jeremycorbynJeremy Corbyn, anggota parlemen sayap kiri dari Partai Buruh, telah maju dalam pemilihan pimpinan Partai Buruh. Ini merupakan perubahan peristiwa yang luar biasa dan harus disambut, meskipun pencalonannya lolos hanya dalam ambang batas yang tipis.

Setelah puluhan tahun kekuasaan sayap kanan di Partai Buruh, tantangan sayap kiri ini, bila dikobarkan dengan tepat, akan bisa memecah kebekuan. Hal ini jelas memungkinkan suatu alternatif kiri untuk melawan pemotongan anggaran yang diajukan di gerakan buruh maupun di gerakan rakyat.

Kemunculan di Menit-menit Terakhir

Dengan hanya sela beberapa menit saja sebelum tengah hari, Jeremy Corbyn mampu menghimpun 35 nominasi yang diperlukan untuk maju dalam pemilihan pimpinan Partai Buruh. Rupanya beberapa anggota parlemen “meminjaminya” dukungan mereka agar dia bisa muncul di kertas suara. Termasuk di antara adalah orang-orang sayap kanan seperti Sadiq Khan dan David Lammy serta Jon Cruddas dan Margaret Beckett, yang kini mengepalai penyelidikan mengenai bagaimana Partai Buruh kalah dalam pemilu. Bahkan Andy Burnham sendiri telah menyarankan niat baik demikian dengan mengatasnamakan perdebatan “demokratis”.

Mantan menteri kabinet bayangan Sadiq Khan menyatakan bahwa ia mencalonkan Corbyn tapi mengatakan ia tidak akan memilihnya di pemilihan sebenarnya, untuk menjamin “kemungkinan perdebatan seluas-luasnya”

Jeremy Corbyn menceritakan pada rubrik Daily Politics di BBC 2 bahwa ia “sepenuhnya mengakui” bahwa beberapa nominasi datang dari para anggota parlemen yang tidak mendukung pencalonannya, namun ingin menjamin suatu perdebatan penuh. Ini bukan kebetulan. Tekanan telah naik di akar rumput Partai Buruh bahwa diperlukan suatu persaingan sejati. Prospek “pilihan” di antara tiga kandidat yang semuanya sayap kanan terlalu sulit untuk diterima. Tanpa adanya calon dari sayap kiri, maka seluruh proses tersebut dapat mengancam legitimasi pemilihan.

Rupanya hanya 15 menit sebelum tenggat waktu, Corbyn awalnya kurang tiga nominasi, namun ia berhasil menghimpun beberapa nama di menit terakhir untuk mencapai ambang batas 35 suara.

Mary Creagh, menteri lingkungan bayangan dari Partai Buruh, yang punya lebih sedikit nominasi daripada kandidat-kandidat lainnya, mundur dari kontes kepemimpinan pada Jumat malam, meninggalkan tiga kandidat Blairis lainnya yang masih maju dalam surat suara: Andy Burnham, Yvette Cooper, dan Liz Kendall.

Tantangan terhadap Blairis

Suatu periode kampanye akan dimulai. Kampanye ini akan melibatkan serangkaian debat publik dan debat televisi selama minggu-minggu ke depan. Pemenangnya akan ditentukan melalui voting para perwakilan Partai Buruh, anggota-anggota Partai Buruh, afiliasi-afiliasi Partai Buruh, dan para pendukung terdaftar, serta akan dijalankan berdasarkan voting satu orang satu suara. Kotak suara akan dibuka di pertengahan Agustus dan pemenangnya diumumkan dalam konferensi spesial, sebelum konferensi utama partai di September.

Tiga kandidat sayap kanan lainnya dalam minggu-minggu belakangan ini telah sibuk mengusung agenda Blairis, dimana dari ketiganya Liz Kendall adalah yang paling terang-terangan. Ketiganya benar-benar pro-konglomerasi dengan tak tahu malu, bahkan Burnham menyatakan bahwa “para pengusaha juga pahlawan sama dengan para perawat”. Alasan mengapa Partai Buruh kalah, menurut mereka, adalah karena Partai Buruh tampak terlalu “sayap kiri”. Kenyataannya justru Partai Buruh tidak cukup kiri.

Kendal, sang dedengkot Blairis, yang dijuluki sebagai “Talibannya ‘New Labour’ (New Labour adalah arus yang diusung Tony Blair agar Partai Buruh Inggris meninggalkan akar buruhnya dan mulai menarik dukungan dari kelas menengah serta pengusaha)” hanya berhasil mendapatkan 41 nominasi, sementara Burnham menuai 68 nominasi, dan Yvette Cooper meraih 56 nominasi.

Nominasi-nominasi tersebut datang dari Parlemen Partai Buruh, yang pada umumnya jauh lebih ke sayap kanan partai. Sentimen di antara anggota-anggota Partai Buruh jauh lebih kritis. Dalam suatu jajak pendapat terkini oleh Labour List, suatu blog Partai Buruh yang dikelola secara independen, menyatakan bahwa Corbyn meraih 47% suara, hampir lebih dari total suara dari seluruh kandidat lainnya.

Serikat-serikat Harus Mendukung Corbnyn

Ini berarti Jeremy Corbyn punya kesempatan kredibel dalam pemilihan yang lebih luas, khususnya jika serikat-serikat buruh mendukungnya. Terlepas adanya perubahan-perubahan pada prosedur elektoral pimpinan Partai Buruh, serikat-serikat masih punya kekuatan dan pengaruh besar, yang perlu digunakan semaksimal-maksimalnya.

Fakta bahwa Corbyn terpaksa bergantung pada nominasi-nominasi yang “dipinjamnya” dari para sayap kanan menunjukkan bahwa serikat-serikat besar yang mendanai Partai Buruh seperti Unite, GMB, dan Unison, sampai sekarang telah bergerak sangat lambat dan tak serius dalam kontes kepemimpinan Partai Buruh.

Para pimpinan serikat ini harus memberikan dukungan besar terhadap kampanye Corbyn. Mosi-mosi darurat perlu diajukan di konferensi Unison dan konferensi Unite mendatang untuk menegaskan bahwa serikat-serikat ini berkomitmen mendukung kandidat yang juga akan mendukung serikat-serikat buruh—ini artinya mendukung Corbyn.

Pers kapitalis akan berusaha mendiskreditkan pemikiran-pemikiran Corbyn; namun alih-alih kehilangan dukungan hal ini justru akan meningkatkannya dalam situasi saat ini. Karena rakyat telah muak dengan status quo dan para politisi yang berkuasa.

“Saya akan ambil bagian dalam perdebatan dan berharap bahwa pada akhirnya Partai Buruh akan bangkit dengan lebih kuat dan lebih tegas dalam menentang prinsip-prinsip di balik pemotongan anggaran dan pemiskinan terhadap kaum melarat di Britania,” kata Jeremy, Anggota Parlemen Partai Buruh bagi Islington Utara.

Lawan dengan Kebijakan-kebijakan Sosialis!

Partai Buruh didirikan untuk mewakili kelas buruh di Parlemen. Ia mengadopsi tujuan-tujuan sosialis pada tahun 1918, menyusul peristiwa-peristiwa luar biasa Revolusi Rusia. Sayangnya ini terpotong oleh pengambilalihan partai oleh sayap kanan, yang mana, di bawah pimpinan Tony Blair, bahkan mencoba menghancurkan partai dan hubungan serta afiliasinya dengan serikat-serikat buruh. Blair melangkah cukup jauh dengan “kontra-revolusi”nya, sehingga akibatnya pengaruh serikat buruh melemah dan kebijakan-kebijakan kiri dicampakkan. Partai Buruh jadi berbelok ke kanan dan keanggotaannya turun drastis.

Kelas penguasa sudah bertekad agar antek-anteknya dalam partai, yaitu para sayap kanan dan para kariris, tetap mempertahankan kekuasaannya dan membuat partai menjadi partai yang aman dan jinak terhadap kapitalisme. Pencalonan Jeremy Corbyn telah menantang hal ini. Ini artinya perdebatan akan membuka jalan ke depan bagi Partai Buruh dan semua kelas buruh di Britania.

Kami, Socialist Appeal dan IMT, mendukung pencalonan Corbyn untuk maju sebagai pimpinan Partai buruh. Semua kandidat lain, dengan tingkatan berbeda-beda, mewakili kepentingan konglomerasi sementara Corbyn dari awal sudah jelas menentang pemotongan anggaran.

Bagaimanapun juga, kami akan berkampanye untuk kebijakan-kebijakan sosialis yang tegas, bukan langkah-langkah yang hanya menjanjikan remah-remah roti. Kami akan jelaskan bahwa pemotongan anggaran bukan akibat agenda individu atau perorangan tertentu tapi akibat krisis kapitalisme.

Semua upaya untuk menambal sistem kapitalisme akan gagal berantakan. Hanya penggulingan kapitalisme dan penerapan ekonomi terencana sosialis yang bisa menawarkan jalan ke depan bagi Britania dan dunia.

*Ditulis oleh Rob Sewell di socialist.net (Socialist Appeal) dan marxist.com (In Defence of Marxism) pada 15 Juni 2015. Diterjemahkan oleh Bumi Rakyat.