|
Ditulis oleh Pandu Jakasurya
|
|
Kamis, 16 Mei 2013 18:24 |
|
Sekitar sebulan yang lalu saya membaca buku Kondisi Kelas Pekerja Inggris: Embrio Sosialisme Ilmiah. Karya Frederick Engels ini, yang ditulisnya lebih dari 150 tahun yang lalu, disadur dengan apik ke dalam bahasa Indonesia oleh Kawan Hidayat Purnama. Saya peroleh buku itu dari toko buku Buruh Membaca. Saya anjurkan Kawan-kawan sekalian membacanya pula karena banyak pelajaran yang bisa dipetik darinya, yang sangatlah relevan bagi perjuangan kelas pekerja Indonesia hari ini.
|
|
Selanjutnya...
|
|
Ditulis oleh Leon Trotsky (1906)
|
|
Kamis, 20 Desember 2012 11:33 |
|
Di dalam karya ini, Trotsky memberikan gambaran umum dialektika perkembangan syarat-syarat untuk sosialisme. Di dalam karya ini, yang adalah saduran dari "Hasil dan Prospek" dimana Trotsky untuk pertama kalinya menjabarkan teori Revolusi Permanen, Leon Trotsky mencoba menjawab: Apa syarat-syarat yang dibutuhkan untuk menuju sosialisme dan apakah syarat-syarat tersebut sudah dipenuhi?
|
|
Selanjutnya...
|
|
Ditulis oleh J.S. Anam
|
|
Selasa, 11 Desember 2012 00:00 |
|
Berikut ini adalah diktat presentasi kawan J.S. Anam yang disampaikannya pada Sekolah Marxis yang diselenggarakan oleh Spartakus di Semarang pada awal Desember. Disini, kawan Anam mengupas mengenai imperialisme dan tugas-tugas yang harus diemban oleh kaum revolusioner, khususnya para anggota Spartakus.
|
|
Selanjutnya...
|
|
Ditulis oleh Ted Sprague
|
|
Senin, 26 November 2012 00:00 |
|
Karya ini bermaksud memberikan gambaran yang lengkap mengenai imperialisme. Dimulai dari memahami kapitalisme dan perkembangannya secara historis, kita akan dapat memahami bagaimana imperialisme lahir. Kita akan dapat memahami bagaimana, seperti kata Lenin, imperialisme itu adalah tahapan tertinggi kapitalisme.
|
|
Selanjutnya...
|
|
Ditulis oleh Lenin
|
|
Minggu, 18 November 2012 15:25 |
|
Semakin dekat benturan antara perjuangan rakyat dengan Tsar dan semakin besar kemungkinan terrealisasikannya tuntutan dewan perwakilan rakyat, maka semakin dekat kaum proletariat revolusioner harus mengawasi kaum “borjuasi” demokratik. Segera setelah kita meraih kebebasan, secepat itu pula sekutu proletariat ini akan menjadi musuh.
|
|
Selanjutnya...
|
|
Ditulis oleh J.S. Anam
|
|
Selasa, 30 Oktober 2012 00:52 |
Kapitalisme merupakan sistem ekonomi yang, secara inheren, selalu tertelungkup di dalam krisis. Ia dikendalikan oleh kekuatan yang menyebabkannya tidak stabil, anarkis, dan seringkali melukai dirinya sendiri. Jadi benar apa yang telah dikatakan oleh Marx—bersama Engels—sekitar lebih dari 150 tahun yang lalu dalam Manifesto Komunis, yang mana kapitalisme ia gambarkan sebagai kekuatan “yang telah menjelmakan alat-alat produksi serta alat-alat pertukaran yang begitu raksasa, ... seperti tukang sihir yang tidak dapat mengontrol lagi tenaga-tenaga dari alam gaib yang telah dipanggil olehnya dengan mantra-mantranya.”
|
|
Selanjutnya...
|
|
Ditulis oleh Ted Sprague
|
|
Sabtu, 15 September 2012 00:00 |
|
Risalah singkat ini akan mengupas bagaimana kapitalisme berfungsi. Dengan menerapkan metode materialisme dialektis ke dalam ranah ekonomi, kita akan dapat melihat bagaimana buruh menjadi objek penindasan kapitalisme. Hanya dengan memahami mekanisme kapitalisme lewat kacamata Marxis maka buruh bisa menjawab kebohongan-kebohongan dan distorsi-distoris yang disebarkan oleh ahli-ahli ekonomi borjuis.
|
|
Selanjutnya...
|
|
Ditulis oleh Ted Sprague
|
|
Kamis, 13 September 2012 09:08 |
|
Sejarah dibuat oleh manusia. Dia adalah aktor di dalam drama yang telah berlangsung tanpa henti selama ratusan ribu tahun, semenjak ia beranjak berdiri keluar dari hutan belantara Afrika ke ladang savana yang luas, dan lalu menyebar ke seluruh penjuru dunia. Dengan berdiri tegak, tangannya terbebaskan untuk melakukan kerja yang tak mampu dilakukan sepupu keranya. Dengan kedua tangannya ini, dibangunlah peradaban-peradaban megah dan bangunan-bangunan raksasa: dari Piramida Mesir, Tembok Raksasa China, sampai Borobudur Indonesia.
|
|
Selanjutnya...
|
|
Ditulis oleh Ted Sprague
|
|
Sabtu, 30 Juni 2012 00:00 |
|
Sampai mana kita kaum revolusioner bisa menggunakan Pancasila dan Bung Karno-isme untuk mencapai sosialisme? Apa memang kita bisa menggunakan Pancasila sebagai jembatan untuk mencapai sosialisme?
|
|
Selanjutnya...
|
|
Ditulis oleh Jesus S. Anam
|
|
Jumat, 27 April 2012 15:40 |
|
Dalam ranah kesadaran kelas kaum buruh, aksi buruh menolak kenaikan harga BBM pada bulan Maret kemarin merupakan satu peristiwa kenaikan revolusioner. Dalam filsafat Marxis, kenaikan revolusioner ini bisa disebut fase perubahan dari kuantitas menjadi kualitas: yaitu titik kritis di mana perubahan-perubahan kecil menghantar pada perubahan kualitas yang bersifat fundamental. Tentu, hal ini terjadi bukan tanpa penyebab. Di situ terdapat peristiwa-peristiwa politik yang mampu mengakselerasi loncatan kesadaran tersebut.
|
|
Selanjutnya...
|
|
|
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 Berikutnya > Akhir >>
|
|
|