facebooklogocolour

Kritik atas Tuntutan "Tolak Masuknya Tenaga Kerja Asing" Pada Aksi Buruh 1 September

Demoburuh1SeptYang dibutuhkan adalah perjuangan yang berperspektif kelas dan internasionalis. Alih-alih melihat buruh Tiongkok atau ASEAN sebagai saingan, kita harus melihat mereka sebagai rekan seperjuangan.  Kalau kapital atau modal saja tidak memiliki kebangsaan, maka perjuangan buruh juga harus keluar dari sekat-sekat nasional.

May Day dan Masalah Persatuan Buruh yang Tak Kunjung Tiba

mayday2014May Day kembali menyambut kita semua. Hari yang bersejarah ini telah merasuki sanubari dari semua kelas buruh dan kaum muda yang sadar kelas. Semangat persatuan biasanya membumbung tinggi mendekati May Day. Tidak heran, karena pada hari inilah biasanya kaum buruh bisa turun ke jalan dalam jumlah ratusan ribu tanpa memandang bendera mereka.

May Day dan Perjuangan Kita

1mei 1958Sejarah perjuangan kita sendiri memberikan banyak pelajaran bahwa kelas kita membutuhkan sebuah instrumen perjuangan yang bertujuan menghapuskan kapitalisme dan mendirikan sosialisme. Instrumen ini adalah partai revolusioner kelas kita sendiri.

Kisah Buruh Jombang yang Melawan dan Mogok

jombangmogokPuluhan ribu buruh Jombang turun dan mogok, melakukan sweeping dan melumpuhkan jalan-jalan utama serta roda produksi. Aksi yang demikian besar yang tidak pernah terlihat sebelumnya, yang mengejutkan tidak hanya aparat polisi dan penguasa tetapi juga bahkan para pesertanya. 

Apa Kabar Buruh Poros Maritim Indonesia?

buruhpelabuhanBisa kita bayangkan jika hari ini kita mulai membangun kekuatan buruh poros maritim. Kita bangun kekuatan Hulu ke Hilir, dan menyatukan buruh pelabuhan, transportasi dan kekuatan buruh manufaktur. Hingga jika kita bicara mogok, maka ada gaung yang luar biasa terdengar.

Selebaran May Day Lenin: Hari Libur Buruh – Satu May

Kamerad! Mari kita cermati kondisi kehidupan kita; mari kita perhatikan lingkungan di mana kita menghabiskan hari-hari kita. Apa yang kita lihat? Kita bekerja keras; kita menciptakan kekayaan yang tak terhingga, emas dan kain-kain mahal, kain brokat dan beludru; kita menggali biji besi dan batu bara dari perut bumi; kita membangun mesin-mesin, kapal-kapal, istana-istana, rel-rel kereta api. Semua kekayaan dunia diciptakan oleh tangan kita, dihasilkan oleh keringat dan darah kita.

Memaknai Sejarah May Day: Sebuah Refleksi Kritis

Makna “perwujudan kembali” sejarah May Day dalam konteks perjuangan buruh hari ini, terutama di Indonesia, dapat ditandai dengan melakukan perayaan yang bersifat revolusioner; menjadikan May Day sebagai hari yang radikal untuk mengingat kembali memori perjuangan kelas; untuk terus menumbuhkan semangat baru bagi perlawanan kaum buruh.

Aksi dan Reaksi Monas: Ganti Buruh Dengan Mesin

Di dalam sejarah pergerakan buruh di seluruh dunia, setiap kali buruh bergerak menuntut perbaikan kondisi kerja mereka (kenaikan upah, dll.) pemilik modal selalu mengancam akan menggantikan buruh dengan mesin. Ancaman ini adalah satu ancaman yang cukup serius yang membuat takut mayoritas buruh untuk berjuang menuntut upah lebih. Kita akan berbohong kalau kita mengatakan bahwa ancaman ini adalah gertak sambal semata. Ancaman ini nyata dan riil, tetapi bukan berarti kita lantas harus tunduk takut. Memahami ancaman ini akan membuat kita mampu “mengancam balik”, membuat kita lebih paham tugas historis perjuangan buruh.

Bukan Hidup Hemat, Tapi Hidup Layak (Masalah Motor Ninja)

Kalau ada yang pemboros, itu adalah kelas kapitalis yang telah menyia-nyiakan potensi tenaga produksi masyarakat. Kapitalisme itu sendiri yang hari ini merupakan pemborosan terbesar di dalam sejarah umat manusia. Berapa juta nyawa manusia yang telah ia “boroskan” dalam perang-perang untuk merebut sumber daya alam dan pasar? Berapa banyak pemborosan yang dilakukan oleh para koruptor? Berapa masa depan jutaan anak yang “diboroskan” karena mereka kurang gizi dan tidak bisa sekolah? Berapa banyak hutan yang “diboroskan” demi laba besar dan cepat dari usaha perkebunan sawit ? Yang boros bukanlah buruh yang ingin menyicil Kawasaki Ninja, tetapi kapitalisme.