facebooklogocolour

Permasalahan Kebangsaaan dan Sosialisme di Indonesia, Sebuah Catatan Singkat

leninKeberadaan Negara Kesatuan Indonesia kini sedang mengalami tantangan dari seluruh penjuru nusantara. Inilah hasil dari ketidakmampuan dan korupsi dari kelas borjuis Indonesia dalam upaya melengkapi tugas– tugas dari revolusi borjuis. Tugas–tugas tersebut seharusnya antara lain adalah melengkapi perjuangan anti kapitalisme; pembangunan negara kebangsaan, pembangunan republik yang demokrasi dan pemecahan permasalahan yang radikal terhadap persoalan tanah. Melihat kondisi basis borjuis yang ada, Republik Indonesia berpotensi menjadi Balkan baru yang terletak di kawasan Asia Tenggara. Kita harus memahami bahwa hanya dengan sebuah solusi sosialis yang akan dapat menghindari Indonesia dari kehancuran seperti peristiwa yang sama dengan peristiwa yang menimpa Yugoslavia namun dalam skala yang lebih luas lagi.

Biaya politik semakin melonjak, apanya yang salah?

Tulisan ini bermula dari pertanyaan “kenapa biaya Pilkada (pemilihan umum kepala daerah) begitu mahal” oleh seorang buruh di Gresik, saat mendengar betapa besarnya biaya yang dikeluarkan untuk merebut kursi kepala daerah kabupaten Gresik. Dan tidak hanya di Gresik tentunya, tetapi hampir di seluruh Indonesia, biaya politik semakin tinggi.

Berebut Emas di Papua

freeportBaru-baru ini, sebuah insiden penembakan menyedot perhatian khalayak umum. Di jalur Tembagapura menuju area pertambangan PT.Freeport Indonesia puluhan orang luka-luka, empat orang tewas ditembak dalam rentan waktu panjang tak bersamaan. Itu terjadi sejak Juli 2009, hingga saat ini situasi di jalur itu masih mencekam. Tentara Indonesia menuduh Tentara Pembebasan Nasional Organisasi Papua Merdeka sebagai pelakunya. Tidak lama kemudian, Kelly Kwalik, panglima TPN/OPM, diberitakan tewas ditembak oleh pasukan polisi. 

Oleh Siapakah Kapitalisme Bisa Dihancurkan?

Kapitalisme merupakan sistem yang anarkis, dengan siklus boom-and-bustnya yang memporakporandakan ekonomi dan kesejahteraan rakyat pekerja. Sistem ini hanya bisa dihancurkan oleh ideologi revolusioner kelas buruh, yakni sosialisme. Sosialisme tidak hanya sebatas sebagai “good idea” atau ideologi yang revolusioner, tetapi sosialisme sebagai hasil yang tak terelakkan dari perkembangan kapitalisme itu sendiri.

Di balik Pemulihan Ekonomi Indonesia

Perekonomian Indonesia secara mengejutkan mampu melewati krisis ekonomi dunia dengan cukup baik. Pertumbuhan Gross Domestic Product (GDP) mengalami peningkatan sebesar 4.2% pada paruh pertama tahun 2009. Pertumbuhan ini adalah yang terbesar di Asia Tenggara. Di lain pihak, Singapura mengalami pemerosotan GDP sebesar -3.5% pada periode yang sama, Thailand -4.9%, dan Malaysia -5.1%.

Kontrak Politik Enam Partai Untuk Menjual Rakyat

Kemarin malam (15/10), para petinggi dari enam partai menandatangi kontrak politik untuk mendukung pasangan Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono. Mereka adalah Partai Demokrat, PKB, PPP, PAN, PKS, dan Golkar. Koalisi ini memberi mereka total 421 kursi, sebuah mayoritas yang absolut. Bila pada jaman Orde Baru kita memiliki satu partai, yakni Golkar, yang biasanya menguasai 60-70% parlemen, sekarang kita hanya berganti kulit dengan koalisi yang menguasai 75% parlemen.

Venezuela, Indonesia, dan Perjuangan Untuk Kedaulatan Nasional

revolucion venezolanaSatu pelajaran penting dari Venezuela adalah bahwa kedaulatan nasional tidak akan dapat tercapai di bawah kapitalisme. Di Indonesia, perjuangan untuk pembebasan nasional tidak bisa terpisahkan dari perjuangan melawan kapitalisme. Satu-satunya kekuatan yang mampu membawa pembebasan nasional adalah kelas buruh dengan bantuan kelas tani dan kaum miskin kota. Inilah satu-satunya kekuatan yang harus diandalkan.

Resesi Ekonomi: Apakah ini sudah berakhir?

Bagi kaum kapitalis, Resesi Hebat ini kurang lebih sudah berakhir, tetapi tingkat kapasitas-lebih di dalam industri dan konstruksi bersama-sama dengan tingkat hutang yang dimiliki oleh bisnis, pemerintah, dan rumahtangga berarti bahwa pemulihan ekonomi akan terhambat. Setiap negara kapitalis besar menemukan bahwa mereka memiliki kapasitas produksi 30% lebih besar daripada permintaan. Ini adalah tingkat kapasitas-lebih terbesar di dalam industri.

Hasil Pemilu Indonesia 2009: Kemana Sekarang?

Pada tanggal 9 April tahun ini, Indonesia menyelenggarakan pemilu ke-4nya yang “demokratis” semenjak kemerdekaannya pada tahun 1945. Yang dibutuhkan di dalam periode ini adalah sebuah gerakan buruh dengan partai massa pekerja yang sejati. Ini telah mewarnai perdebatan di dalam gerakan Kiri termasuk perdebatan mengenai boikot. Kita harus kembali lagi ke Lenin dan mempelajari bagaimana dia menghadapi masalah Duma Tsar.

Ada Hantu Berkeliaran di Indonesia – Hantu Marxisme

marx-hantuBenar, roh Marxisme sudah kembali, menghantui kelas penguasa Indonesia yang sudah tua renta: kelas oligarki, borjuis, dan negara mereka. Ide Marx and Engels sedang dibangunkan sekali lagi dari tidur lelapnya. 42 tahun setelah kekalahan telak gerakan komunis Indonesia pada tahun 1965, dan dengan itu semua gerakan massa, kelas buruh bangun kembali dari tidurnya.