facebooklogocolour

Masa Depan Revolusi Venezuela Setelah Chavez

Pada hari kematiannya, kata-kata ini bergema di pikiranku. Sekarang Hugo Chavez sudah tiada. Masa depan Revolusi Bolivarian dan gerak majunya menuju sosialisme akan bergantung pada kaum buruh, kaum miskin, kaum tani, dan pemuda revolusioner – orang-orang yang telah menjadi daya kemudi revolusi dan telah membelanya dalam semua momen kunci. Segalanya bergantung pada mereka.

Kemenangan Tipis Bagi Revolusi Venezuela – Apa Langkah Selanjutnya?

Kenyataan yang pahit adalah bahwa ini adalah sebuah kemenangan yang sangat tipis, dan harus menjadi peringatan serius untuk revolusi. Sejak 7 Oktober, Revolusi Bolivarian telah kehilangan 680 ribu suara, sementara Capriles meraih jumlah yang sama. Mood di antara massa revolusioner adalah mood sukacita setelah berhasil meraih satu kemenangan lagi, tetapi pada saat yang sama ada mood oto-kritik yang militan.

Selamat jalan, Presiden!

Wakil Presiden Nicolas Maduro, kemarin, mengumumkan berita meninggalnya Presiden Chavez di televisi publik, tak lama setelah kematian Presiden. Wakil Presiden mengumumkan peristiwa sedih ini dari Rumah Sakit Militer di Caracas, tempat Presiden Chavez dirawat.

Kudeta Istana di Paraguay dan Masalah Negara

 Sebuah kudeta baru saja terjadi di Paraguay, yang kembali lagi mengedepankan masalah mendesak mengenai Negara dan Kekuasaan Kelas, bahwa Negara Borjuis tidak bisa digunakan untuk kemenangan rakyat pekerja seperti yang ditekankan oleh Lenin.

Pemilu 26 September di Venezuela: Revolusi di Persimpangan

Pada tanggal 26 September, Venezuela akan mengadakan pemilu Majelis Nasional yang akan menentukan arah revolusi. Tidak mustahil kalau kaum oposisi oligarki bisa memenangkan ini. Rakyat pekerja sedunia, sampaikan dukungan anda, sebar luaskan berita ini. Revolusi Venezuela sedang dalam bahaya. [Untuk menyampaikan dukungan solidaritas, bubuhi tandatangan anda melalui kampanye Hands Off Venezuela]

Honduras: Republik Pisang dan Kudeta

Semenjak kudeta yang diluncurkan oleh elit politik, bisnis, dan pihak militer di Honduras bulan Juni lalu, dimana Presiden Jose Manuel Zelaya dipaksa turun dari jabatannya, media internasional telah dipenuhi dengan berita bahwa kudeta ini dilakukan karena Zelaya ingin merubah konstitusi secara tidak demokratis untuk memperkuat kekuasaannya. Tuan-tuan dan nyonya-nyonya pemilik modal di Honduras digambarkan sebagai pembela demokrasi yang siap melakukan apapun untuk melawan kediktaturan Zelaya ini. Akan tetapi, apakah yang sebenarnya terjadi di “Republik Pisang” Honduras ini?

Kongres Luar Biasa Pertama PSUV – Chavez Menyerukan Pembentukan Internasionale Kelima

Pada hari Sabtu 21 November, Kongres Luar Biasa Pertama Partai Persatuan Sosialis Venezuela (PSUV) dimulai dengan dihadiri oleh 772 delegasi yang berbaju merah. Mayoritas adalah buruh, tani, dan kaum muda, yang dipilih oleh sekitar 2,5 juta anggota (total anggota terdaftar adalah 7 juta!). Atmosfer di dalam kongres ini dipenuhi dengan antusiasme dan harapan. Chavez menyerukan pembentukan Internasionale Kelima untuk menyatukan perjuangan melawan kapitalisme, dan dengan melambaikan buku Lenin Negara dan Revolusi dia mengatakan bahwa Negara Kapitalis yang masih ada di Venezuela harus dihancurkan dan digantikan dengan Negara Buruh yang baru.

Venezuela Enam Tahun Setelah Kudeta April 2002

 

Enam tahun setelah kudeta terhadap pemerintahan Chavez yang terpilih secara demokratis dikalahkan oleh mobilisasi massa yang luar biasa, kontradiksi-kontradiksi di dalam revolusi Venezuela revolusi semakin menajam. Revolusi ini harus maju sampai garis akhir dan menghancurkan kekuatan oligarki, atau kelas oligarki akan melakukan konter-revolusi dan akhirnya menghancurkan gerakan Bolivarian.