|
Ditulis oleh Ted Sprague
|
|
Sabtu, 07 Januari 2012 23:00 |
|
Lev Davidovich Bronstein, begitu nama aslinya. Bersama Lenin dan kaum Bolshevik di Rusia, dia memimpin Revolusi Oktober yang mendirikan negara buruh pertama di muka bumi. Namun nasibnya tragis. Terus berpegang pada cita-cita sosialisme yang sejati, dia menjadi musuh bebuyutan Josef Stalin. Dipecat dari partai, diasingkan dari Uni Soviet, diburu di mana-mana, difitnah, keluarganya dibunuhi, dan dia sendiri akhirnya mati di tangan agen rahasia Stalin di Meksiko. Sampai akhir hayatnya, dia berjuang untuk mempertahankan Uni Soviet dari bahaya internal – kaum birokrasi dan konter-revolusi – dan bahaya eksternal – intervensi imperialis.
|
|
Selanjutnya...
|
|
Ditulis oleh Leon Trotsky (1932)
|
|
Minggu, 01 Januari 2012 00:00 |
|
Oposisi Kiri lahir pada tahun 1923, sepuluh tahun yang lalu, di tanah Revolusi Oktober, di dalam partai yang berkuasa di Negara buruh yang pertama. Tertundanya perkembangan revolusi dunia membawa reaksi politik di tanah Revolusi Oktober. Oposisi Kiri lahir untuk melawan reaksi politik ini.
|
|
Selanjutnya...
|
|
Ditulis oleh Ted Sprague
|
|
Kamis, 29 Desember 2011 00:00 |
|
Sejarah Internasional Keempat adalah sejarah perjuangan untuk menjaga semangat internasionalisme perjuangan kelas pekerja ketika Stalin dan klik birokrasinya justru sedang melemahkannya. Tugas historisnya adalah menjaga nyala api Marxisme dan Bolshevisme di tengah badai reaksioner. Internasional yang selanjutnya akan lahir kembali untuk mengobarkan api revolusi sosialis sedunia, dan ketika ini terjadi ia akan ada di tingkatan yang lebih tinggi karena ia punya pengalaman – pelajaran-pelajaran perjuangan dan kekalahan – dari empat Internasional sebelumnya.
|
|
Selanjutnya...
|
|
Ditulis oleh Leon Trotsky (1921)
|
|
Senin, 14 November 2011 01:20 |
|
Setiap kali kita mempelajari sejarah Komune Paris, kita melihatnya dari aspek yang baru. Dan ini adalah karena pengalaman yang telah kita peroleh dari perjuangan-perjuangan revolusioner sesudahnya dan terutama oleh revolusi-revolusi baru-baru ini, bukan hanya Revolusi Rusia, tetapi juga Revolusi Jerman dan Hungaria. Peperangan Franco-Jerman[1] adalah sebuah ledakan yang berdarah-darah, sang pembawa pembantaian besar. Komune Paris adalah pembawa revolusi proletar dunia.
|
|
Selanjutnya...
|
|
Ditulis oleh Jesus S. Anam
|
|
Rabu, 09 November 2011 02:09 |
|
Bagian Tiga: Trostky dalam Revolusi 1905
Revolusi pertama pecah di Rusia. Tahun 1905. Dua puluh ribu buruh berjalan menuju istana Tsar. Mereka penyampaikan petisi: menuntut perbaikan kondisi kehidupan rakyat. Massa meneriakkan yel-yel dan menunjukkan keberaniannya di depan rejim. Tsar gerah dan bingung. Penguasa sebuah imperium di Eropa timur ini kemudian memerintahkan tentaranya menumpas para “pemberontak”. Terlihat letupan api pada moncong senapan para tentara. Terdengar bunyi tembakan bersahutan. Korban berjatuhan. Ratusan massa tewas tertembus peluru. Ribuan massa terluka.
|
|
Selanjutnya...
|
|
Ditulis oleh Leon Trotsky (1917)
|
|
Kamis, 06 Oktober 2011 08:43 |
|
Tidak pernah ada begitu banyak kaum pasifis di dunia seperti sekarang ini, ketika di semua negeri manusia saling membunuh. Setiap epos sejarah tidak hanya memiliki tekniknya sendiri dan bentuk politiknya sendiri, tetapi juga kemunafikannya sendiri yang unik. Dulu kala, manusia saling menghancurkan atas nama ajaran Kristen mengenai cinta kasih kemanusiaan. Sekarang, hanya pemerintah-pemerintah terbelakang saja yang berperang atas nama Yesus Kristus. Negara-negara progresif saling memotong leher masing-masing atas nama pasifisme.
|
|
Selanjutnya...
|
|
Ditulis oleh Jesus S. Anam
|
|
Kamis, 22 September 2011 20:11 |
|
Lev Davidovich Bronshtein adalah seorang teoritkus besar Marxis. Ia juga pendiri dan pemimpin pertama Tentara Merah. Bersama Lenin, Trotsky memainkan peran penting dalam Revolusi Rusia 1917. Banyak sekali usaha untuk mengubah dan bahkan menyangkal peran Trotsky dalam peristiwa besar tersebut – terutama oleh sejarawan resmi Stalinis. Tetapi bagi para pembaca sejarah yang serius akan ditunjukkan bagaimana nama Trotsky tidak pernah bisa dipisahkan dengan Lenin.
|
|
Selanjutnya...
|
|
Ditulis oleh Leon Trotsky (1923)
|
|
Rabu, 17 Agustus 2011 01:55 |
|
Gagasan sederhana ini – manusia tidak hidup dari politik saja – harus sepenuhnya dipahami dan dipikirkan oleh semua yang berpidato atau menulis untuk tujuan propaganda. Dengan penaklukan kekuasaan dan konsolidasinya sebagai hasil dari perang saudara, masalah-masalah utama kita telah bergeser ke kebutuhan-kebutuhan kebudayaan dan rekonstruksi ekonomi.
|
|
Selanjutnya...
|
|
Ditulis oleh Ted Sprague
|
|
Selasa, 02 Agustus 2011 22:08 |
|
Program Transisional Untuk Revolusi Sosialis adalah sebuah dokumen perspektif politik yang ditulis oleh Leon Trotsky untuk Kongres Pembentukan Internasionale Keempat pada tahun 1938. Depresi Hebat 1929, kebangkitan Hitler tahun 1933, cekaman Perang Dunia baru yang kemudian pecah tahun 1939, Perang Sipil Spanyol, inilah periode yang dimasuki oleh masyarakat kita ketika Leon Trotsky menggagaskan dan mempersiapkan sebuah Internasionale yang baru dengan tugas sejarah “menumbangkan kapitalisme, bukan mengubahnya ... dan penaklukkan kekuasaan oleh kelas proletariat guna menyita hak kepemilikan kelas borjuis.”
|
|
Selanjutnya...
|
|
Ditulis oleh Leon Trotsky (1936)
|
|
Senin, 18 Juli 2011 08:56 |
|
Berikut ini adalah saduran dari bab V dari buku “Revolusi yang Dikhianati” karangan Leon Trotsky tahun 1936. Kebangkitan Stalinisme dari Revolusi Oktober terus menjadi momok bagi sosialisme. Di satu pihak, kelas borjuasi terus menggunakan hantu Stalinisme untuk mendiskreditkan Marxisme. Di lain pihak, kaum revolusioner terus kebingungan dalam menjelaskan bagaimana Stalinisme bisa muncul. Karya Leon Trotsky yang bersejarah ini tetap merupakan satu-satunya analisa revolusioner mengenai sebab-musabab degenerasi Revolusi Oktober. Ditulis oleh pemimpin dan pembela Revolusi Oktober, karyanya ini memberikan senjata bagi kaum revolusioner untuk menghancurkan fitnah kaum borjuasi dan bagaimana melawan kekuatan kontra-revolusioner yang kerap menghantui setiap revolusi buruh.
|
|
Selanjutnya...
|
|
|
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 Berikutnya > Akhir >>
|
|
|