facebooklogocolour

Situs Militan Indonesia akan ditutup pada akhir Oktober. Kunjungi situs Perhimpunan Sosialis Revolusioner (revolusioner.org)!

Berita-berita perjuangan rakyat pekerja dalam membangun sosialisme sedunia


Kongres Luar Biasa Pertama PSUV – Chavez Menyerukan Pembentukan Internasionale Kelima

Pada hari Sabtu 21 November, Kongres Luar Biasa Pertama Partai Persatuan Sosialis Venezuela (PSUV) dimulai dengan dihadiri oleh 772 delegasi yang berbaju merah. Mayoritas adalah buruh, tani, dan kaum muda, yang dipilih oleh sekitar 2,5 juta anggota (total anggota terdaftar adalah 7 juta!). Atmosfer di dalam kongres ini dipenuhi dengan antusiasme dan harapan. Chavez menyerukan pembentukan Internasionale Kelima untuk menyatukan perjuangan melawan kapitalisme, dan dengan melambaikan buku Lenin Negara dan Revolusi dia mengatakan bahwa Negara Kapitalis yang masih ada di Venezuela harus dihancurkan dan digantikan dengan Negara Buruh yang baru.

Selengkapnya...

Partai Komunis Nepal Mengakui Peran Leon Trotsky

Musim panas ini, Percikan Merah (Rato Jhilko), sebuah majalah Partai Komunis Nepal memuat sebuah artikel oleh Baburam Bhattarai, yang mengatakan bahwa “Trotskisme sudah menjadi lebih relevan daripada Stalinisme dalam memajukan perjuangan kaum proletar”. Ini adalah hasil dari pengalaman sejarah yang konkrit, yang telah menguak karakter Stalinisme yang sesungguhnya dan membenarkan gagasan-gagasan Leon Trotsky mengenai Revolusi Permanen, terutama di Nepal.

Selengkapnya...

Revolusi Iran - Sejarah dan Hari Depannya

Bukuini mewakili sebuah kontribusi yang penting bagi pemahaman kita tentang revolusi Iran. Pengarang mempunyai segala hal yang dibutuhkan dalam melaksanakan tugasnya, merupakan seorang partisipan yang menonjol dan berpengalaman dalam gerakan Marxis dan gerakan buruh di Pakistan, dengan hubungan lama yang dijalin dengan Iran maupun Afghanistan. Karyanya ini akan berguna terutama di Barat dimana disitu dipercaya secara universal bahwa revolusi tahun 1979 adalah sebuah gerakan fundamentalis Islam yang dipimpin oleh Ayatullah Khomeini yang mendorong Iran kembali ke abad ke-6. Pandangan ini telah disebarluaskan dengan baik oleh yang berkuasa, yang memiliki sebuah vested interest dalam mendiskreditkan ide dasar revolusi dalam pikiran kelas pekerja di Barat. Hal seperti itu, dalam kenyataannya, adalah sebuah kebohongan yang keji.

Selengkapnya...

Revolusi Iran - Sejarah dan Hari Depannya - Bab VII - Perspektif Iran

Rezim kontra-revolusi Khomeini telah mendapat basis sosial pada kaum borjuis kecil dan proletar kelas bawah. Lapisan ini memiliki kepentingan material dalam mendukung rezim. Mereka menduduki properti milik mantan kroni Shah yang melarikan diri ke luar negeri, tidak lagi membayar sewa dan bunga gadai ke bank dan lain-lain. Khomeini juga mendapat dukungan berjuta rakyat miskin dari kelas pekerja yang datang dari pelosok desa menuju ke kota demi pekerjaan. Mayoritas mereka bekerja di sektor konstruksi dengan kondisi yang menyedihkan. Melalui Komiteh (komite revolusioner) yang muncul setelah pergolakan, rezim mulai mendis­tribusikan obat-obatan dan sandang terhadap para buruh, dan menyediakan tempat berteduh bagi mereka berupa masjid-masjid.

Selengkapnya...

Revolusi Iran - Sejarah dan Hari Depannya - Bab VI - Ekonomi Kontra Revolusi

Setelah revolusi terjadi, para mullah menjanjikan rakyat sebuah akhir eksploitasi. Mereka menegaskan bahwa keadilan hanya mungkin terwujud apabila Iran kembali ke warisan Islam yang murni, sebagaimana model Ummah di Arab abad ke-7. Partai Islam Republik (PIR) mempoklamirkan tujuannya berupa Islamisasi masyarakat, berupa penelusuran kembali nilai-nilai budaya Islam, menurunkan ketergantungan Iran atas pendapatan minyak bumi, menaikkan standar hidup populasi umum dan mengurangi ketidakadilan yang menjiwai karakteristik pembeda dari rezim pendahulunya. Dalam dua puluh tahun sejak para mullah yang fundamentalis membentuk pmerintahan, Iran sekedar memetik keberhasilan yang terbatas dalam mencapai tujuan ekonominya dan hal ini telah mengobarkan ketidakpuasan di seluruh penjuru Iran.

Selengkapnya...