facebooklogocolour

Sejarah Revolusi Rusia. Bagian 3. Arti Slogan “All Power to the Soviets”

all power to the sovietsRevolusi Februari 1917 – yang telah berhasil menggulingkan rezim Tsar tua – tidak mampu menuntaskan salah satu tugas dari revolusi nasional-demokratik: reformasi tanah, membangun republik demokratis dan masalah kebangsaan. Revolusi ini bahkan tidak mampu memenuhi kebutuhan yang paling dasar dari massa – mengakhiri pembantaian imperialis dan memberi kesimpulan yang jelas mengenai perdamaian demokratis. Singkatnya, rezim Kerensky, dalam perjalanannya yang telah berlangsung sembilan bulan terbukti tidak mampu memenuhi kebutuhan yang paling dasar rakyat Rusia. Ini adalah fakta, dan hanya inilah memungkinkan Bolshevik mengambil alih kekuasaan dengan dukungan mayoritas rakyat yang paling menentukan.

Sejarah Revolusi Rusia. Bagian 2. Kemenangan Bolshevisme

15b 5 1 09 044Upaya untuk mendiskreditkan Revolusi Oktober tidak pernah berhenti. Bahkan tidak ada sejengkalpun ruang kosong sebagai tempat untuk pemberhentian sejenak dari usaha pemalsuan catatan sejarah revolusi yang besar ini. Para penulis Barat, untuk meyakinkan publik dunia, telah membuat serangkaian catatan-catatan palsu mengenai Revolusi Oktober, membuat deskripsi yang memojokkan dan tidak faktual, yang mengatakan bahwa Revolusi Oktober tidak lebih dari sekedar kudeta – yaitu pengambil alihan kekuasaan oleh Partai Bolshevik dengan menggunakan metode persekongkolan.

Sejarah Revolusi Rusia: Bagian I. Capaian Besar Revolusi Oktober

Armed soldiers carry a banner reading Communism Moscow Russia October 1917RESIZERevolusi Oktober 1917 merupakan peristiwa besar yang masih menempati garis depan dalam sejarah perubahan. Sampai sekarang, gaung revolusi ini masihlah mempengaruhi jalannya sejarah perjuangan kelas. Di Amerika Latin, Chavez, pemimpin Revolusi Bolivarian, dengan tegas mengutip Lenin dan Trotsky, dan menyerukan pembentukan Internasionale Kelima, sebagai penerus dari Internasionale Keempat (Trosky) dan Internasionale Ketiga yang merupakan hasil dari Revolusi Oktober. Kami sajikan tulisan dari kawan Jesus S Anam mengenai sejarah Revolusi Rusia, dengan bagian pertama yang mengupas pencapaian besar Revolusi Oktober.

Sejarah Perkembangan Kapitalisme Indonesia

Sejarah Indonesia dan perubahan-perubahan sosial di dalamnya tidak dapat dipahami sepenuhnya tanpa melihat ke dalam perubahan-perubahan ekonomi yang telah dilaluinya di setiap tahapan. Sejarah Indonesia adalah satu sejarah yang terhubungkan secara dekat dengan perkembangan kapitalisme semenjak kelahirannya di abad ke-16. Oleh karena itu, untuk memahami kapitalisme di Indonesia sekarang ini, kita harus kembali sejauh jaman kolonial Belanda. Secara umum, kita dapat membagi tahapan sejarah Indonesia seperti berikut: koloni Belanda (1600-1945), perjuangan kemerdekaan (1945-1949), Orde Lama (1949-1965), Orde Baru (1965-1998), dan Reformasi 1998 dan sesudahnya (1998-sekarang)

Alan Woods Tentang Revolusi Rusia - Bagian Kedua: “Trotsky Mempertahankan Tradisi-tradisi Leninisme yang Sejati”

trotskyist left opposition 1927Dalam bagian kedua wawancara dengan Alan Woods oleh majalah Sudestada dari Argentina, Alan Woods menjelaskan peran Oposisi Kiri dan Leon Trotsky dalam melawan Stalin dan mempertahankan panji Revolusi Oktober. [Foto: Pemimpin utama dari Oposisi Kiri pada tahun 1927. Dari kiri ke kanan: baris depan, Leonid Serebriakov, Karl Radek, Leon Trotsky, Mikhail Boguslavsky dan Evgenli Preobrazhensky; berdiri, Christian Rakovsky, Yakov Drobnis, Alexander Beloborodov, dan Lev Sosnovsky]

Alan Woods Tentang Revolusi Rusia - Bagian Pertama: “Kemunculan Stalin adalah Sebuah Proses yang Gradual”

alan woods on the russian revolution 1Alan Woods diwawancari oleh Sudestada, sebuah majalah bulanan seni, budaya, dan berita Argentina, tentang Revolusi Rusia dan degenerasi yang terjadi sesudahnya. Sebagaimana dijelaskan Alan, apa yang gagal di Rusia bukanlah sosialisme, melainkan sebuah karikatur birokratik dari sosialisme. Dalam bagian pertama ini, Alan bertutur mengenai bagaimana Stalin naik ke tampuk kekuasaan.

Tujuh puluh tahun setelah pembunuhan Trotsky, dan masih lagi satu usaha pembunuhan

Pada tanggal 20 Agustus 1940, Leon Trotsky akhirnya dibunuh oleh agen rahasia GPUnya Stalin. 70 tahun setelah pembunuhan ini, ide-idenya masihlah relevan bahkan setelah dia mati dan dihujat. Dalam periode krisis ini, entah dari mana, tiba-tiba dua sejarahwan borjuis menulis dua buku biografi Trotsky dengan tujuan untuk membunuhnya lagi. Sungguh kelas borjuasi terobsesi dengan kematian Trotsky.

Republik Soviet Hungaria 1919: Revolusi Yang Terlupakan

bela.kun.revolution.1919Revolusi Hungaria tahun 1919 adalah satu revolusi yang terlupakan. Berumur sangat pendek, yakni 133 hari, Republik Soviet Hungaria dihancurkan oleh kekuatan imperialisme. Banyak pelajaran yang bisa kita ambil dari sini. Ditulis oleh Alan Woods pada tahun 1979 sebagai peringatan 60 tahun revolusi ini.

Revolusi yang Dikhianati: Sekapur Sirih dari Penyunting

80 tahun sebelum Revolusi yang Dikhianati ditulis, Marx yang masih muda pada saat itu menulis bahwa dengan basis teknologi dan tingkat produksi yang rendah “hanya kemiskinan yang akan menjadi umum, dan dengan kemiskinan maka perjuangan untuk kebutuhan hidup akan dimulai kembali, dan semua sampah lama itu akan bangkit lagi.” Inilah yang menjadi premis utama dari analisa yang dikembangkan oleh Trotsky mengenai proses degenerasi Uni Soviet. Tidak mencari-cari di awang-awang penyebab degenerasi ini, tidak di dalam kepribadiannya Stalin atau individu-individu lain, tetapi di dalam kondisi material yang ada.

Pengantar untuk Revolusi yang Dikhianati Edisi Bahasa Indonesia

cover indonesian rev betrayed2Setelah diterbitkannya buku Revolusi Permanen karya Trotsky tahun lalu, maka tahun ini salah satu karya terpenting Leon Trotsky, yakni Revolusi yang Dikhianati, untuk pertama kalinya diterbitkan di Indonesia. Karya ini adalah analisa Marxis pertama mengenai sebab musabab kebangkrutan Uni Soviet. Bagaimana Revolusi Oktober terpuruk ke jurang Stalinisme? Apa basis sosial dari birokrasi Uni Soviet? Ditulis oleh Leon Trotsky, pemimpin Revolusi Oktober, dan lalu pemimpin utama dalam perjuangan untuk mempertahankan tradisi Revolusi Oktober dan melawan Stalinisme, buku ini adalah karya yang harus dibaca oleh setiap kaum revolusioner. [Dapatkan buku ini dari Resist Jogja]