facebooklogocolour

 

Penandatanganan UU Buruh yang berpihak pada buruh adalah satu lagi catatan kemenangan dari proses Revolusi Venezuela. Di sini kami sadur artikel reportase dari Venezuelanalysis mengenai UU Buruh yang ditandatangani pada May Day baru-baru ini di Venezuela. Namun Militan Indonesia berpendapat bahwa kemenangan sosialisme di Venezuela hanya akan tercapai bila kaum buruh menasionalisasi tuas-tuas ekonomi besar dan perbankan di Venezuela, satu hal yang belum dilakukan oleh revolusi ini. Tanpa kepemilikan atas alat-alat produksi, maka implementasi UU Buruh yang baru ini akan menemui perlawanan besar dari pemilik modal dengan berbagai trik-trik mereka, dari manuver-manuver hukum sampai mogok kapital. (Redaksi Militan)

Caracas, May 1st 2012 (Venezuelanalysis) – Presiden Venezuela Hugo Chavez telah menandatangani undang-undang baru, yakni legislasi buruh yang baru negeri itu setelah suatu proses konsultasi dengan publik Venezuela selama hampir lima bulan. Diskusi tentang hukum tersebut di Majelis Nasional dimulai pada 2003.

Dalam apa yang secara luas telah dipuji sebagai suatu kemenangan bagi klas buruh di Venezuela, undang-undang buruh yang baru di negeri itu akan melihat minggu pekerja diperpendek menjadi 40 jam dan cuti hamil dan melahirkan diperpanjang menjadi 6,5 bulan. Undang-undang itu juga berupaya menghapuskan buruh sub-kontrak di Venezuela, yang sebelumnya digambarkan pemerintah sebagai suatu praktik penghisapan yang dihasilkan oleh politik neo-liberal pada dekade 1990-an.

Baru saja kembali dari menjalani perawatan radioterapi di Kuba, Chavez menandatangani undang-undang dalam televisi nasional dari Istana Miraflores, dengan menyatakan bahwa ia sedang melaksanakan suatu aksi “keadilan sosial” bagi kaum buruh Venezuela pada suatu saat ketika hak-hak buruh sedang diputar mundur di seluruh Eropa dan Amerika Serikat.

“Kita memiliki suatu undang-undang yang akan bergulir dalam sejarah. Sejarah itu … mengatakan kepada kita bahwa kemenangan rakyat, kemenangan kaum buruh, tidak pernah datang tanpa suatu proses panjang perlawanan, bahkan penderitaan. Undang-undang ini, yang akan merupakan suatu kehormatan bagi saya untuk menandatanganinya … adalah produk dari suatu proses perjuangan yang panjang,” katanya.

Menanggapi seruan yang berulangkali disampaikan oleh kaum buruh Venezuela untuk “merevolusionerkan” undang-undang buruh Venezuela yang ada, akhir November tahun lalu Chavez berjanji akan meluluskan legislasi baru via dekrit sebelum Hari Buruh Internasional 1 Mei tahun ini.

Sejak saat itu, kolektif-kolektif kaum buruh yang terorganisir, serikat-serikat buruh, dan partai-partai politik seperti Partai Komunis Venezuela (PCV), juga jejaring-jejaring seperti “Feminist Spider,” telah menggelar lokakarya-lokakarya di seluruh negeri guna mengumpulkan proposal-proposal kaum buruh untuk undang-undang tersebut. Menurut estimasi pemerintah, undang-undang yang baru telah ditulis dengan mempertimbangkan lebih dari 19 ribu proposal yang diajukan dari berbagai sektor populasi buruh Venezuela. Pemerintah telah menggambarkan legislasi baru itu sebagai suatu “undang-undang pertama dalam transisi menuju sosialisme.”

Faedah Sosial dan Profit Kapitalis

Sebelum menandatangi legislasi tersebut, Chavez berbicara tentang perbedaan-perbedaan antara kebijakan-kebijakan sosialis pemerintah Venezuela, yang memprioritaskan hak-hak buruh, dalam perbandingan dengan pemerintah-pemerintah di negeri-negeri kapitalis yang menempatkan profit di atas pembangunan dan kesejahteraan manusia.

Kolektif-kolektif buruh telah mengutip penetapan ulang tentang bonus pengunduran diri, yang ditentukan oleh upah bulanan kaum buruh pada saat pengunduran diri yang dikalikan dengan tahun-tahun pelayanannya, sebagai salah satu perolehan terbesar yang direpresentasikan oleh undang-undang yang baru. Bonus itu dihapuskan pada 1997 tatkala undang-undang buruh Venezuela dikonsep ulang oleh pemerintahan Caldera bersama dengan bisnis besar dan di bawah tekanan Dana Moneter Internasional (IMF).

Di samping menetapkan ulang bonus pengunduran diri dan pembayaran kepada semua buruh yang mengundurkan diri sejak 1997, undang-undang yang baru juga akan menetapkan kembali pembayaran kompensasi “ganda” dalam kasus pemecatan yang tidak fair. Tuntutan ini juga dihapuskan semasa reforma 1997 dan mewajibkan kaum majikan untuk membayar kompensi para pekerja yang dipecat secara keliru hingga dua kali dari bonus  pengunduran diri mereka.

Legislasi baru juga telah digambarkan oleh kelompok-kelompok gender sebagai suatu langkah besar ke depan bagi hak-hak perempuan di tempat kerja, dengan cuti paska melahirkan yang diperpanjang dari 12 sampai 25 minggu dan meningkatkan jaminan pekerjaan bagi orangtua-orangtua baru, yang sekarang akan dilindungi dari pemecatan selama dua tahun setelah kelahiran seorang anak.

Chavez kemudian mengumumkan bahwa suatu dana pengunduran diri nasional akan ditetapkan oleh pemerintah guna memproses pembayaran kepada kaum buruh, dengan Kanselir Venezuela Nicolas Maduro yang mengkonfirmasikan bahwa kaum buruh akan bebas untuk memilih apakah jumlah bulanan yang disisihkan untuk bonus pengunduran diri mereka masuk ke dalam dana yang dikontrol pemerintah yang baru, atau masuk ke dalam suatu bank umum atau bank swasta. Chavez juga mengkonfirmasikan bahwa sebuah badan pemerintah akan didirikan dengan tujuan menjamin agar para majikan mematuhi legislasi baru ini.

Reaksi Kaum Buruh

Kaum buruh dan organisasi-organisasi politik merayakan penandatanganan legislasi itu sebagai suatu langkah yang positif menuju penciptaan suatu masyarakat sosialis dan memartabatkan hidup kaum buruh Venezuela. Namun, banyak organisasi juga telah dengan cepat menunjukkan bahwa perjuangan buruh sekarang lebih relevan daripada yang sudah-sudah, dengan berargumen bahwa isu-isu seperti hak-hak para buruh sektor informal dan peran dewan-dewan buruh sosialis belum secara memadai ditangani dalam legislasi yang baru ini.

Situs jejaring Feminist Spider Network menyambut baik undang-undang yang baru karena membuka ruang-ruang yang baru bagi organisasi buruh dan mengakui peran sentral kaum buruh dalam menciptakan kesejahteraan komunitas.

“Hari ini kami bahagia, tapi kami terus bertempur, karena perjuangan-perjuangan kita berlanjut. Perjuangan-perjuangan ini telah dicerminkan dalam pencakupan universal untuk jaminan sosial, perpanjangan cuti pasca melahirkan … (dan) perluasan jaminan kerja sampai 2 tahun bagi para orangtua baru,” kata jejaring itu dalam situs jejaring mereka.

Kaum buruh seperti Raquel Barrios, seorang buruh administrasi publik di Negara Bagian Merida, juga memuji undang-undang baru tersebut, dan berkata kepada Venezuelanalysis bahwa undang-undang itu merepresentasikan “suatu kesempatan bersejarah untuk memperlihatkan kepada dunia bahwa Venezuela adalah suatu negeri di mana rakyat adalah prioritas, di mana tenaga kerja adalah motor dari proses revolusioner ini, dengan memberikan martabat kepada mereka yang secara historis telah dieksploitasi oleh kapitalisme.”

Menurut agensi polling internasional, “Consulting Services,” lebih dari 80% orang Venezuela juga memandang positif undang-undang yang baru ini. Hanya 13% yang berpandangan negatif.

Bisnis-bisnis sekarang akan memiliki 12 bulan untuk mengadaptasi legislasi baru ini dan mengimplementasikan perubahan-perubahan.

 

Diterbitkan pada 1 Mei 2012 pada pk 1.27pm. ***

http://venezuelanalysis.com/news/6962

Judul Asli: Venezuela’s Chavez Signs New Labour Law in Act of “Social Justice” for Workers

Diterjemahkan oleh: Pandu Jakasurya