facebooklogocolour

Pemilu 2014: Batasan Popularisme

Yang dibutuhkan sekarang bukan popularisme dalam komik-komik dan bacaan-bacaan lucu yang mampu menghibur dalam waktu sekejap dan lalu menghilang; yang dibutuhkan di sini adalah sebuah kepopuleran yang bersandar pada penumbangan masyarakat kapitalis, dalam konteks yang sama ini berarti kepopuleran kelas buruh sebagai kelas yang mampu menumbangkan kapitalis dan membawa tugas-tugas sosialis.

Perlambatan Ekonomi dan Perjuangan Buruh Indonesia

Perlambatan ekonomi Indonesia menghadirkan sekelumit pertanyaan yang harus bisa dijawab oleh gerakan buruh. Setelah mengalami pertumbuhan pesat beberapa tahun terakhir, sejumlah indikator telah menunjukkan bahwa perekonomian Indonesia sedang memasuki fase perlambatan. Lantas, bagaimana imbas perlambatan ekonomi ini pada perjuangan buruh Indonesia yang dalam dua tahun terakhir telah tumbuh dalam lompatan-lompatan?

Kepahlawanan Dalam Perspektif Revolusi Indonesia

Dalam perspektif ini, kepahlawanan kontemporer adalah kepahlawanan yang belajar dari yang telah silam, berpijak pada yang kontemporer, dan berorientasi pada yang nanti . Dalam perspektif revolusioner ini, peran kepahlawanan kontemporer ada pada kelas revolusioner, yakni kelas buruh Indonesia, dan setiap  “kaum revolusioner”, yang tak lain dari tiap-tiap orang yang berkomitmen untuk mendukung kelas buruh Indonesia dalam menunaikan tugas historisnya.

Masalah Persatuan dalam Mogok Nasional

Posisi perjuangan buruh Indonesia hari ini, secara kategorikal, berada pada posisi penyerangan. Buruh dalam satu tahun terakhir telah melakukan lompatan kualitatif dari konsolidasi politik menuju aksi-aksi politik. Aksi-aksi politik yang dilakukan oleh buruh, dalam prasyarat tertentu, dapat menjadi embrio revolusi. Prasyarat penting untuk sampai pada revolusi adalah, di antaranya, telah tercapainya kesadaran politik buruh (qualitativeBewusstsein), terjadinya pembusukan rejim kapitalis, dan adanya partai politik (revolusioner) buruh.

Kopor Suap dan Problem Negara Borjuis

Inilah problem dari negara borjuis yang tak pernah terselesaikan, dan, memang, tak akan pernah terselesaikan jika diorganisasikan dalam batasan-batasan demokrasi borjuis. Hanya kekuasaan buruh  yang mampu menyelesaikan persoalan-persoalan “kopor suap” dan korupsi. Hanya kekuasaan buruh yang mampu mereorganisasi produksi dan distribusi dan menyelesaikan problem-problem demokrasi yang telah buntu.

Pilkada Jawa Timur: Harapan dan Keputusasaan

Pemilihan gubernur Jawa Timur kali ini terbilang biasa-biasa saja, tidak seramai dan semeriah Pilkada Jakarta. Yah, biasa-biasa saja, karena di antara calon-calon yang ada adalah wajah-wajah lama yang sudah dikenal masyarakat. Dikenal bahkan sangat “baik” sehingga rakyat tidak terlalu memperdulikan apa hasil dari Pilkada kali ini.

Sedikit Evaluasi dari Kegagalan Kita (dalam Aksi Menentang Kenaikan Harga BBM)

Setelah debu pertempuran reda, saatnya kita mencoba melihat ke belakang untuk mengevaluasi perlawanan rakyat pekerja dalam menentang kenaikan BBM beberapa minggu yang lalu. Perasaan emosional, apalagi perasaan kekecewaan dan demoralisasi karena gagal menghentikan kenaikan harga BBM ini, tidak boleh menjadi halangan untuk dapat melihat dengan jernih apa saja yang dapat kita pelajari dari perjuangan ini.

Tugas Persatuan dalam Perjuangan Menolak Kenaikan BBM

Tugas buruh termaju bukan hanya berjuang melawan kebijakan ini atau itu, tetapi memimpin dan menyatukan seluruh rakyat tertindas dalam panji perjuangannya. Kesadaran ini harus dipupuk di antara buruh, yakni kesadaran kemandirian kelas dan kepemimpinan kelas.

Berlomba-lomba Memenangkan Jokowi ke Pemilu 2014

Sistem politik hari ini sudah begitu bangkrut dan legitimasinya di mata rakyat sudah begitu tipis dan tampak bisa roboh kapan saja. Satu-satunya hal yang mencegah sistem ini dari kerobohan adalah lemahnya kepemimpinan revolusioner dari rakyat pekerja. Inilah mengapa banyak partai politik borjuasi yang sedang berlomba-lomba untuk memenangkan Jokowi ke sisinya.

Buruh dan Tugas Historisnya Hari Ini

Gelombang buruh pada 2 tahun belakangan ini harus membuat kita semua semakin sadar akan tugas historis kelas buruh: berkuasa! Semua perjuangan kita, semua kegiatan kita, dari yang kecil dan tampak membosankan sampai yang besar, semua kemenangan dan bahkan kekalahan kita dan pelajaran yang kita dapati darinya, semua ini harus mempersiapkan kita untuk tugas historis ini.