facebooklogocolour

Bolshevisme, Jalan Menuju Revolusi: Bab 10. Lahirnya Soviet

220px 1917petrogradsoviet assemblySoviet Petersburg adalah badan yang paling berotoritas dan berpengaruh di Rusia. Dengan sangat cepat, Soviet secara praktis merangkul seluruh proletariat kota Petersburg, dan memimpin seluruh Rusia. Pada puncaknya, Soviet Petersburg memiliki 562 deputi dari 147 pabrik, 34 perhimpunan artisan/pengrajin tangan, dan 16 serikat buruh. 351 dari delegasi mereka adalah buruh metal, yang adalah garda depan dari kaum proletariat Rusia.

Bolshevisme, Jalan Menuju Revolusi, Bab 9. Tembakan Pertama Revolusi 1905

COVER BOLSHPada 10 Januari, barikade-barikade muncul di St. Petersburg. Pada 17 Januari, 160.000 buruh mogok di 650 pabrik di ibu kota. Gerakan massa spontan yang bersolidaritas dengan buruh-buruh Petersburg menyebar ke seluruh penjuru bangsa. Peristiwa Minggu Berdarah menyebabkan reaksi segera dari kelas buruh. Pada Januari saja lebih dari 400.000 berpartisipasi dalam pemogokan-pemogokan di seluruh Rusia. Dari tanggal 14 sampai 20 Januari, ibukota Polandia ada dalam cengkeraman pemogokan umum revolusioner yang melibatkan pabrik-pabrik, kereta tram, supir kereta kuda dan bahkan dokter.

150 Tahun Manifesto Komunis

Marx Engels On Communist ManifestoSekilas, tampaknya publikasi ulang dari Manifesto Komunis membutuhkan sebuah penjelasan. Bagaimana seorang dapat membenarkan sebuah edisi baru dari sebuah buku yang ditulis hampir 150 tahun yang lalu? Akan tetapi, pada kenyataannya Manifesto Komunis adalah buku yang paling modern.

Revolusi Oktober dan Relevansinya

October Revolution 1917Pada tanggal 25 Oktober 1917, kelas buruh Rusia merebut kekuasaan ke tangannya sendiri dan menghapus kapitalisme. Dengan aksinya ini, mereka memulai langkah pertama menuju sosialisme. Peristiwa ini dikenal sebagai Revolusi Oktober. Tidak bisa dipungkiri kalau ini adalah peristiwa terbesar di dalam sejarah umat manusia. Sejarah seluruh dunia sungguh berubah pada hari itu.

Revolusi dan Perempuan

Woman and Class StruggleBagi kaum Marxis, akar masalah dari segala bentuk penindasan terdiri dalam pembagian masyarakat ke dalam kelas. Tapi penindasan dapat mengambil banyak bentuk. Di samping penindasan kelas, kita menemukan penindasan satu bangsa di atas yang lain, penindasan rasial, dan penindasan terhadap perempuan. 

Polemik Lenin vs Kautsky dan Revolusi Oktober (Pengantar untuk Edisi Bahasa Indonesia “Revolusi Proletariat dan Kautsky si Pengkhianat”)

Lenin and KautskyDengan pengantar ini kami persembahkan terjemahan ke dalam bahasa Indonesia karya polemik Lenin terhadap Kautsky, yang diberi oleh Lenin satu judul yang teramat tajam: “Revolusi Proletariat dan Kautsky si Pengkhianat”. Mungkin banyak pembaca yang akan bertanya: apa gunanya membaca karya yang sudah 96 tahun tuanya selain hanya untuk memenuhi rasa ingin tahu historis atau kepentingan akademis? Namun sesungguhnya karya ini masihlah relevan sampai hari ini untuk perjuangan revolusioner. Di dalamnya termaktub pelajaran-pelajaran yang teramat berharga. Lenin menulis karya ini bukan untuk kepentingan akademis atau intelektual semata, tetapi untuk mempersenjatai kaum buruh secara ideologis, dan begitu juga penerjemahan karya ini yang ditujukan untuk para pejuang revolusioner hari ini di bumi Indonesia. 

150 Tahun Setelah Internasionale Pertama Didirikan: Kelas Pekerja Membutuhkan Sebuah Internasionale yang Revolusioner

1st-int-anniversaryPada 28 September1864, delegasi-delegasi dari berbagai negeri berkumpul di Balai St. Martin di London. Inilah upaya yang paling serius untuk mempersatukan lapisan-lapisan kelas pekerja yang paling maju dalam suatu skala internasional. Pertemuan itu dilakukan sebagai suatu konsekuensi dari solidaritas internasional dalam menanggapi perlawanan Polandia pada 1863. 

Pilkada atau Soviet?

ruupilkadaKita harus mengkaji masalah pilkada ini dari kepentingan kelas-kelas yang ada. Segala sesuatunya harus diperiksa dari sudut pandang kelas kalau kita tidak ingin terombang-ambing, dari apa itu demokrasi sampai kelas mana yang bisa diandalkan untuk membela demokrasi.

Marxisme dan Anarkisme

marx-bakuninKaum borjuis dan para pendukungnya ingin membingungkan kaum buruh dan pemuda dengan mencoba menyamakan komunisme dengan rezim Stalinis Rusia yang birokratis dan totaliter. “Kalian ingin Komunisme? Ini! Itulah Komunisme! Tembok Berlin itu Komunisme! Hungaria 1956 adalah Komunisme! Gulag-gulag Soviet adalah Komunisme!” Sayangnya, kaum anarkis juga menggaungkan argumen-argumen macam ini.