facebooklogocolour

Setelah dua tahun berjuang melawan kanker, Presiden Hugo Chavez kemarin meninggal dunia pada pukul  4.25 waktu Venezuela.

Wakil Presiden Nicolas Maduro mengumumkan peristiwa sedih ini kemarin, di televisi publik, tak lama setelah kematian Presiden. Ia berbicara dari Rumah Sakit Militer di Caracas, tempat Presiden Chavez dirawat.

Polisi dan Militer Bolivarian turun ke jalan untuk melindungi rakyat dan menjaga perdamaian.  Rakyat Venezuela langsung melakukan ritual perkabungan di rumah mereka masing-masing, dan sebagian segera berkumpul di alun-alun utama untuk melakukan ritual perkabungan.

Situasi genting seperti ini, menurut Maduro, akan dimanfaatkan oleh oposisi untuk menciptakan ketidakstabilan. Tapi, lanjut Maduro, "Mereka yang mati untuk hidup, tidak bisa disebut mati!"

Di Caracas, ribuan orang telah berkumpul di Alun-Alun Bolivar dan menuju ke Istana Miraflores. Mereka berteriak bahwa "Chavez tetap hidup, dan perjuangan terus berlanjut; rakyat bersatu tidak akan bisa dikalahkan!" Massa juga bersumpah bahwa kaum borjuis Venezuela tidak akan pernah bisa kembali ke Istana Miraflores.

Rakyat pendukung Chavez juga berkumpul di alun-alun di seluruh negeri untuk menyatukan diri dan berkabung atas kematian presiden mereka.

Untuk menggambarkan situasi di Caracas kemarin, Andromaco Martinez menyatakan bahwa ia berada di bus saat mendengar kematian Presiden, dan orang-orang mulai berlarian ke mana-mana. "Perjuangan sudah dinyalakan," ucapnya.

Situasi di Merida, rakyat berkumpul di alun-alun lokal. Di Alun-Alun Bolivar, ratusan orang berkumpul, meskipun suasananya gelap dan layanan telekomonikasi tidak bekerja dengan baik, mereka saling memeluk dan menangis.

Pengamanan ketat sedang diberlakukan di seluruh negeri, dan pejabat pemerintah meminta rakyat agar tetap damai dan tidak percaya rumor penjarahan.

Pemerintah telah mengumumkan 7 hari berkabung, dan sekolah akan ditutup sampai hari Senin. Upacara perkabungan resmi untuk Presiden Chavez akan diselenggarakan pada hari Jumat besok.

Selamat jalan, Presiden!