facebooklogocolour

Apa karakter Negara rejim Uni Soviet, Sosialis atau Borjuis?

Disadur dari Bab III “Revolusi yang Dikhianati”. Apa itu karakter negara di rejim Uni Soviet adalah satu pertanyaan yang masih terus melanda pikiran kaum revolusioner sampai sekarang, bahkan ketika rejim Uni Soviet ini sudah runtuh 20 tahun yang lalu. Ada yang mengatakan bahwa rejim ini adalah rejim sosialis, lantas ada yang mengatakan ini rejim borjuis, atau bahwa Uni Soviet adalah kapitalisme negara. Leon Trotsky, dalam saduran dari Bab III “Revolusi yang Dikhianati” mencoba memberikan analisa Marxis mengenai karakter rejim Uni Soviet, bagaimana ia lahir, berdinamika, dan berkontradiksi. [Editor]

Kelas Buruh Sebagai Kelas Revolusioner

Kita meyakini bahwa klas buruh adalah klas revolusioner. Suatu klas dinamakan klas revolusioner karena “tugas sejarah” yang diembannya. Secara obyektif, klas buruh mengemban tugas untuk mengakhiri kapitalisme dan membangun Sosialisme. Pertanyaannya, apakah landasan dari keyakinan ini?

Marxisme – Dogma atau Metode?

Bagi seorang Marxis sejati, Marxisme bukan sekedar teori atau knowledge, tetapi petunjuk teoritis dan praksis revolusioner yang akan membawa perubahan sejarah; yang akan membawa kelas pekerja ke tampuk kekuasaan; yang akan mewujudkan cita-cita sosialis dan membawa arah baru yang menggembirakan bagi masa depan umat manusia.

Buruh dan Keterasingan

Tak ada kebebasan dalam kehidupan kaum buruh. Mereka harus tepat waktu; harus berada di ruang produksi sebelum mesin-mesin pemintal bergerak dengan suara garang. Jika tak ada lemburan, mereka pulang sekitar jam lima sore. Jika harus lembur, mereka pulang ke rumah masing-masing sekitar jam tujuh malam. Rasa capek dan penatnya tidak memberinya waktu untuk bercengkerama dengan anggota keluarga. Mereka harus tidur cepat, agar pagi-pagi tenaganya pulih kembali; agar bisa bekerja lagi; agar tetap bisa menghasilkan uang yang hanya cukup untuk membayar beberapa poin kebutuhan saja.

Hidup itu Indah: Biografi Singkat Leon Trotsky

Lev Davidovich Bronstein, begitu nama aslinya. Bersama Lenin dan kaum Bolshevik di Rusia, dia memimpin Revolusi Oktober yang mendirikan negara buruh pertama di muka bumi. Namun nasibnya tragis. Terus berpegang pada cita-cita sosialisme yang sejati, dia menjadi musuh bebuyutan Josef Stalin. Dipecat dari partai, diasingkan dari Uni Soviet, diburu di mana-mana, difitnah, keluarganya dibunuhi, dan dia sendiri akhirnya mati di tangan agen rahasia Stalin di Meksiko. Sampai akhir hayatnya, dia berjuang untuk mempertahankan Uni Soviet dari bahaya internal – kaum birokrasi dan konter-revolusi – dan bahaya eksternal – intervensi imperialis.

Oposisi Kiri Internasional, Tugas-Tugas dan Metode-Metodenya

Oposisi Kiri lahir pada tahun 1923, sepuluh tahun yang lalu, di tanah Revolusi Oktober, di dalam partai yang berkuasa di Negara buruh yang pertama. Tertundanya perkembangan revolusi dunia membawa reaksi politik di tanah Revolusi Oktober. Oposisi Kiri lahir untuk melawan reaksi politik ini.

Meneruskan Nyala Api Internasional: Sejarah Internasional Keempat

Sejarah Internasional Keempat adalah sejarah perjuangan untuk menjaga semangat internasionalisme perjuangan kelas pekerja ketika Stalin dan klik birokrasinya justru sedang melemahkannya. Tugas historisnya adalah menjaga nyala api Marxisme dan Bolshevisme di tengah badai reaksioner. Internasional yang selanjutnya akan lahir kembali untuk mengobarkan api revolusi sosialis sedunia, dan ketika ini terjadi ia akan ada di tingkatan yang lebih tinggi karena ia punya pengalaman – pelajaran-pelajaran perjuangan dan kekalahan – dari empat Internasional sebelumnya.

Heroisme Pasifistik Sondang Hutagalung

Tanpa menyangkali penghormatan kita kepada Sondang Hutagalung, perlulah kita selaku kaum Sosialis menyadari bahwa heroisme pasifistik saudara kita itu jauh dari memadai. Namun heroisme pacifistik saudara kita ini sudah sepatutnya menghadirkan sense of urgency dalam diri dan organisasi perjuangan kita: kita harus bekerja lebih keras dalam menggugah dan membangun kesadaran massa rakyat-pekerja, meningkatkan kerja-kerja pengorganisasian kita, dan terus mendidik diri dengan tradisi, program, metode, dan organisasi Sosialis yang sejati.

Marx dan Keterasingan

Bahkan bagi mereka yang cukup beruntung untuk memiliki pekerjaan, sembilan dari sepuluh kasus, kerja adalah satu rutinitas yang tak bermakna. Berjam-jam kerja tidaklah dilihat sebagai bagian dari kehidupan seseorang. Kerja tidak memiliki hubungan dengan hakikat kita sebagai manusia.

Filsafat Marxis mengenai Agama

"Penderitaan religius, pada saat yang bersamaan, adalah ekspresi dari penderitaan riil dan protes terhadap penderitaan riil tersebut. Agama adalah keluh-kesah makhluk tertindas, jantung-hati dari dunia yang tak berperasaan, dan jiwa dari situasi yang tak berjiwa. Agama adalah candu bagi masyarakat.” - Karl Marx