Revolusi Venezuela sedang memasuki tahap kritis lagi tahun ini. Dengan pemilu Majelis Nasional yang akan berlangsung pada tanggal 26 September, pihak konter-revolusi telah melancarkan serangan dari berbagai arah: ekonomi, politik, dan militer. Ekonomi dengan cara sabotase bahan pangan yang menyebabkan kelangkaan kebutuhan sehari-hari; politik dengan media nasional dan internasionalnya yang setiap hari mengumbar fitnah dan kebohongan untuk mengikis opini rakyat terhadap Revolusi Venezuela; serta militer dengan provokasi pemerintah Kolombia yang menuduh Venezuela mendukung kelompok “teroris” FARC dan dibangunnya tujuh pangkalan militer AS di Kolombia.

Selain itu, dari dalam kubu Bolivarian pun terdapat lintah-lintah yang menghisap kekuatan revolusi. Orang-orang berjaket merah ini adalah “birokrasi merah” yang mensabotase revolusi dari dalam: kaum pengejar karir, birokrat lama, dan kaum oportunis. Revolusi Venezuela tidak akan berhasil bila ia tidak membabat birokrasi di dalam negara ini.

Seluruh mata dunia akan menyaksikan dengan penuh perhatian pemilu 26 September. Berikut ini kami terbitkan statemen solidaritas dari berbagai organisasi di Indonesia dan sekitarnya untuk menentang intervensi asing terhadap Revolusi Venezuela.


TOLAK CAMPUR TANGAN AS TERHADAP VENEZUELA;

TOLAK PANGKALAN MILITER AS DI KOLOMBIA;

DUKUNG PERLAWANAN IMPERIALISME AS DI AMERIKA LATIN

Satu windu Revolusi Bolivarian Venezuela berlangsung, tak pernah sepi dari intervensi, gangguan, dan provokasi pemerintah Amerika Serikat. Dari upaya kudeta oposisi pro dan dibiayai AS tahun 2002, hingga provokasi militer lewat pemerintah Kolombia baru-baru ini. Pemerintah Kolombia menuduh Venezuela melindungi dan memiliki “markas-markas teroris FARC” di negerinya, dan menyerukan agar Organisasi Negara-negara Amerika Selatan menginvestigasinya. Demikian pula pernyataan Hillary Clinton yang meminta Inter-American Democratic Charter melawan Venezuela.

Penyebutan teroris terhadap kelompok-kelompok yang melawan dominasi imperialisme AS di dunia adalah bagian dari scenario “perang teror” yang dilancarkan AS pasca tragedi WTC 2001. Irak dan Afganistan adalah korban teror AS paling jahat. Tidak pernah ada pertanggungjawaban AS ketika terbukti bahwa tak pernah ada apa yang mereka sebut senjata pemusnah masal dan (bahkan) teroris itu sendiri,

Pemerintah Amerika Serikat, walau Obama telah berjabat tangan dengan Chavez, mewakili pemerintah kapitalis terkuat dan paling reaksioner di dunia. Mereka ketakutan karena Venezuela melakukan revolusi yang serupa dengan Kuba; membangun sosialisme di abad 21. Venezuela mengambil alih dan membangun industri-industri vital di bawah kontrol kaum pekerja, mengambil alih lahan-lahan raksasa yang tak berguna dan dimiliki oleh para pemilik tanah besar, membangun sumber daya manusia lewat pendidikan dan kesehatan gratis yang berkualitas, tak sudi didikte oleh lembaga keuangan kapitalisme neoliberal, menjual minyak lebih murah untuk rakyat AS ketimbang pemerintah AS sendiri, dst. Singkatnya, pemerintah kapitalis AS tidak mau membiarkan sosialisme berkembang di Venezuela, seperti hanya mereka tak membiarkan sosialisme berjaya di Kuba dengan menerapkan embargo ekonomi selama 40 tahun.

Menurut pemerintah kapitalis AS, globalisasi Chevron, Exxon, CocaCola, dan McDonald, adalah simbol kemakmuran daripada pendidikan dan kesehatan gratis dan berkualitas. Dua ratusan orang terkaya di dunia adalah lebih baik daripada berhasilnya Kuba dan Venezuela memberantas buta huruf, mengobati penyakit Katarak dan Kanker, komputerisasi tingkat SD hingga ke pedesaan dengan cuma-cuma.

Setahun belakangan ini, telah 7 pangkalan militer AS telah didirikan di Kolombia. Menurut Angkatan Udara AS, pendirian pangkalan-pangkalan ini dengan jelas dinyatakan sebagai upaya untuk melakukan “operasi militer menyeluruh” [full spectrum military operation] untuk melawan ancaman yang terus meningkat dari pemerintah-pemerintah anti Amerika di Amerika Latin. Tentu saja ancaman yang mereka maksud adalah semakin banyak negeri-negeri di Amerika Latin yang melawan imperialisme AS, menyusul Kuba dan Venezuela.

Menjadi hak setiap rakyat di berbagai belahan dunia untuk melawan imperialisme AS dalam berbagai cara yang melindungi kemanusiaan, termasuk hak rakyat Kolombia untuk melawan pemerintahnya yang setia menjadi kaki tangan imperialisme AS. Tugas negeri-negeri sosialis membantu perlawanan tersebut agar kapitalisme tidak lebih lama lagi menyengsarakan manusia, merusak alam, dan mematikan potensi maju seluruh bagian dunia.  Dan tugas gerakan demokratik dan kemanusiaan seluruh dunia untuk memberikan solidaritas terhadap upaya membangun suatu tatanan dunia baru di luar kapitalisme.

Oleh karena itu kami, yang bertandatangan di bawah ini, menyatakan dukungan terhadap Revolusi Bolivarian Venezuela dan menolak berbagai bentuk intervensi Amerika Serikat terhadap kemandirian ekonomi politik Venezuela. Kekalahan Revolusi Venezuela adalah kekalahan bagi perjuangan rakyat dunia dalam mencipatakan alternatif melawan Kapitalisme global, untuk itu, tak akan kami biarkan.

Jakarta, 28 Juli 2010

DAFTAR DUKUNGAN SOLIDARITAS:

1. SOLIDARITAS RAKYAT INDONESIA UNTUK ALTERNATIF AMERIKA LATIN (SERIAL)

2. KOMITE POLITIK RAKYAT MISKIN – PARTAI RAKYAT DEMOKRATIK (KPRM-PRD)

3. PERSATUAN POLITIK RAKYAT MISKIN (PPRM)

4. PUSAT PERJUANGAN MAHASISWA UNTUK PEMBEBASAN NASIONAL (PEMBEBASAN)

5. PEREMPUAN MAHARDHIKA

6. PERSATUAN PERGERAKAN BURUH INDONESIA (PPBI)

7. HANDS OFF VENEZUELA – INDONESIA

8. MILITAN INDONESIA

Kirim solidaritas ke: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya. atau Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.




Statement Solidaritas Bersama
Hentikan Ancaman Terhadap Venezuela Sekarang!


3 Agustus 2010


Kami, organisasi-organisasi di bawah ini, dengan perhatian serius melihat kemungkinan agresi militer terhadap rakyat Venezuela oleh Pemerintah Kolombia, yang didukung oleh Negara Amerika Serikat dengan menggunakan tujuh pangkalan militer yang baru-baru ini dibangun di Kolombia.

Persoalan ini timbul dari kejadian belakangan ini ketika Republik Bolivarian Venezuela pada tanggal 22 Juli 2010 dituduh saat Sidang Luar Biasa Organization of American States (Organisasi Negara-negara Amerika) di Washington oleh Pemerintah Kolombia mempromosikan, mendukung dan memelihara hubungan dengan organisasi-organisasi bersenjata dari Kolombia, seperti Revolutionary Armed Forces of Colombia (Angkatan Bersenjata Revolusioner Kolombia-FARC) dan National Liberation Army (Tentara Pembebasan Nasional-ELN). Tuduhan itu hanya berdasarkan gambar yang belum pernah diperiksa ataupun diverifikasi.

Langkah terakhir oleh pemerintah sayap kanan Kolombia tersebut jelas merupakan upaya yang didukung oleh AS untuk membenarkan serangan pre-emptive terhadap Venezuela dan rakyatnya. Telah terdapat pola tuduhan palsu terhadap pemerintah Hugo Chavez dalam beberapa tahun terakhir sebagai bagian dari kampanye yang didukung AS untuk menghancurkan proses revolusioner yang terjadi di Venezuela.

Sejak pemilihan Presiden Hugo Chavez pada tahun 1998 dan awal proses revolusioner Bolivarian, Venezuela telah menjadi tantangan besar bagi dominasi imperialis AS di Amerika Latin. Serta menjadi tantangan pembangunan kapitalis di wilayah ini. Proses revolusioner - dengan partisipasi demokratis populer di Venezuela membawa bendera "Sosialisme di Abad 21" - telah menjadi inspirasi bagi rakyat di seluruh dunia untuk mencari alternatif bagi tatanan dunia kapitalis neoliberal.

Mengingat sejarah campur tangan Amerika Serikat dalam urusan internal negara dan wilayah lain, seperti di Iran dan Semenanjung Korea, kami melihat bahwa AS dapat memanfaatkan krisis Venezuela-Kolombia saat ini sebagai pintu masuk untuk melaksanakan agresi militer terhadap Venezuela seperti yang telah dilakukan berkali-kali di tempat lain di masa lalu. Serangan terhadap Venezuela bertujuan untuk menghancurkan proses revolusioner yang terjadi di Venezuela, Bolivia, Ekuador dan Nikaragua. Serta Amerika Serikat ingin membangun kembali doktrin imperialisme di wilayah ini. Kami sangat menyadari dampak potensial dari tindakan negatif ini kepada rakyat Venezuela dan proses revolusioner yang sedang berlangsung serta pada masyarakat internasional.

Seiring kekhawatiran ini menjadi nyata, kami menyatakan dukungan kami untuk proses demokratik serta revolusioner damai di Venezuela dan kami ingin membangun solidaritas kami kepada rakyat di Venezuela yang sedang berjuang untuk membangun dunia yang lebih baik.

Kami menuntut dan menyerukan:

  1. Pemerintah Kolombia untuk menghentikan kebohongan, tuduhan berbahaya dan ancaman terus-menerusnya terhadap Venezuela dan bekerjasama dengan Venezuela dalam menyelesaikan krisis dengan cara diplomatik damai untuk membangun kembali hubungan dengan seluruh Negara di wilayah Amerika Latin
  2. Pemerintah AS untuk menutup semua pangkalan dan instalasi militer mereka di Amerika Latin serta wilayah lainnya di dunia;
  3. Semua pemerintah dengan kesadaran penuh mendukung pemerintah Venezuela atas haknya untuk kedaulatan dan mengecam keras tindakan militer yang didukung AS terhadap rakyat Venezuela.
  4. Seluruh rakyat dan organisasi yang mendukung keadilan sosial dan demokrasi sejati untuk mendukung tindakan solidaritas yang mungkin diperlukan untuk mempertahankan Venezuela dan revolusi di Venezuela terhadap ancaman militer terus-menerus.

Ditandatangani oleh:


Australia:
Socialist Alliance

Indonesia:
Perhimpunan Rakyat Pekerja (PRP)

Komite Politik Rakyat Miskin - Partai Rakyat Demokratik (KPRM-PRD)

Perempuan Mahardhika

Hands Off Venezuela – Indonesia

Militan Indonesia

Malaysia:
Parti Sosialis Malaysia (PSM)

Selandia Baru:
Socialist Workers

Pakistan

Labour Party Pakistan (LPP)

National Trade Union Federation

Philipina

Party of the Labouring Masses (PLM)

Philippines-Venezuela Solidarity Network

Labor Party (Partido ng Manggagawa)

Transform Asia Institute

Bukluran ng Mangagawang Pilipino

Pagkakaisa ng Manggagawa sa Transportasyon

Samahang Demokratiko ng Kabataan

Kongreso sa Pagkakaisa ng Maralitang Lunsod

Bukluran ng Kababaihan para sa Pagbabago

Aniban ng Manggagawa sa Agrikultura

SANLAKAS

Nepal

All Nepal Federation of Trade Unions(ANTUF)

Burma

Network of Progressive Youth.

[Statement bersama ini diinisiasi oleh Parti Sosialis Malaysia (PSM); Perhimpunan Rakyat Pekerja (PRP), Indonesia; dan Socialist Alliance, Australia. Organisasi yang ingin menandatangani statement ini dapat menghubungi Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.]