facebooklogocolour

Revolusi Mesir Kedua – Pernyataan Tendensi Marxis Revolusioner (IMT)

Morsi telah jatuh. Gerakan luar biasa dari massa sekali lagi telah menunjukkan wajah asli rakyat Mesir ke seluruh dunia. Hal ini menunjukkan bahwa Revolusi, yang bahkan banyak di antara kaum Kiri beranggapan bahwa revolusi sudah tidak ada lagi, ternyata masih memiliki cadangan-cadangan sosial yang sangat besar.

Benarkah Ada Kudeta Militer di Mesir?

“Militer Mesir Menumbangkan Morsi” begitu tajuk utama BBC ketika Morsi jatuh. “Presiden Mersi Ditumbangkan di dalam sebuah Kudeta,” lapor CBC. The Guardian menulis, “Militer Mesir Menyingkirkan Presiden Mohamed Morsi”. Dengan berita bertubi-tubi dari media ini tiba-tiba sejumlah Kiri menjadi khawatir dan ikut-ikutan latah: “Bahaya kudeta militer, bahaya kudeta militer!” Tetapi benarkah ada kudeta militer di Mesir?

Mesir: Jutaan Massa Membanjiri Jalan Menandai Akhir dari Rezim Morsi

Massa hanya bisa mempercayai kekuatan mereka sendiri. Pihak yang bisa menyelesaikan dan memenuhi kebutuhan kelas pekerja dan kaum miskin kota di Mesir bukanlah para petinggi Militer, bukan para Ikhwanul Muslimin, dan bukan para borjuis, karena mereka hanya mewakili sistem kapitalis yang sama parahnya. Hanya dengan merebut kekuasaan di tangan kita dan melepaskannya dari belenggu masyarakat Kapitalis maka potensi-potensi sejati masyarakat Mesir bisa dicapai.

Pemilu Mesir: Surat Terbuka untuk Revolutionary Socialists

Berikut ini adalah surat terbuka dari dewan editorial majalah Marxis bahasa Arab, Freedom and Communism, untuk kelompok Revolutionary Socialists di Mesir, mengenai posisi mereka dalam pemilu presiden mendatang. Surat ini meminta kawan-kawan Revolutionary Socialists untuk meninggalkan posisi keliru mereka (mendukung Ikhwanul Muslimin) dan menyerukan boikot pemilu presidensial mendatang.

Pemilu Mesir: Marxisme atau Oportunisme

Pada Pemilihan Presiden Mesir Putaran Kedua, kaum revolusioner dihadapkan oleh pilihan penting: Mendukung atau tidak mendukung kandidat Ikhwanul Muslimim untuk mencegah kembalinya rejim Mubarak? Pada akhirnya, ini adalah pilihan antara Marxisme atau Oportunisme. Alan Woods, teoritis IMT, mengupas masalah ini.