facebooklogocolour

Ulasan Singkat Buku “Nalar yang Memberontak”

coverNalar 3Menulis sebuah ulasan untuk buku ini sangatlah sulit bagi saya. Bukan karena buku ini tidak bisa dipahami, tapi buku ini sangatlah kompleks dan menjabarkan segala hal yang tidak bisa saya jabarkan dalam beberapa lembar saja dalam artikel singkat ini.

Pengedaran Narkoba - Bagaimana Menyelesaikannya?

narkobaMenyelesaikan permasalahan narkoba tidak bisa dilakukan hanya sebatas moralitas semata. Narkoba bukanlah masalah moralitas, tetapi adalah bentuk cerminan dari kebuntuan sistem kapitalisme  yang sudah tidak bisa lagi membawa maju masyarakat.

Percakapan Dua Pendeta dari Dua Kelas yang Berbeda

liberationtheologyPercakapan ini kami tangkap dan sadur dari media sosial, antara dua orang pendeta yang datang dari dua kelas yang berbeda. Yang satu datang dari elit borjuis kecil, yang satu lagi dari barisan rakyat pekerja.  Yang satu melihat masalah bangsa sebagai ekspresi dari kemanjaan dan keborosan rakyat pekerja, sementara yang satu lagi melihatnya sebagai hasil dari tatanan kapitalisme.

Pace dan Pilpres

pilpres papuaKeterbelakangan, ketimpangan, penindasan yang dialami rakyat Papua di bawah pemerintahan kapitalis Indonesia seperti halnya menabur bubuk mesiu bagi berkobarnya perjuangan nasional rakyat Papua. Memori ini tidak mudah dilupakan, yang cepat atau lambat masalah kebangsaan akan kembali mencuat ke permukaan. Dan kemudian kita tinggal mengatakan: “Katorang tara bodo, yang ditipu oleh kapitalis Indonesia yang parlente!! ” .

Pendidikan di Bawah Rejim Kapitalis dan Kritik Marxis

pendidikanMarxisme menjelaskan bahwa ide-ide yang berkuasa adalah ide-idenya kelas yang berkuasa. Kelas penguasa dan pemilik kapital mengontrol kelas pekerja tidak hanya melalui kekuatan langsung yang konfrontatif, tetapi juga melalui pembentukan ide-ide. Ide-ide yang diajarkan lewat institusi-institusi pendidikan membenarkan posisi dominan kelas yang berkuasa, dan mengarahkan seluruh proses pendidikan ke dalam proses kapital.

Liputan Aksi Komite Politik Alternatif dalam Menolak Pemilu

Pada pemilu 2014 ini, sejumlah organisasi yang tergabung dalam Komite Politik Alternatif melakukan aksi tolak pemilu yang berlangsung serempak hari ini, minggu 6 April 2014, di beberapa kota seperti: Jakarta, Yogyakarta, Makassar, Mojokerto, Surabaya, Palu, Ambon, dan beberapa kota lain di Indonesia.

Resensi Film Dokumenter "Jagal"

Jangan harap kita menemui dokumenter sejarah konvensional. Jangan harap kita akan menemui cerita panjang berupa kumpulan pengakuan para keluarga korban pembantaian 1965-1966 di Indonesia. "The Act of Killing" tidak akan menyajikan latar belakang yang umum seperti itu. Siap-siaplah untuk menyaksikan hal yang lebih dahsyat, lebih meyakinkan, lebih menganggu, lebih mengerikan, dan bahkan lebih memikat.

Mesuji-Sape dan Watak Negara Kelas

Sementara kaum moralis dan liberal mengeluh akan gagalnya negara dalam melindungi rakyatnya, kita kaum Sosialis justru beranggapan bahwa negara - dalam hal ini negara borjuis - sudah berhasil memenuhi tugasnya: membela kaum borjuis. Hanya negara buruh yang akan bisa berpihak pada rakyat pekerja, tani, dan kaum miskin kota.

Mega Proyek di Pulau Madura, untuk Siapa?

Sebentar lagi seluruh eksotisme itu lenyap. Tak ada lagi suara riang anak-anak berlarian, mengejar matahari, mengejar mimpi. Tak ada lagi senyum liar menebar, menikmati hari, menikmati pagi. Semua hilang, hanyut, tenggelam, digerus oleh arus modal. Madura Industrial Seaport City, begitulah nama mega-proyek yang tengah menjadi “kebanggaan” warga Surabaya dan Madura. Proyek ini menelan biaya total 4,5 triliun rupiah. Pembangunan jembatan dengan total biaya yang begitu besar ini tujuan utamanya, tentu, bukan untuk memudahkan arus hilir mudik masyarakat dari Surabaya ke Madura (atau sebaliknya). Bukan pula untuk meningkatkan mata pencaharian mereka, atau untuk menyejahterakan rakyat dalam makna yang sesungguhnya. Namun, tidak bisa dipungkiri, proyek ini bertujuan untuk kepentingan modal besar milik segelintir orang.

Kapitalisme adalah Problem. Apresiasi Kritis atas Film Capitalism: A Love Story

Sutradara spesialis film dokumenter, Michael Moore, membuat kejutan baru. Ia membuat film yang berkisah tentang cinta terlarang yang kemudian mendatangkan malapetaka di akhir musim gugur tahun 2007. Film yang bejudul Capitalism: A Love Story ini merupakan sindiran ideologis terhadap kapitalisme sebagai sistem dominan yang merusak kemanusiaan dan telah menyebabkan resesi ekonomi global. Film ini sepertinya juga ingin mengingatkan kepada warga Amerika dan dunia bahwa kapitalisme adalah sebuah sistem yang bengis, yang didasarkan atas eksploitasi dan motif meraih keuntungan yang lepas kontrol. Oleh karena itu, harus dilawan!