facebooklogocolour

49 mahasiswa papua ditangkapBerikut adalah pernyataan solidaritas Militan Indonesia untuk kawan-kawan Mahasiswa Papua di Surabaya yang beberapa hari yang lalu direpresi.

Sebanyak 49 mahasiswa Papua ditangkap dan ditahan oleh Polrestabes Surabaya. Penangkapan ini adalah buntut dari penyerangan gabungan ormas reaksioner yang terdiri dari Pemuda Pancasila, Patriot Garuda, dan Benteng NKRI di Asrama Papua Jalan Kalasan Surabaya. Siang hari sebelumnya (15/8) gabungan ormas  ini memaksa masuk wilayah Asrama Papua untuk memasang bendera merah putih. Mereka bertindak brutal dan memicu bentrokan dengan kawan-kawan Papua.

Aksi-aksi ormas reaksioner ini bukanlah pertama-kalinya. Acara-acara diskusi yang digelar mahasiswa Papua Surabaya juga sering dibubarkan. Menjelang malam hari, puluhan polisi mendatangi Asrama Papua sembari membawa surat penggeledahan. Para polisi ini juga menetapkan seorang kawan Papua berisinial EY sebagai tersangka tidak kurang dari 24 jam dan hanya berdasar pada laporan ormas yang mengklaim terluka dan diserang pada bentrokan siang hari sebelumnya. Ini adalah hal yang aneh karena kawan dengan inisial EY tersebut dalam seminggu terakhir berada di luar kota dan tidak ada di asrama saat kejadian itu berlangsung.

Alih-alih menangkap ormas reaksioner yang membuat keributan di Asrama Papua, pihak keamanan justru menangkap kawan-kawan Papua. Kawan-kawan Papua berhak membela diri karena mereka diserang dan ini bukanlah kejahatan. Bila seseorang masuk rumah orang tanpa ijin dan membuat keributan kita tidak bersalah menyebut mereka perampok. Kita tidak hanya pantas mengusir perampok ini, tapi kita juga berhak menggebuk mereka dan menyerahkannya ke pihak keamanan. Tapi bila justru pihak keamanan menangkap si tuan rumah, maka yang perlu ditanyakan adalah: ada hubungan apakah pihak keamanan dan perampok ini?

Meskipun pada pagi setelahnya 49 mahasiswa Papua ini telah dibebaskan, namun tidak menutup kemungkinan kejadian ini akan berulang. Ormas-ormas reaksioner akan bertindak lebih kurang ajar bila kita tidak menghadangnya. Kita harus membentuk pertahanan kita sendiri. Untuk itu kita harus menyatukan elemen-elemen gerakan rakyat tertindas lain untuk membela kawan-kawan Papua. Hanya dengan persatuan macam ini kita bisa menggabungkan kekuatan kelas tertindas untuk melawan ormas-ormas reaksioner seperti ini.

Lawan ormas reaksioner!

Lawan kapitalisme!