facebooklogocolour

Sekantung Darah untuk Segelas Susu

Cina baru saja melewati Jepang sebagai ekonomi terbesar kedua di dunia. Di tengah berita ini, ada seorang pengantar susu yang kehilangan darah begitu banyak hingga masuk rumah sakit karena takut kehilangan 10 yuan. Inilah kisah keajaiban ekonomi Tiongkok.

Sekilas Situasi Politik di Nepal

Dahaga rakyat Nepal akan perubahan revolusioner memang masih tertahan. Mata air sosialisme masih mencari celah untuk bisa keluar dan mengairi tenggorokan seluruh rakyat negeri itu. Namun, meski demikian, api perjuangan mereka tetap menyala dan jauh dari tanda-tanda akan redup. Pemogokan besar dengan puluhan ribu massa pada bulan Mei lalu, yang dimobilisasi oleh Partai Komunis Persatuan Nepal-Maois (UCPN-M), yang menuntut pengunduran diri perdana menteri yang baru, Madhav Kumar, menunjukkan keinginan besar rakyat untuk berubah dan memilih jalan sosialisme.

Konferensi Inqilab-e-Kashmir (Revolusioner Kashmir): Tujuan Kita Kemerdekaan! Gol Kita Sosialisme!

Di tengah kegilaan perang dan fundamentalisme, sebuah konferensi sosialis diorganisir oleh Jammu Kashmir National Student Federation (JKNSF) pada 24 Juni. Ribuan kamu muda dari seluruh Kashmir turut serta, dan mengibarkan slogan-slogan revolusioner, seperti  "Inqalab, Inqalab, Socialist Inqalab" (Revolusi, Revolusi, Revolusi Sosialis), "Kali raat jaway e jaway-Surkh sawera away e aaway" (Sebuah fajar merah akan mengakhiri malam yang gelap ini), dsb. Lal Khan, seorang pemimpin Marxis di Pakistan, yang diundang di konferensi ini menekankan bahwa kemerdekaan yang sejati dari rakyat Kashmir hanya dapat dicapai sebagai bagian dari federasi sosialis seluruh sub-benua Asia Selatan.

Revolusi dan Konter Revolusi di Thailand

Gejolak sosial dan politik di Thailand mencapai klimaksnya dengan pembentukan barikade di Bangkok pada awal Maret 2010, dimana puluhan ribu demonstran kaos-merah menduduki area pusat Bangkok. Dua bulan perjuangan yang sengit berakhir dengan serangan militer pada tanggal 19 Mei yang akhirnya berhasil menghancurkan basis kamp Kaos Merah. 85 orang mati dan ribuan lainnya terluka. Ofensif konter revolusioner meraih kemenangan, tetapi Thailand tidak akan pernah sama lagi. Sebuah perang kelas telah dimulai. Di Rajprasong, mereka bernyanyi: “Ini adalah perang kelas yang akan menyapu otokrasi”. Berikut ini adalah analisa yang ditulis pada hari penyerangan militer terhadap kamp kaos merah (19/5).

Partai Komunis Nepal Mengakui Peran Leon Trotsky

Musim panas ini, Percikan Merah (Rato Jhilko), sebuah majalah Partai Komunis Nepal memuat sebuah artikel oleh Baburam Bhattarai, yang mengatakan bahwa “Trotskisme sudah menjadi lebih relevan daripada Stalinisme dalam memajukan perjuangan kaum proletar”. Ini adalah hasil dari pengalaman sejarah yang konkrit, yang telah menguak karakter Stalinisme yang sesungguhnya dan membenarkan gagasan-gagasan Leon Trotsky mengenai Revolusi Permanen, terutama di Nepal.

Agitasi Kaum Marxis Pakistan “The Struggle”: Darah Bhutto adalah Darahmu, Sekarang Revolusi Pasti Tiba

Berikut ini adalah terjemahan selebaran yang disebarkan oleh kamerad Marxis Pakistan dari "The Struggle" ("Perjuangan") yang disebarkan secara luas; dimana mereka menuntut diakhirinya sistem kapitalis yang kejam, institusinya yang kejam, hegemoni imperialisme, dan terorisme berkedok agama. "Perjuangan" adalah seksi dari International Marxist Tendency.

Pembunuhan Benazir Bhutto: Tantangan atas Perkembangan Sosialisme - Ulasan atas Catatan Alan Woods

Benazir Bhutto, pemimpin Partai Rakyat Pakistan (Pakistan People's Party / PPP) tewas dibunuh secara brutal pada tanggal 27 Desember 2007 kemarin. "Ini benar-benar bencana bagi kemajuan sosialisme," kata seorang kawan dengan nada geram saat menyaksikan tayangan berita peledakan bom dan tewasnya Benazir. Media Barat pada umumnya menyebutkan penyebab kematian Benazir adalah ledakan bom bunuh diri. Ada yang menyebut bukan itu penyebabnya, melainkan tembakan yang diarahkan kepada Benazir sesaat sebelum ledakan terjadi. Disebutkan juga bahwa pelaku pembunuhan adalah "mullahs" (wali) kaum fundamentalis Islam. Namun demikian, soal siapa pembunuhnya dan bagaimana detail pembunuhannya hingga tulisan ini dibuat belum jelas benar.

Tragedi Myanmar

Pada bulan September, ratusan ribu rakyat Myanmar turun ke jalan untuk menentang rejim militer Myanmar, salah satu rejim paling brutal di Asia. Berikut ini adalah analisa politik dan sejarah Myanmar yang menjadi latar belakang dari gejolak sekarang ini. (Diterjemahkan dari The tragedy of Myanmar, September 27, 2007)

Serangan udara AS dan Inggris dimulai - Lawan perang imperialis di Afghanistan!

Serangan bom terhadap Afghanistan telah dimulai. Negara terkuat dan terkaya di dunia, Amerika Serikat, tengah membom salah satu negara termiskin di planet ini. Dan Inggris, seperti biasanya, bersikap seperti hewan peliharaan yang taat pada imperialisme AS. Betapapun mereka berusaha untuk menutupinya, perang ini bukanlah soal “keadilan” ataupun “melawan terorisme”. Tujuan yang sesungghunya dari perang ini adalah untuk meneror rakyat di negara-negara bekas jajahan, untuk mengintimidasi mereka agar mereka menerima kehendak negara-negara yang kaya dan kuat. Ini adalah sebuah peringatan: ‘anda turuti perkataan kami, atau anda akan mendapatkan bom!’