facebooklogocolour

Berita-berita perjuangan rakyat pekerja dalam membangun sosialisme sedunia


Pemilu Mesir: Marxisme atau Oportunisme

Pada Pemilihan Presiden Mesir Putaran Kedua, kaum revolusioner dihadapkan oleh pilihan penting: Mendukung atau tidak mendukung kandidat Ikhwanul Muslimim untuk mencegah kembalinya rejim Mubarak? Pada akhirnya, ini adalah pilihan antara Marxisme atau Oportunisme. Alan Woods, teoritis IMT, mengupas masalah ini.

Selengkapnya...

Amerika Serikat: Tidak Ada Pilihan bagi Kaum Buruh?

Bulan November nanti pemilihan presiden AS akan berlangsung lagi. Pilihannya yang sekarang ada hanya dua: Presiden Obama dan Mitt Romney, kedua-duanya adalah perwakilan kaum kapitalis. Namun apakah benar pilihan bagi kaum buruh Amerika hanya mereka?

Selengkapnya...

Kebangkitan Revolusioner di Nigeria

Sejarah terjadi hari ini, 9 Januari 2012, ketika orang-orang Lagos dalam jumlah ribuan mendengarkan panggilan Organisasi Buruh dan Masyarakat Sipil untuk memulai suatu pemogokan/protes massa di seluruh negeri untuk mengekspresikan ketidakpuasan mereka terhadap kenaikan harga minyak yang diumumkan oleh pemerintah pimpinan Goodluck Jonathan pada tanggal 1 Januari.

Selengkapnya...

Tiongkok: Sedang bergerak ke mana?

Kaum kapitalis di dunia maju, pada satu sisi, luar biasa gembira atas restorasi kapitalis di Tiongkok, sementara pada saat yang sama mereka dibuat cemas oleh klas penguasa birokratik Tiongkok yang tidak mengizinkan mereka menjarah Tiongkok habis-habisan. Konflik-konflik mereka tidak berwatak ideologis, tapi disebabkan oleh persaingan di pasar, investasi, dan antagonisme perdagangan.

Selengkapnya...

Libya: Kematian Gaddafi, Imperialisme, dan Watak Revolusi Libya

Bagi mereka-mereka yang paham akan watak peperangan, tidaklah mengejutkan kalau Gaddafi akan dieksekusi walaupun dia tertangkap hidup-hidup. Dalam taktik perang, seorang pemimpin yang dapat menjadi simbol perjuangan harus disingkirkan sesegera mungkin untuk menghancurkan moral para pengikutnya. Kaum imperialis tahu ini dengan jelas dan pada akhirnya Konvensi Jenewa hanyalah secarik kertas untuk memuaskan segelintir kaum liberal moralis yang ingin memberikan wajah kemanusiaan pada perang dan menipu rakyat.

Selengkapnya...