facebooklogocolour

Sedikit Evaluasi dari Kegagalan Kita (dalam Aksi Menentang Kenaikan Harga BBM)

Setelah debu pertempuran reda, saatnya kita mencoba melihat ke belakang untuk mengevaluasi perlawanan rakyat pekerja dalam menentang kenaikan BBM beberapa minggu yang lalu. Perasaan emosional, apalagi perasaan kekecewaan dan demoralisasi karena gagal menghentikan kenaikan harga BBM ini, tidak boleh menjadi halangan untuk dapat melihat dengan jernih apa saja yang dapat kita pelajari dari perjuangan ini.

Tugas Persatuan dalam Perjuangan Menolak Kenaikan BBM

Tugas buruh termaju bukan hanya berjuang melawan kebijakan ini atau itu, tetapi memimpin dan menyatukan seluruh rakyat tertindas dalam panji perjuangannya. Kesadaran ini harus dipupuk di antara buruh, yakni kesadaran kemandirian kelas dan kepemimpinan kelas.

Berlomba-lomba Memenangkan Jokowi ke Pemilu 2014

Sistem politik hari ini sudah begitu bangkrut dan legitimasinya di mata rakyat sudah begitu tipis dan tampak bisa roboh kapan saja. Satu-satunya hal yang mencegah sistem ini dari kerobohan adalah lemahnya kepemimpinan revolusioner dari rakyat pekerja. Inilah mengapa banyak partai politik borjuasi yang sedang berlomba-lomba untuk memenangkan Jokowi ke sisinya.

Buruh dan Tugas Historisnya Hari Ini

Gelombang buruh pada 2 tahun belakangan ini harus membuat kita semua semakin sadar akan tugas historis kelas buruh: berkuasa! Semua perjuangan kita, semua kegiatan kita, dari yang kecil dan tampak membosankan sampai yang besar, semua kemenangan dan bahkan kekalahan kita dan pelajaran yang kita dapati darinya, semua ini harus mempersiapkan kita untuk tugas historis ini.

Internasionalisme yang Terlupakan dalam Hari Buruh Internasional

Mari kita jadikan Hari Buruh Internasional ini sebagai pengingat akan pentingnya semangat dan ideologi internasionalisme dalam perjuangan buruh, dan hidupkan slogan “Buruh Sedunia Bersatulah” sebagai slogan yang riil dan nyata dalam perjuangan buruh.

Ahok, Nasionalisasi, dan MayDay “Joget”

Ahok kembali mengejutkan banyak orang, termasuk sejumlah Kiri yang memang lebih banyak terkejutnya daripada mampu melihat ke depan, ketika dia menyatakan mimpinya menjadi Presiden dan ingin menasionalisasi semua aset asing.

Migas Indonesia dan Imperialisme

Hari ini hampir 85% migas Indonesia ada di tangan asing. Kendati kekayaan migas yang besar, negeri kita tetap tidak mampu mensejahterakan rakyatnya. Banyak pihak, dari berbagai spektrum politik, yang hari ini mengutuk dominasi modal asing di sektor migas dan kebijakan migas pemerintahan Indonesia yang memungkinkan semakin kuatnya dominasi asing ini.

Korupsi dan Krisis Partai Borjuis

Tugas-tugas mengakhiri semua permasalahan negeri ini terletak di punggung kelas buruh sebagai garda depan bangsa. Mengganti semua institusi borjuis dengan institusi kelas buruh. Tidak ada ilusi bagi rakyat untuk perjuangan kembali pada demokrasi borjuis.

Nasionalisasi sebagai Solusi Banjir

Artikel berita dan opini mengenai banjir di Jakarta sudah menumpuk, dengan berbagai statistik, keluhan, dan himbauan. Akan menjadi pemborosan kertas – dan lebih penting lagi, waktu para pembaca – kalau kita lantas tenggelam pada pengulangan yang sama.