facebooklogocolour

Peringatan Mayday ke-124: Perjuangan Klas dan Krisis

Peringatan Mayday telah melalui berbagai periode sejarah yang keras – perang, revolusi,  konter revolusi, boom kapitalisme dan krisis – yang menyisakan berbagai pelajaran, yang kalau dipelajari bisa dijadikan pelajaran untuk pertempuran di masa mendatang.

Preman-Preman Pabrik, Batalion Penjaga Kapital

Belum lama ini, telah terjadi penyerangan kepada para buruh SPBI-KASBI di Gresik yang sedang mogok oleh sekelompok orang yang menyebut diri mereka sebagai anggota dari suatu serikat buruh.

Perbuatan Tidak Menyenangkan Buruh (Solidaritas untuk Kawan Sultoni yang ‘Tidak Menyenangkan’)

Kasus kriminalisasi kawan Sultoni – pejuang buruh dari Serikat Progresif dan Sekber buruh – baru-baru ini, yang dijegal pasal “Perbuatan Tidak Menyenangkan” oleh pemilik modal, mendorong sebuah pertanyaan yang awalnya tampak sepele tetapi kalau kita telaah lebih jauh ternyata cukup fundamental di dalam perjuangan buruh. Ini menyangkut masalah “senang” dan “tidak senang”.

Pengusaha yang tak kunjung kabur

 

Kisah perjuangan buruh itu layaknya sinetron dengan narasi yang mudah ditebak. Para pemirsa sudah tahu kira-kira apa peran dari tiap-tiap aktor, apa yang akan mereka lakukan dan katakan. Dan mungkin pengulangan ini yang membuat sinetron begitu memukau, karena memang hidup kita terkukung dalam pengulangan-pengulangan.

Kenaikan Upah Buruh dan “Lonceng Kematian” UKM

Dengan kenaikan upah yang dimenangkan oleh perjuangan buruh, Apindo segera meluncurkan serangan balik dengan teori-teori ekonomi mereka. Logika mereka sederhana, upah naik maka PHK akan terjadi. Sungguh sebuah ancaman yang sudah sering didengar oleh buruh dalam perjuangan mereka.

Menulislah Buruh, Bangun Mediamu Sendiri

Sejatinya, kita tidak kekurangan sumber daya sama sekali. Dengan semangat yang sama ketika buruh melakukan aksi, ketika buruh menggeruduk pabrik-pabrik, ketika buruh merobohkan pagar pabrik dalam “sweeping” mereka, media buruh bisa dibangun. Tidak ada kata “tidak mungkin” bagi buruh.

Pukul Balik Lockout Dengan Mogok Nasional

Buruh harus menjawab balik: untuk setiap pabrik yang dilockout, buruh akan membalas dengan mogok seratus pabrik. Pukul balik mogok kapital dengan mogok buruh. Kalau kapitalis lututnya sudah gemetar menyaksikan mogok nasional pertama, mereka sekarang harus dibuat bertekuk lutut dengan mogok nasional yang kedua.

Bagaimana Korporasi Mengontrol Opini Publik di Dunia Maya

Tidak puas dengan mengerahkan massa bayaran untuk mengobrak-abrik posko-posko buruh, para pemilik modal juga mengerahkan pengguna-web bayaran untuk menyerang website serikat buruh. Bukan sebuah kebetulan kalau serangan website ini berbarengan dengan serangan massa preman bayaran.

Pengusaha Bekasi Terancam, Minta Bantuan Tentara

Penggunaan aparat kepolisian dan tentara untuk menghadapi aksi buruh dan rakyat miskin adalah hal yang sudah biasa kita saksikan. Tetapi kali ini tampak para pengusaha sudah putus asa dan kehilangan akal, sehingga mereka secara publik meminta bantuan tentara untuk menghadapi buruh. Tentunya tidak setiap saat represi fisik bisa digunakan, karena ini akan berakibat negatif pada reputasi demokrasi elit-elit penguasa. Mereka berdiri memerintah dengan legitimasi bahwa mereka demokratis, sehingga penampilan publik ini setidaknya harus dijaga. Selain itu mereka juga hati-hati tidak ingin memprovokasi aksi massa buruh, karena sering kali kekerasan tentara bukannya memadamkan tetapi justru semakin mengobarkan api perjuangan. Maka dari itu setiap usaha pengusaha dan pemerintah untuk menggunakan kekerasan -- entah lewat polisi, tentara, ataupun preman-preman bayaran -- harus terus dilawan dengan berani dan diekspos seluas mungkin.