facebooklogocolour

Para Penjahat Saling Menangkap: Ironi Negara Demokrasi

Penjahat KorupsiPertarungan hukum-politik antara Budi Gunawan (BG), calon Kepala Polisi Republik Indonesia (Kapolri) pilihan Presiden Jokowi, dan Bambang Widjojanto, Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), sedang dijadikan tontonan oleh rakyat—tidak hanya oleh warga kota terpelajar saja, tetapi juga warga kampung yang cenderung buta politik.

Kapitalisme dan Permasalahan Negeri Ini

kpkHiruk pikuk pilpres telah berlalu. Dampak dari permasalahan pemerintahan semakin terasa. Rakyat semakin menderita atas kebijakan pemerintah yang dirasa tidak menguntungkan bagi mereka. Semua menyoroti pemerintahan Jokowi-JK dan memberikan ekspresi terdalam atas kekecewaan yang nampaknya tidak sesuai janji-janji di saat mereka mempromosikan diri bahwa merekalah yang pantas. BBM naik, sengketa KPK dan Polri, ditambah permasalahan negara lainnya yang belum tuntas membuat kepercayaan masyarakat tentunya semakin berkurang kepada pemerintah.

Bagaimana “Menyelamatkan” KPK

KorupsiKPK kembali menjadi ajang tarik menarik antara berbagai kepentingan. Kali ini usahanya untuk menjerat kandidat utama posisi Kapolri Budi Gunawan dibalas dengan kriminalisasi para petinggi KPK: ditangkapnya Bambang Widjojanto dan dilaporkannya Annan Pandu Praja, yang mana keduanya adalah Wakil Ketua KPK. Suasana tampak begitu tegang dan bahkan mencekam. Sampai-sampai Abraham Samad memohon pada Panglima TNI Jendral Moeldoko untuk mengirim Kopassus guna melindungi gedung KPK.

Marxisme Mereka dan Marxisme Kami (Penutup Kritik Masalah Pemilu 2014)

marx engelsKetika ketidakstabilan dan kebimbangan ideologi adalah fitur utama dalam gerakan, maka perjuangan ideologi ini harus dilakukan dengan tanpa belas kasihan. Semua harus dilucuti dengan tegas. Garis demarkasi yang jelas harus ditarik antara Marxisme kami dan Marxisme mereka, yang tidak lain adalah liberalisme (serta semua turunan mereka).

Editorial: Tahun Baru dan Cerita Lama Penindasan Kapitalisme

buruh kepaltanganSelama kita tidak merangkul sosialisme sebagai program kerja kita, sebagai batu penjuru dari semua kegiatan kita, maka kata “lawan” akan kehilangan makna revolusionernya dan hanya akan jadi frase kosong yang diulang-ulang sebagai penyejuk hati belaka. Selama kepemilikan pribadi (kapitalisme) masih berdiri tegak, maka setiap tahun baru hanya akan menjadi pengulangan cerita lama penindasan kapitalisme, yang awalnya adalah tragedi dan lalu menjadi lelucon.

Melayangkan Pandangan Kita Ke Depan, Menuju Pemenuhan Tugas Historis Kelas Buruh (Catatan Politik Akhir Tahun 2014)

ferguson riotSeratus lima puluh tahun yang lalu, seorang teoretikus politik, ekonomi dan sosial ternama pernah mengatakan bahwa perkembangan kapitalisme akan menghasilkan “akumulasi kekayaan di satu kutub, dan pada saat yang sama akumulasi kesengsaraan, penderitaan kerja, perbudakan, kebodohan, brutalitas, degradasi mental, di kutub yang lainnya.” Kutub yang pertama adalah kutub kaum kapitalis, sementara kutub yang kedua adalah kutub rakyat pekerja – buruh, tani, dan kaum miskin.

Memahami Film Senyap dari Sudut Pandang Perjuangan Kelas (Sebuah Catatan)

senyapSejarah mengenal berbagai peristiwa kekejaman, kekerasan, dan berbagai bentuk pembunuhan-pembunuhan massal. Pembantaian Nankin di China, Peristiwa Holocaust di Jerman serta pembantaian suku Indian di Amerika, dll,. Bila kita tidak memahami dimana latar belakang sejarah bergerak, kita akan dibingungkan dengan berbagai peristiwa-peristiwa yang terjadi, seakan-akan semua ini bergerak secara kebetulan. Sejarah akan tampak hanya seperti serangkaian peristiwa-peristiwa penuh darah.

Krisis Berlanjut – Perjuangan Kelas Skala Dunia Sedang Dipersiapkan

Krisis EkonomiBegitu pula pada krisis 2008. Krisis ini tidak hanya menyeret perekonomian Amerika ke dalam jurang krisis melainkan juga menyeret Inggris dan Jepang. Sejumlah langkah intervensi moneter yang sebelumnya sudah dilakukan pada tahun 1929 diulangi kembali. Pihak otoritas keuangan memberikan program uang murah untuk mem-bailout para kapitalis yang sedang jatuh ini, berharap dengan membeli saham-saham yang sebelumnya sudah terjual mereka mampu mendongkrak perekonomian mereka kembali. Seperti Hegel yang sering berkelakar, bahwa sejarah mengulangi dirinya, pertama sebagai tragedi, kedua sebagai lelucon. Yah, ini adalah lelucon. Melainkan lelucon ini sering diulang-ulang bahkan pada periode yang sama tahun 1789, 1917, 1929 dan diulangi lagi pada 2008 maka lelucon ini sudah tidak bisa dianggap lagi sebagai lelucon, namun lebih tepat pada sebuah kekonyolan. 

Rencana Kenaikan BBM dan Kepura-puraan Borjuasi

bbm-habisYang dibutuhkan sekarang adalah merebut dari tangan kapitalis atas aset-aset yang dikuasainya. Meletakkannya di bawah kontrol demokratik kelas buruh. Ini adalah nasionalisasi. Kendati demikian, nasionalisasi ini berbeda dengan nasionalisasi kapitalis karena wataknya yang demokratik dan terencana. Inilah nasionalisasi sosialis yang berarti juga nasionalisasi mayoritas untuk mayoritas. Hanya dengan jalan inilah seluruh penghidupan rakyat pekerja akan terjamin.

Kaum Muda dan Marxisme

kaum mudaKapitalisme yang dalam tahapan tertingginya yakni Imperialisme  telah menghancurkan seluruh pengharapan tidak hanya bagi rakyat pekerja secara umum, namun juga lapisan-lapisan rakyat lain termasuk juga kaum muda. Pengangguran, kemiskinan, kelaparan adalah hasil dari tak terelakkan dari sistem ini. Kita dapat menjumpai di sekeliling kita, bahwa kemajuan teknologi, pembangunan infrastruktur-infrastruktur yang megah dan mewah, serta kemajuan di bidang-bidang yang lain bersanding bersama kemiskinan dari mayoritas luas rakyat pekerja.