiap organisasi revolusioner, baik itu partai politik maupun serikat buruh, harus mempunyai sikap yang serius terhadap masalah keuangan. "Berani membayar iuran yang besar berarti berani untuk memerdekakan kaum buruh." (Semaoen, Penuntun Kaum Buruh) |
|
Selanjutnya...
|
|
Ditulis oleh Phil Mitchinson
|
|
Selasa, 13 Februari 2007 18:51 |
|
Untuk berjuang melawan kapitalisme dan membawa sosialisme ke bumi ini, sebuah perspektif dan ide yang revolusioner dibutuhkan. Marxisme adalah kaca mata analisa yang bisa memberikan pemahaman komprehensif akan gerak masyarakat. Tanpa pemahaman revolusioner, tidak akan ada aksi revolusioner.
|
|
Selanjutnya...
|
|
|