facebooklogocolour

Situs Militan Indonesia akan ditutup pada akhir Oktober. Kunjungi situs Perhimpunan Sosialis Revolusioner (revolusioner.org)!

May Day – Antara Perjuangan dan Perayaan

"Ide utama yang brilian dari perayaan May Day adalah aksi independen dari massa proletar, aksi massa politik dari jutaan buruh ... Proposal brilian dari Lavigne di Kongres Internasionale Kedua di Paris menggabungkan taktik parlementer – yang merupakan sebuah manifestasi tidak langsung dari kehendak kaum proletar – dengan sebuah protes massa internasional: mogok kerja sebagai sebuah demonstrasi dan alat perjuangan untuk meraih delapan-jam-kerja, perdamaian dunia, dan sosialisme." (Rosa Luxembourg)

Hari Perempuan Sedunia - Harinya Perempuan Buruh

Hari Perempuan Sedunia (International Women's Day) adalah harinya perempuan buruh sedunia, hari munculnya solidaritas internasional kaum buruh perempuan dalam rangka membangun kekuatan politik perempuan sebagai bagian integral dari cita-cita revolusi proletar. Hari Perempuan Sedunia tidaklah mengandung makna emansipasi sempit, atau kategori dangkal yang sering digembar-gemborkan oleh para aktifis feminis liberal. Hari Perempuan Sedunia memiliki arti yang dalam dan revolusioner, yakni bergeraknya kaum buruh perempuan untuk menumbangkan kapitalisme yang menindas mereka.

Mega Proyek di Pulau Madura, untuk Siapa?

Sebentar lagi seluruh eksotisme itu lenyap. Tak ada lagi suara riang anak-anak berlarian, mengejar matahari, mengejar mimpi. Tak ada lagi senyum liar menebar, menikmati hari, menikmati pagi. Semua hilang, hanyut, tenggelam, digerus oleh arus modal. Madura Industrial Seaport City, begitulah nama mega-proyek yang tengah menjadi “kebanggaan” warga Surabaya dan Madura. Proyek ini menelan biaya total 4,5 triliun rupiah. Pembangunan jembatan dengan total biaya yang begitu besar ini tujuan utamanya, tentu, bukan untuk memudahkan arus hilir mudik masyarakat dari Surabaya ke Madura (atau sebaliknya). Bukan pula untuk meningkatkan mata pencaharian mereka, atau untuk menyejahterakan rakyat dalam makna yang sesungguhnya. Namun, tidak bisa dipungkiri, proyek ini bertujuan untuk kepentingan modal besar milik segelintir orang.

Kapitalisme adalah Problem. Apresiasi Kritis atas Film Capitalism: A Love Story

Sutradara spesialis film dokumenter, Michael Moore, membuat kejutan baru. Ia membuat film yang berkisah tentang cinta terlarang yang kemudian mendatangkan malapetaka di akhir musim gugur tahun 2007. Film yang bejudul Capitalism: A Love Story ini merupakan sindiran ideologis terhadap kapitalisme sebagai sistem dominan yang merusak kemanusiaan dan telah menyebabkan resesi ekonomi global. Film ini sepertinya juga ingin mengingatkan kepada warga Amerika dan dunia bahwa kapitalisme adalah sebuah sistem yang bengis, yang didasarkan atas eksploitasi dan motif meraih keuntungan yang lepas kontrol. Oleh karena itu, harus dilawan!

Mengatasi Kemiskinan di Indonesia: Sosialisme Satu-Satunya Jalan!

Lenin pernah berkata: “Kapitalisme adalah kengerian yang tiada akhir.” Ungkapan ini memberi gambaran betapa buruknya kapitalisme. Krisis ekonomi, perang, terorisme, kekacauan politik, kelaparan, sakit penyakit, dan kemiskinan yang melanda sebagian besar penduduk dunia bukanlah fenomena yang terpisah dan tidak saling terkait. Semua ini merupakan gejala eksternal dari krisis global kapitalisme.

Solidaritas internasional dengan para buruh dari pabrik yang sedang diokupasi di Venezuela

Kami menyerukan sebuah panggilan kepada rakyat Venezuela, kelas pekerja internasional, dan semua yang mendukung perjuangan emansipasi buruh untuk mengirimkan surat ke Presiden Chavez menuntut diekspropriasinya pabrik Acerven di bawah kontrol buruh, tidak meninggalkan nasib pabrik Inveval di tangan pasar kapitalis, akhiri sabotase birokrasi, ekspropriasi pabrik Gotcha, INAF, MDS, dan Vivex, dan penyelidikan penuh terhadap pembunuhan Argenis Vazquez.