facebooklogocolour

72587480 2381347375416906 1998546654759747584 nSepuluh tahun tepatnya situs Militan Indonesia diluncurkan, yakni pada 18 September 2009, dan kini saatnya kami mengucapkan selamat tinggal pada situs ini. Ini bukan akhir dari kerja penyebaran gagasan revolusioner kami, tetapi hanya transisi dari satu tahapan menuju tahapan lainnya. Dengan ditutupnya situs Militan Indonesia, mari kita sambut penggantinya, situs Revolusioner.org (Perhimpunan Sosialis Revolusioner)

Selama 10 tahun terakhir, situs Militan telah menjadi sumber gagasan Marxisme bagi kaum buruh dan muda yang sedang mencari jalan keluar dari kebuntuan kapitalisme. Kerja yang kami mulai sangatlah bersahaja, yakni meletakkan fondasi ideologi yang kokoh untuk kemenangan Revolusi Sosialis.

Sesungguhnya kita tidak pernah kekurangan aktivis, ataupun kekurangan heroisme dan keberanian. Semua ini begitu berlimpah di tengah keganasan kapitalisme yang terus melumat rakyat pekerja. Namun keberanian dan heroisme tanpa ideologi perjuangan kelas – yaitu Marxisme – akan dengan mudah diremukkan oleh tekanan kapitalis. Akan baik kalau mereka-mereka yang semangat perjuangannya telah dipatahkan oleh umur, tekanan ekonomi, kebingungan ideologi, dan demoralisasi memilih mundur dan menghilang dari gerakan. Tetapi banyak dari mereka yang lantas menyeberang, menjadi kaum liberal dan reformis, yakni orang-orang yang sudah tidak percaya lagi pada masa depan sosialisme, dan dengan demikian menjadi penghalang - sadar atau tidak sadar - bagi perjuangan kelas buruh dan kemenangan revolusi sosialis.

Marx pernah mengatakan bahwa ketidaktahuan tidak pernah menolong siapapun. Kita bisa tambahkan bahwa dalam banyak kasus ketidaktahuan juga menjerumuskan banyak orang ke bencana. Inilah mengapa kami abaikan mereka-mereka yang terus mencibir kerja pembangunan landasan teori ini.

Selama 10 tahun situs Militan hadir, kami telah menulis dan menerbitkan lebih dari 700 artikel, yang telah dibaca total lebih dari 3 juta kali. Lima artikel kami yang paling populer adalah:

1. Mengenal Dasar-dasar Filsafat Marxisme (140 ribu kunjungan)

2. Sejarah Perkembangan Kapitalisme Indonesia (75 ribu kunjungan)

3. Apa itu Imperialisme dan Bagaimana Melawannya (50 ribu kunjungan)

4. Pemberontakan Komunis 1926 (34 ribu kunjungan)

5. Kaum Muda dan Marxisme (27 ribu kunjungan)

Daftar di atas jelas menunjukkan bahwa kaum muda dan buruh sedang mencari-cari teori dasar filsafat Marxisme dan sejarah. Selain artikel di dunia maya, Militan juga mencetak koran serta  menerjemahkan karya-karya Marxis dan menerbitkannya ke dalam buku. Lebih dari 5000 buku kami telah terjual.

Tidak ada yang megah dalam kerja kami selama ini. Kami tidak memimpin massa. Kami tidak keranjingan “turba” atau turun ke bawah. Kerja kami adalah bagian dari tahapan awal membangun fondasi partai revolusioner yang kokoh: klarifikasi Marxisme dan pengumpulan kader-kader inti.

Kita semua telah mendengar mengenai Revolusi Rusia 1917. Namun yang jarang kita dengar adalah bagaimana semua ini dimulai jauh-jauh hari pada 1883, dengan dibentuknya Kelompok Emansipasi Buruh oleh Plekhanov bersama 4 kawannya yang lain. Selama lebih dari 10 tahun, fokus Plekhanov dan Kelompok Emansipasi Buruh adalah menggeluti teori Marxisme dengan serius, yang mereka lakukan khusus untuk mempersenjatai generasi muda yang baru dengan gagasan yang tepat. Artikel-artikel yang dihasilkan oleh Kelompok Emansipasi Buruh menjadi landasan untuk kelahiran Partai Buruh Sosial Demokrasi Rusia 15 tahun kemudian pada 1898, dan akhirnya Revolusi Oktober 34 tahun kemudian. Lenin sendiri mengakui bahwa Kelompok Emansipasi Buruh “meletakkan fondasi teori bagi gerakan Sosial-Demokratik [Marxis]” dan “tulisan-tulisan kelompok ini ... adalah yang pertama kalinya secara sistematis menjabarkan dan menarik semua kesimpulan praktis dari gagasan Marxisme.”

Inilah tahapan yang tengah kami lalu selama 10 tahun terakhir, yakni tahapan “Plekhanov”, dalam kata lain, tahapan klarifikasi Marxisme yang disertai dengan pengumpulan kader-kader inti partai revolusioner. Tahapan ini terutama penting kita lalui ketika tradisi Marxis telah dihancurkan pada 1965 -- dan di sini kami harus memberikan kualifikasi yang ketat karena apa yang disebut Marxisme pada periode 1950-1960an tidak lain adalah Stalinisme, yakni bentuk Marxisme yang vulgar yang justru jadi sumber malapetaka. Kemunduran ideologis ini diperparah dengan runtuhnya Uni Soviet yang membuka ofensif ideologi terhadap Marxisme. Menggali kembali Marxisme maka menjadi tugas terutama bagi setiap kaum revolusioner yang serius ingin menumbangkan kapitalisme.

Militan selama 10 tahun terakhir telah melakukan kerja menggali kembali Marxisme ini dengan konsisten dan sabar. Masih banyak yang harus kami lakukan terkait dengan tugas ini, tetapi saatnya pula kita melangkah ke tahapan selanjutnya, yakni mengambil kesimpulan-kesimpulan praktis dari Marxisme dalam membangun organisasi revolusioner. Pergantian nama dari Militan Indonesia menjadi Perhimpunan Sosialis Revolusioner adalah bagian dari langkah ke tahapan selanjutnya ini.

Ini tidak berarti klarifikasi gagasan Marxisme telah selesai. Marxisme adalah filsafat yang hidup, dan setiap kaum revolusioner harus terus mempelajari dan mengembangkannya sampai akhir hayatnya. Mereka yang berhenti belajar berhenti pula menjadi seorang Marxis.

Kami berterima kasih pada para pembaca setia kami selama satu dekade terakhir ini, dan kami ajak kawan-kawan sekalian untuk mengunjungi dan juga membantu menyebarluaskan situs baru kami Revolusioner.org. Tidak hanya itu, bila kalian setuju bahwa kapitalisme harus diakhiri untuk membuka masa depan sosialis bagi umat manusia, maka bergabunglah dengan kami, Perhimpunan Sosialis Revolusioner. Kapitalisme yang sudah busuk ini tidak akan dengan sendirinya tumbang. Kita harus membangun sebuah organisasi yang akan mampu memberi kapitalisme dorongan terakhir menuju liang kubur.