facebooklogocolour

Revolusi Arab - Manifesto Tendensi Marxis Internasional: Revolusi sampai menang! Thawra hatta’l nasr!

Berikut ini adalah Manifesto yang diteribtkan oleh IMT (Internasional Marxist Tendency atau Tendensi Marxis Internasiona) yang memaparkan analisa dan posisi politik dari IMT mengenai Revolusi Arab. Revolusi Arab adalah sumber inspirasi bagi kaum buruh dan muda dimana-mana. Revolusi ini telah menggoncang setiap negeri di Timur Tengah sampai ke pondasi mereka dan gejolaknya telah dirasakan di seluruh dunia. Peristiwa-peristiwa dramatik di Afrika Utara dan Mesir menandai sebuah titik balik di dalam sejarah manusia. Peristiwa-peristiwa ini bukanlah sebuah kebetulan yang terisolasi dari proses umum revolusi dunia.

Venezuela dan Libya: Ini Bukan Kudeta 11 April, Ini Adalah Sebuah Caracazo 27 Februari

Telah terjadi banyak diskusi di Amerika Latin tentang peristiwa-peristiwa yang sedang berlangsung di Libya. Artikel ini menjelaskan posisi IMT (International Marxist Tendency), yang mendukung perlawanan rakyat Libya, sementara pada saat yang sama mengutuk intervensi apapun dari pihak imperialis. Kami juga secara kritis mengkaji posisi yang diambil oleh Hugo Chavez dan Fidel Castro.

Peran Kunci Kaum Perempuan Dalam Revolusi Mesir

Perempuan-perempuan Arab sekali lagi memperlihatkan bahwa kaum perempuan memainkan suatu peran yang menentukan dalam peristiwa-peristiwa revolusioner. Di Mesir kaum perempuan telah berpartisipasi secara aktif dalam revolusi, dengan cara yang sama dengan yang mereka lakukan dalam gerakan pemogokan beberapa tahun yang lalu, yang dalam beberapa kasus memaksa kaum laki-laki untuk turut serta dalam pemogokan-pemogokan.

 

Kebenaran tentang Perlawanan Revolusioner Saat Ini di Libya

Di Venezuela, dan Amerika Latin secara keseluruhan, beberapa kaum Kiri telah mencitrakan seolah-olah Rezim Khaddafy adalah rezim anti-imperialis. Mereka gagal melihat watak sesungguhnya dari revolusi yang sedang terjadi. Berikut ini kami menerbitkan suatu pernyataan dari kaum Marxis Venezuela, Lucha de Clases, di mana mereka menjelaskan watak dari rezim tersebut dan menjelaskan perlunya mendukung perlawanan rakyat Libyan.

 

Revolusi Arab Tidak Mengenal Batas

Setelah rakyat Tunisia menggulingkan Ben Ali, kita diberitahu oleh yang namanya para pakar analisis bahwa revolusi tidak akan menyebar ke Mesir. Setelah itu terjadi, para ahli ini tidak begitu yakin apa lagi yang akan terjadi selanjutnya. Gerakan-gerakan yang perkasa telah bermunculan di Yordania dan Yaman, juga protes-protes besar di Aljazair dan negeri-negeri yang lain. Sekarang Libya dan Bahrain turut dalam antrian, demikian pula Irak, sementara Yaman memanas lagi.