Bentuk Komite Persiapan Mogok Nasional! Hanya Mogok Nasional yang Bisa Mematahkan PP Pengupahan! 

aksi buruh 30 oktoberPP Pengupahan telah disahkan dan genderang perang yang ditabuh oleh rejim kapitalis semakin keras bunyinya. Dentuman gas air mata yang memekakkan telinga menggema di antara puluhan ribu buruh yang beraksi kemarin (30/10) di depan Istana Merdeka. Polisi, yang tidak lain adalah aparatus kekerasan dari pemilik modal, bergerak dengan cepat, terorganisir, dan brutal untuk mematikan api-api perlawanan yang mulai berkobar. Peristiwa-peristiwa yang bergulir dengan cepat dalam satu minggu terakhir ini menunjukkan satu hal dan hanya satu hal: pertentangan kelas semakin meruncing. Langkah-langkah yang diambil oleh kaum buruh dalam waktu dekat ini – bukan hanya dalam hitungan minggu, tetapi dalam hitungan hari, dan bahkan jam – akan menentukan hasil dari pertempuran kali ini.

Pertama-tama kita harus memahami bahwa PP pengupahan adalah agenda dari kelas kapitalis untuk menyelamatkan perekonomian mereka yang mulai ambruk. Untuk menyelamatkan kapal yang sudah karam ini, mereka harus menyerang standar hidup yang selama ini telah diperjuangkan mati-matian oleh kaum buruh. Ini tidak hanya kita saksikan di Indonesia, tetapi juga kita saksikan di banyak negeri di seluruh dunia. Kelas penguasa tidak akan mundur karena logika kapitalisme – terutama kapitalisme dalam periode krisis – mendikte kebijakan mereka. Ini bukan masalah moral atau ketidaktahuan penguasa akan dampak-dampak buruk dari PP Pengupahan dan kebijakan-kebijakan serupa. Ini adalah masalah menyelamatkan profit kapitalis.

Di masa krisis kapitalisme seperti hari ini, tidak ada lagi reforma (remah-remah kecil) yang bisa diberikan oleh kaum kapitalis kepada buruh. Bila pada 2012-2013 kelas penguasa dikejutkan oleh gelombang aksi buruh dan mogok nasional sehingga terpaksa memberikan sejumlah konsesi besar pada buruh, hari ini hal yang sama tidak akan terulang lagi. Sebaliknya, kelas kapitalis yang sekarang ada dalam posisi ofensif dan kelas buruh dalam posisi defensif.  Inilah realitas yang kita hadapi hari ini, dan ini menuntut gerakan buruh – terutama lapisan kepemimpinannya – untuk memiliki perspektif perlawanan yang lebih maju dan tegas daripada sebelum-sebelumnya.

Ada atmosfer perlawanan yang sudah mulai terbangun sejak diumumkannya RPP Pengupahan, yang semakin memanas ketika RPP ini disahkan dan tidak diragukan lagi mencapai titik didihnya ketika lewat siaran langsung TV jutaan buruh menyaksikan saudara-saudari kelas mereka direpresi di halaman Istana Merdeka. Dibutuhkan kepemimpinan yang tegas yang mampu menyalurkan atmosfer perlawanan ini, dan bukannya kepemimpinan reformis yang di setiap langkah selalu ragu-ragu sehingga memberikan ruang bagi rejim kapitalis Jokowi-JK ini untuk bergerak terlebih dahulu dan menentukan laju pertempuran.

Buruh sudah mulai melawan di banyak tempat dengan berbagai metode. Namun aksi-aksi yang terpecah-pecah dan setengah hati seperti ini sejatinya tidak cukup mampu untuk membatalkan PP Pengupahan ini. Ini bukan masalah ketidaksiapan buruh anggota atau kurang luasnya partisipasi mereka dalam menentang PP Pengupahan ini, tapi ini lebih pada kepemimpinan buruh yang tidak bisa beradaptasi terhadap situasi baru yang terjadi di bawah. Setelah keberhasilan Monas 2012, kepemimpinan serikat-serikat buruh berpikir bahwa ritual aksi dan negosiasi yang sama pada bulan-bulan menjelang penentuan upah minimum akan memberikan hasil yang sama. Sehingga, ketika dihadapkan dengan situasi baru – yakni kelas penguasa yang mengambil posisi ofensif dan menolak tunduk sebelum mematahkan perlawanan buruh – kepemimpinan serikat-serikat buruh tidak siap.

Perkuat dan Perluas Komite Pemogokan

Rencana mogok nasional telah diumumkan untuk tanggal 18-20 November. Kebrutalan aparat pada Jumat malam kemarin telah menunjukkan dengan jelas kepada seluruh buruh bahwa hanya mogok nasional yang bisa mematahkan PP Pengupahan dan rejim Jokowi-JK. Demi keberhasilan mogok nasional cara-cara lama jelas sudah tidak lagi efektif. Oleh karenanya Militan menyambut dan mendukung seruan Komite Aksi Upah Gerakan Buruh Indonesia kepada seluruh unsur gerakan buruh untuk membentuk komite-komite persiapan mogok. Pembentukan komite-komite pemogokan ini menjadi krusial untuk keberhasilan perjuangan buruh hari ini. Namun komite-komite ini tidak boleh dibentuk dengan mentalitas “business as usual” (bisnis seperti biasa).

Pertama, komite-komite pemogokan ini haruslah terbuka dan mewakili semua buruh dari berbagai bendera dan terutama juga yang tidak berbendera. Komite-komite ini tidak boleh dibatasi oleh sekat-sekat organisasi serikat buruh yang kaku. Dengan demikian energi buruh bisa tersalurkan dan komite-komite ini dapat mendobrak rutinitas, inersia dan stagnasi birokratis yang melekat di banyak serikat buruh.

Kedua, komite-komite pemogokan ini haruslah dibentuk di tiap-tiap pabrik, di tiap-tiap kawasan industri, dan lebih jauh di tingkat daerah dan kemudian di tingkat nasional. Komite-komite ini haruslah demokratis, dimana delegasi-delegasi yang terpilih bisa direcall setiap saat. Hal-ihwal mengenai persiapan, koordinasi dan pelaksanaan mogok diputuskan  melalui komite-komite mogok.

Ketiga, komite-komite ini harus membangun titik-titik dukungan dari rakyat pekerja luas. Ini berarti secara konkret menginisiasi pembentukan komite-komite solidaritas, misalnya dari keluarga-keluarga buruh, dari mahasiswa, dari kaum miskin kota, dan bahkan dari lapisan pekerja “profesional” seperti dokter, perawat, pengacara, jurnalis, dsb. Serangan brutal kemarin mengikatkan kita bahwa buruh membutuhkan tenaga medis mereka sendiri, pengacara-pengacara yang bisa membebaskan buruh-buruh yang ditangkap, kuli-kuli tinta yang bisa menyebarluaskan berita perlawanan buruh.

Supaya seruan mogok nasional tidak lantas melempem atau mati di tengah jalan, keterlibatan terluas dari seluruh buruh melalui komite-komite pemogokan akan menentukan. Hanya dengan jalan pembentukan komite-komite pemogokan seperti ini, maka halangan utama dalam mogok nasional ini bisa diselesaikan.

Kawan-kawan buruh dan muda revolusioner yang setuju dengan pernyataan ini, kami dorong untuk membawanya ke serikat-serikat buruh, organisasi-organisasi perjuangan, dan lingkaran-lingkaran diskusi, dimana kalian berada, bukan hanya untuk didiskusikan tetapi untuk segera dikonkretkan.

Patahkan PP Pengupahan dan Rejim Jokowi dengan Mogok Nasional!

Bentuk Komite-Komite Pemogokan!