Kami, dari segenap organisasi Militan Indonesia, mengucapkan Selamat Hari Buruh kepada kaum buruh Indonesia. Ini adalah hari yang menggembirakan bagi kita semua karena pada saat yang bersamaan jutaan kaum buruh sedunia turun ke jalan bersolidaritas dan menunjukkan ke seluruh dunia: kami masih ada di sini, dan kami masih terus berjuang. Yah, setiap hari profesor-profesor dan pakar-pakar bayaran kaum kapitalis terus berteori bahwa sudah tidak ada lagi kelas buruh. Namun tiap tahunnya kita buruh terus turun ke jalan pada tanggal 1 Mei untuk merayakan Hari Buruh. Dengan kehadiran kita yang nyata, teori-teori para tuan-nyonya cerdas ini terhempas ke tong sampah sejarah.

May Day kita bukanlah sesuatu yang diberikan kepada kita di atas piring mewah, namun seperti semua hal yang kita miliki sekarang adalah sesuatu yang kita peroleh dengan keringat dan darah perjuangan. Tidak ada satupun hal yang kita peroleh dengan cuma-cuma, dan ini menjadi sebuah tanda kebanggaan bagi kita. Tidak seperti kaum kapitalis yang malas dan sebenarnya tidak berguna, yang kerjanya hanya menghitung berapa banyak uang yang mereka peroleh, kita dengan tangan kita sendiri telah membangun kota-kota yang megah, gedung-gedung tinggi pencakar langit, pabrik-pabrik besar, dan semua kekayaan yang ada di muka bumi ini. Perjuangan kita adalah perjuangan untuk merebut semua kekayaan ini dari tangan kapitalis dan menggunakannya untuk kesejahteraan rakyat pekerja luas.

Kita adalah satu-satunya kelas yang dengan sadar merayakan keberadaan kelas kita. Kelas borjuis tidak punya Hari Borjuis. Kelas feodal tidak punya Hari Feodal. Begitu juga dengan kelas dan sektor tertindas lainnya: tani, nelayan, kaum miskin kota, lumpenproletar, dan sebagainya. Mereka tidak memiliki sebuah hari besar bersejarah seperti May Day untuk kelas mereka sendiri. Yah, ada Hari Tani Indonesia, tetapi cakupannya tidak sebesar dan sedalam Hari Buruh. Ini dengan sendirinya telah menunjukkan kekuatan kelas buruh, bahwa buruhlah kelas yang akan memimpin penumbangan kapitalisme karena ia lebih sadar kelas, ia lebih terorganisir, dan posisi politik dan ekonominya dalam sistem kapitalisme lebih menentukan.

May Day kali ini akan sedikit berbeda dengan yang sebelum-sebelumnya. Bulan Maret lalu aksi buruh telah mematahkan - untuk sementara - rencana rejim ini untuk menaikkan harga BBM. Aksi buruhlah yang membuat pemerintahan ini gentar dan menunda kenaikan harga BBM. Tanpa keterlibatan aktif dan kepemimpinan kaum buruh pada aksi kemarin itu, tidak diragukan lagi kalau gerakan tersebut pasti gagal. Ini adalah satu momen penting bagi gerakan buruh kita, dimana kaum buruh menunjukkan kepada segenap bangsa bahwa buruh bisa memimpin gerakan rakyat luas dan tidak hanya berkutat pada perjuangan di dalam batasan gerbang pabrik saja.

Bulan Juli nanti rejim ini akan mencoba menaikkan harga BBM lagi, dan buruh sudah mulai berkonsolidasi untuk mengobarkan perjuangan yang bahkan lebih besar. May Day ini harus kita gunakan sebagai momentum untuk menghimpun kekuatan buruh, dan menunjukkan kepemimpinan buruh kepada seluruh rakyat. Buruh harus bisa jadi pelopor gerakan menentang kena-ikan harga BBM. Kita telah tunjukkan ini bulan Maret lalu, dan kita harus tunjukkan lagi dan lagi. Dan bukan hanya dengan isu harga BBM saja, tetapi semua permasalahan pelik yang dihadapi bangsa ini guna membuat nyata slogan “Buruh Berkuasa Rakyat Sejahtera”. Dengan May Day rakyat luas bisa melihat keberadaan kita sebagai kaum yang muda, berani, dan militan, yang senantiasa berjuang untuk kepentingan kelas-kelas tertindas lainnya.

Pada hari May Day ini, berbanggalah wahai buruh! Jadikan 1 Mei milikmu! Namun jangan kita berhenti di sini saja. Esok haripun harus jadi milik kita juga, dan lusa juga,  dan sampai akhir sejarah, semua harus jadi milik kita.

HIDUP BURUH!
HIDUP RAKYAT PEKERJA!
HIDUP SOSIALISME!