facebooklogocolour

Tiga Puluh Tahun setelah Revolusi Iran

Bulan Februari 2009 menandai terjadinya Revolusi Iran 30 tahun silam. Media massa menyorotinya sebagai sebuah "Revolusi Islamis", walau kenyataan sebenarnya apa yang kita saksikan terjadi tiga puluh tahun lalu merupakan suatu revolusi kaum buruh sejati yang dibajak oleh para Ayatullah yang reaksioner karena absennya kepemimpinan yang revolusioner. Tiga puluh tahun kemudian, kita harus memetik pelajaran dari peristiwa penuh gejolak itu dan bersiap diri menyambut gelombang pasang revolusioner yang akan kembali muncul. Artikel ini diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia pada 29 Juni 2009, periode dimana jutaan rakyat Iran turun ke jalan menentang pemerintahan dan gelombang pasang revolusioner yang diprediksikan oleh kamerad Fred Weston menjadi kenyataan.

Revolusi Iran Telah Dimulai!

Peristiwa-peristiwa dramatik sedang terjadi di Iran. Ratusan ribu rakyat turun ke jalan dengan tenang melalui pusat kota Tehran pada hari Senin (15 Juni) untuk memprotes pemilihan presiden Iran. Ini adalah demonstrasi anti-pemerintah terbesar semenjak Revolusi 1979. Situasi revolusioner di Iran berkembang dengan sangat cepat. Dalam satu minggu semenjak artikel ini ditulis (15 Juni 2009) dan diterbitkan dalam Bahasa Indonesia (22 Juni 2009), situasi di Iran sudah bertambah akut.

Iran: Brumaire XVIII Mahmoud Ahmadinejad

Dua kandidat bersaing di dalam “pemilihan presiden” Iran, tetapi rejim Iran sudah menentukan siapa yang akan menang jauh sebelum pemilihan ini diselenggarakan. Walaupun Mousavi adalah “oposisi loyal” yang moderat, sebagian besar rakyat Iran menggunakan suara mereka untuk menyuarakan oposisi mereka terhadap rejim ini. Segera setelah “hasil pemilihan” diumumkan, kerusuhan meledak di jalan-jalan, yang menunjukkan kemarahan dan ketidakpuasan rakyat. Peristiwa ini menandai sebuah fase baru di dalam perkembangan Revolusi Iran.

Solusi Sosialis Untuk Masalah Israel-Palestina

gaza bom2014Lima tahun yang lalu, Israel melakukan pemboman di Gaza yang menewaskan lebih dari 1000 rakyat Palestina. Kami terbitkan ulang tulisan Militan pada saat itu yang masihlah relevan hari ini. Apakah solusi untuk masalah Israel-Palestina? Apakah sikap yang harus diambil oleh kaum revolusioner sedunia?

Timur Tengah: Di Bibir Jurang Kehancuran - Revolusi Sosialis, Satu-satunya jalan keluar!

Dalam Alkitab Israel menyatakan Palestina sebagai "tanah yang dialiri susu dan madu". Mungkin hal ini akan bisa terjadi sekali lagi dengan dasar federasi sosial dan rencana produksi bersama. Timur Tengah mempunyai sumberdaya besar yang belum diolah. Rencana ekonomi Sosialis akan membebaskan Timur Tengah dari cengkraman imperialisme untuk selamanya. Rencana ini akan menjatuhkan para penguasa feodal yang korup yang memonopoli kekayaan minyak yang harusnya menjadi milik seluruh rakyat. Kemiskinan dan perang saling berkaitan satu sama lain. Sumberdaya demikian di keluarkan untuk tujuan produktif akan membuat wilayah padang pasir itu menjadi semarak bunga.

Revolusi Iran - Sejarah dan Hari Depannya: Pengantar

Peristiwa-peristiwa terkini di Iran merupakan hal yang sangat pentrog bagi kaurn buruh di seluruh dunia. Dua puluh tahun setelah revolusi anti-Shah dibelokkan dari relnya dan dirubah menjadi lorong buntu oleh para fundamentalis, rakvat sekali lagi mulai bergerak. Dernonstrasi mahasiswa, kemenangan besarbesaran dari para "reforman" dalara pernilihan umumkesemuanya ini adalah indikasi akan adanya perubahan fundamental dalam situasi. Publikasi dari buku Dr. Zayar dengan demikian tidak memerlukan justifikasi khusus.

Revolusi Iran - Sejarah dan Hari Depannya - Bab I - Latar Belakang Sejarah

Iran adalah salah satu negara tertua di dunia. Sejarahnya telah dimulai dari 5000 tahun yang lalu. Iran berada pada persilangan yang strategis di daerah Timur Tengah, Asia Barat Daya. Bukti keberadaan ma­nusia di masa lampau pada periode Palaeolitikum Awad di pegunungan Iran telah diternukan di Lembah Kerman Shah. Dan seiring dengan berjalannya sejarah panjang ini, Iran telah mengalami berbagai invasi dan dijajah oleh negara asing. Beberapa referensi tentang keadaan sejarah Iran dengan demikian tidak bisa dihapuskan untuk mendapatkan sebuah pemahaman yang sesuai terhadap perkembangan yang terjadi selanjutnya.

Revolusi Iran - Sejarah dan Hari Depannya - Bab II - Catatan Atas Sejarah Iran

Antara abad ke-11 dan abad ke-19, sekitar 15 dinasti telah memerintah Iran. Hampir kesemuanya adalah penduduk asli Asia Tengah yang nomaden dan, dengan perkecualian dinasti Savafid (1501-1722), tidak satupun yang berumur panjang. Rangkaian dinasti nomadik ini timbul tenggelam nyaris seperti siklus. Para pakar sejarah dan antropologi telah berargumen bahwa, dalam konteks metode peperangan pra-kapitalis, kaum nomad­en umumnya memiliki kekuatan militer yang superior jika dibandingkan dengan kaum pemukim dan kon­sekuensinya, mereka mampu menjadi pihak penakluk. Begitu kaum nomaden menjadi kekuatan yang menie­rintah, bagaimanapun juga, maka mereka akan men­jalani proses pemukiman, dan superioritas militer mereka akan mengalami disintegrasi.(1) Menurut sejarah, kaum nomaden telah menggunakan kekuatan militer untuk menopang prasarana mata pencaharian mereka dengan menjarah harta kekayaan yang dikumpulkan oleh peradaban yang telah menetap.(2)

Revolusi Iran - Sejarah dan Hari Depannya - Bab III - Partai Komunis Iran

Tumbuhnya gerakan dan pemikiran komunisme di Iran, dalam sudut pandang nyata, dimulai di ladang minyak Baku di Rusia sebelum tahun Revolusi 1917. Beribu-ribu imigran buruh Iran telah dipekerjakan oleh rezim tsaris di tambang minyak dimana mereka bekerja bahu-membahu dengan buruh dari Rusia, Azeri, juga Armenia dan bersentuhan dengan propaganda dan agitasi Bolshevik. Para pekerja ini memainkan peranan yang signifikan dalam perkembangan Partai Komunis di Iran. Hampir 50 persen dari para buruh di ladang minyak Baku adalah orang Iran yang kebanyakan dari mereka melakukan kontak dengan kaum Bolshevik yang bekerja di serikat buruh tambang minyak.

Revolusi Iran - Sejarah dan Hari Depannya - Bab IV Revolusi Februari 1979

Selama masa perjuangan melawan Shah, gerakan masa dengan mantap menunjukkan peningkatan dan kelas pekerja menjadi semakin teradikalisasi. Titik puncak dari proses ini adalah peristiwa revolusi 1979. Revolusi adalah sebuah perbenturan kekuatan secara terbuka dari kekuatan-kekuatan sosial yang saling bertentangan dalam perebutan kekuasaan. Dalara revolusi 1979, kekuatan kolosal kaum proletar dengan segera terungkap.