facebooklogocolour

sita buku pkiPerjuangan demokratik merupakan bagian integral dari perjuangan kelas proletar. Tanpa adanya demokrasi, maka perjuangan kelas yang luas, bebas dan terbuka mustahil untuk dicapai. Tanpa adanya demokrasi, maka pendidikan, pelatihan dan pengorganisiran politik massa proletar mustahil untuk dilakukan. Oleh karena itu, kaum proletar yang telah memiliki kesadaran kelas terus dituntut untuk berjuang demi mendapatkan kebebasan politik yang sepenuhnya.

Perampasan hak-hak demokratik  proletariat dan peningkatan represi, dengan terang-terangan, berulang kali dipertontonkan oleh penguasa borjuis. Penangkapan 26 pejuang buruh beberapa waktu lalu telah mengkonfirmasi hal ini. Begitu juga dengan dipenjarakannya kawan Hakam dan Agus dari FSPBI-KASBI Gresik dengan tuduhan yang dibuat-buat. Berbagai kegiatan yang diorganisir oleh aktivis pergerakan diintimidasi dan dibubarkan. Aktivis Papua ditangkapi. Buku-buku Kiri diberangus dan pemerintah menebarkan paranoia “bahaya laten” komunisme.

Perjuangan demokratik kelas proletar harus memiliki platform yang jelas dan tidak berkarakter kompromis. Elemen-elemen lain juga berjuang untuk tujuan ini, tapi, sebagian besar dari mereka, yang disokong oleh LSM-LSM dan NGO-NGO, sangat jelas, memiliki karakter yang reformis. Perjuangan demokratik mereka tidak berperspektif revolusi. Mereka cukup puas hanya dengan konsesi-konsesi semu dan kebaikan pura-pura dari penguasa borjuis.

Penguasa borjuis, memang, tidak selalu menampakkan wajah buas dan menindas. Bahkan mereka sering kali menampilkan paras innocent. Sepertinya mereka paham, tentunya secara tidak langsung, apa yang pernah diusulkan oleh Machiavelli tentang bagaimana cara mengelabui rakyat kelas bawah. Bagi Machiavelli berpura-pura menjadi orang saleh adalah hal yang baik agar massa [rakyat kelas bawah] tetap bahagia.

“Kebaikan” dari penguasa borjuis, jika itu terjadi, hanya bersifat sementara. Itu sebentuk ilusi untuk menenangkan gejolak massa yang paling revolusioner, yaitu proletariat. Oleh sebab itu, bagi proletariat yang sadar, perjuangan demokratik bukanlah tujuan utama dan satu-satunya. Mengenai hal ini Lenin telah memberikan suatu perspektif yang revolusioner, bahwa perjuangan kelas proletar untuk kebebasan politik tidak akan berhenti pada revolusi demokratik, tetapi terus bergerak ke revolusi sosialis. Penegasan dari Lenin ini sungguh tepat, sebab, masih menurut Lenin, demokrasi di bawah sistem kapitalisme adalah sebuah utopia. Kenapa Lenin menyebutnya sebagai utopia, lengkapnya unrealistic utopia (utopia yang tidak realistik)? Ya, bagi Lenin, negara borjuis, sudah barang tentu, hanya akan membela kepentingan pemilik modal dan mengabaikan  kepentingan dan hak-hak kelas proletar. Jika ada demokrasi, itu sangat tergantung pada usaha keras dari kelas buruh untuk menuntutnya dan baru setelah itu kelas penguasa akan “berbaik hati” memberikan demokrasi. Dalam Negara dan Revolusi, pada Bab V, Lenin menulis: “Dalam masyarakat kapitalis … kita mendapatkan demokratisme yang sedikit … dan … pada hakikatnya selalu merupakan demokratisme untuk minoritas, hanya untuk kelas-kelas bermilik, hanya untuk kaum kaya.”

Jika demikian adanya, yakni demokratisme di bawah kapitalisme hanyalah sebuah utopia, lalu untuk apa perjuangan demokratik dilakukan? Beberapa hari lalu kami, Militan, berdiskusi dengan seorang kawan dari Papua, dia menanyakan mengenai apa yang harus dilakukan oleh rakyat Papua dalam menghadapi aksi perampasan hak-hak demokratik mereka; bagaimana perspektif Militan mengenai Papua. Pertama-tama, kaum proletar Papua yang termaju terlebih dahulu harus mengorganisasikan dan mengkonsolidasikan diri di atas dasar ideologi yang jelas, yakni Marxisme—dengan memisahkan diri dari elemen-elemen borjuis dan liberal Papua yang selalu bimbang dan cenderung kompromistis. Selanjutnya, elemen proletar termaju tersebut harus memimpin perjuangan demokratik rakyat Papua, karena mereka adalah satu-satunya “demokrat yang paling konsisten”. Bersamaan dengan perjuangan untuk merebut hak-hak demokratik, elemen proletar termaju, yang telah terkonsolidasi di dalam sebuah partai berperspektif Marxis, membawa perjuangan demokratik tersebut menuju perjuangan politik dalam skala besar, yaitu merebut kekuasaan dari tangan borjuasi.

Perjuangan untuk Papua merdeka? Tentu, tetapi perjuangan ini harus dihubungkan dengan perjuangan untuk Papua yang Sosialis, dan sebagai bagian tak terpisahkan dari revolusi dunia. Di sini perjuangan nasional – yang tidak lain adalah bagian dari perjuangan demokratik – terhubung erat dengan perjuangan kelas, dan tidak bisa tidak.

Hal terakhir di atas disuguhkan untuk mempertegas makna dari perjuangan demokratik sebagai tugas penting dari perjuangan kelas proletar, bahwa kemenangan dalam merebut hak-hak demokratik bukanlah goal akhir, sebagai perspektif untuk perjuangan proletariat manapun, tetapi sebagai bagian dari perjuangan menuju Sosialisme. Dalam Program Transisional, Kamerad Trotsky mempertegasnya dengan sangat tegas: “Kita tidak mungkin menolak program demokratik; tetapi di dalam perjuangannya, massa harus tumbuh melebihi program tersebut.”

Sekali lagi, kenapa perjuangan demokratik menjadi tugas penting bagi proletariat? Penghapusan kepemilikan pribadi atas alat-alat produksi dan pembentukan Sosialisme mensyaratkan di satu sisi perkembangan kekuatan-kekuatan produksi yang sangat tinggi dan di sisi lain pengorganisasian kelas proletar yang tinggi pula. Yang belakangan ini -- perjuangan kelas yang luas, bebas, dan terbuka, juga pendidikan, pelatihan, dan pengorganisiran politik massa proletar -- adalah mustahil tanpa kebebasan politik.

Tetapi kebebasan politik juga semakin hari semakin menjadi barang mewah di bawah kapitalisme yang sedang membusuk, sehingga dalam usahanya untuk membuka ruang politik yang lebih luas kaum proletar mau tidak mau harus membenturkan dirinya dengan kapitalisme dan bergerak ke perjuangan sosialis. Dalam hal ini maka tidak ada lagi ruang untuk semacam perjuangan dua-tahap atau revolusi dua-tahap, demokratik terlebih dahulu baru setelah itu sosialis. Keduanya sudah menjadi tak terpisahkan.