facebooklogocolour

Revolusi Oktober dan Semangatnya

Ada begitu banyak pelajaran yang tidak habis digali dari peristiwa politik di Rusia pada tahun 1917, Revolusi Oktober . Lebih dari sembilan puluh tahun sudah peristiwa besar Oktober terjadi, peristiwa yang memimpin derap maju dan semangat kelas buruh di seluruh penjuru dunia, tidak hanya di seluruh negeri kolonial, tapi negara-negara majupun terpengaruhi olehnya.

Bolshevisme, Jalan Menuju Revolusi: Pengantar Penulis Untuk Edisi Pertama 1999

COVER BOLSH“Pada tahun 1917, Rusia memasuki krisis sosial yang terbesar. Berdasarkan semua pelajaran sejarah, kita bisa mengatakan dengan penuh keyakinan bahwa bila pada saat itu tidak ada Partai Bolshevik maka enerji revolusioner rakyat yang begitu besar itu akan tersia-siakan di dalam ledakan-ledakan sporadik, dan gejolak-gejolak besar itu akan berakhir dengan kediktaturan konter-revolusioner yang paling kejam. Perjuangan kelas adalah penggerak utama sejarah. Ia membutuhkan program yang tepat, partai yang kokoh, kepemimpinan yang dapat dipercaya dan berani – bukan pahlawan-pahlawan di dalam ruang gambar yang penuh dengan frase-frase revolusioner, tetapi kaum revolusioner yang siap berjuang sampai akhir. Inilah pelajaran utama revolusi Oktober.”—Trotsky.

“Dasar, materialistis!!!” (Dialog Filsafat-Politik)

Parlan segera bergulat dengan istilah “materialistis” yang baru saja diucapkannya. Kata itu dia ucapkan hanya untuk menghukum sikap moral istrinya yang mulai hedonis. Tapi pertanyaan Cempluk membuatnya terkurung dalam problem “pengistilahan” yang lumayan rumit. “Kenapa orang-orang sering menggunakan istilah ‘materialistis’ ketika menunjuk pada sikap yang rakus akan benda-benda dan tingkah-polah yang hedon,” pikir Parlan. “Bukankah kata ‘materialistis’ sinonim dengan kata ‘materialis’ dalam filsafat Marxis?”

Mengapa Kita Berpolemik (Menanggapi Rolip Saptamaji)

 

Setelah serangkaian artikel polemik yang sudah terbit di Militan Indonesia dan Indoprogress, artikel terbaru dan yang menandai babak selanjutnya telah terbit, “Benarkah Polemik Masih Berada di PKS, PRD dan Lenin?” yang ditulis oleh Rolip Saptamaji yang secara spesifik ditujukan untuk menanggapi tulisan kawan Ted Sprague, “PKS Masih Bukan Lenin”. Meskipun artikel tersebut tidak ditujukan kepada saya, namun artikel tersebut menuntut perhatian dan jawaban.

Mengenal Dasar-dasar Filsafat Marxisme: Bagian III. Ekonomi Marxis

Risalah singkat ini akan mengupas bagaimana kapitalisme berfungsi. Dengan menerapkan metode materialisme dialektis ke dalam ranah ekonomi, kita akan dapat melihat bagaimana buruh menjadi objek penindasan kapitalisme. Hanya dengan memahami mekanisme kapitalisme lewat kacamata Marxis maka buruh bisa menjawab kebohongan-kebohongan dan distorsi-distoris yang disebarkan oleh ahli-ahli ekonomi borjuis.

Mengenal Dasar-dasar Filsafat Marxisme: Bagian II. Materialisme Historis

Sejarah dibuat oleh manusia. Dia adalah aktor di dalam drama yang telah berlangsung tanpa henti selama ratusan ribu tahun, semenjak ia beranjak berdiri keluar dari hutan belantara Afrika ke ladang savana yang luas, dan lalu menyebar ke seluruh penjuru dunia. Dengan berdiri tegak, tangannya terbebaskan untuk melakukan kerja yang tak mampu dilakukan sepupu keranya. Dengan kedua tangannya ini, dibangunlah peradaban-peradaban megah dan bangunan-bangunan raksasa: dari Piramida Mesir, Tembok Raksasa China, sampai Borobudur Indonesia.

Kerja Revolusioner di Universitas: Pengalaman dari Inggris

Berikut adalah pengalaman dua aktivis mahasiswa revolusioner di Inggris, kawan Alan Woods dan kawan Adam Booth. Kawan Alan Woods menceritakan pengalamannya sebagai seorang Marxis di kampus ketika sedang membangun gerakan revolusioner pada tahun 1960an. Kawan Adam Booth sementara membagi pengalamannya di tahun 2000an. Pengalaman kedua pejuang Marxis ini dapat kita pelajari, yakni bagaimana mereka menerapkan metode Marxisme dan Bolshevisme dalam gerakan mahasiswa.

Leon Trotsky, Sosok dan Ide-idenya

Hari ini menandai 72 tahun aksi pembunuhan yang dilakukan terhadap Leon Trotsky. Seorang agen Stalinis yang pengecut menikam kepalanya dengan kapak es. Trotsky jatuh koma. Ia meninggal dunia pada keesokan harinya, 21 Agustus 1940.

PKS Masih Bukan Lenin: Kembali ke Seabad yang Lalu (Tanggapan Terhadap Martin Suryajaya)

Tanggapan terhadap "Lenin, PKS, dan Realisme"nya Martin Suryajaya. Satu abad yang sudah hilang ini adalah pondasi yang harus kita bangun kembali di dalam gerakan kita. Rusia, Rusia, dan Rusia, dan kita tidak ragu untuk mengulang: Rusia, Rusia, dan Rusia, karena kita sudah lihat bahwa banyak pencolek Lenin yang ingin menggunakan otoritas Revolusi Oktober Rusia sebagai pembenaran terhadap obat-obat mujarab bin ajaib mereka.

Mengapa Kami Trotskis

Sudah puluhan tahun sejak kematian tokoh Marxis besar Rusia Leon Trotsky, dunia masih dihinggapi pesimisme dan pertanyaan tentang bagaimana kehancuran Revolusi Rusia dan bagaimana masa depan umat manusia. Dalam keadaan dunia memasuki sebuah krisis, sebuah perjuangan hidup dimulai kembali. Kondisi pesimisme ini tidak hanya menghinggapi suasana massa yang hari ini bergejolak, kondisi ini juga memicu pesimisme di antara para pemikir jaman ini.