facebooklogocolour

Bolshevisme, Jalan Menuju Revolusi. Bab 2.Plekhanov, Perintis Marxisme Rusia

COVER BOLSHKendati kecil, organisasinya primitif dan metodenya amatir, kontribusi besar dari Kelompok Emansipasi Buruh adalah menanam akar teori di dalam gerakan. Karena tidak ada jalan lain, kerja awal dari kelompok ini terbatas pada memenangkan satu dua, mendidik dan melatih kader-kader, dan menegaskan prinsip-prinsip fundamental Marxisme.

Mengenai Syarat-Syarat Sosialisme

Di dalam karya ini, Trotsky memberikan gambaran umum dialektika perkembangan syarat-syarat untuk sosialisme. Di dalam karya ini, yang adalah saduran dari "Hasil dan Prospek" dimana Trotsky untuk pertama kalinya menjabarkan teori Revolusi Permanen, Leon Trotsky mencoba menjawab: Apa syarat-syarat yang dibutuhkan untuk menuju sosialisme dan apakah syarat-syarat tersebut sudah dipenuhi?

Peran Kunci Dalam Evolusi Manusia

Teori evolusi bukanlah hal yang baru bagi kita. Jauh sebelum Darwin membuat kesimpulannya tentang teori evolusi, filsuf besar Hegel telah membuat ini sebagai titik pusat  filsafatnya. Setelah Darwin mengungkapkan teorinya melewati buku The Origin of Species, teori ini menyambar seperti petir di siang hari dan mengagetkan jutaan orang. Sejak saat itu teori evolusi terkait erat dengan nama Darwin.

Apa Itu Imperialisme dan Bagaimana Melawannya?

Karya ini bermaksud memberikan gambaran yang lengkap mengenai imperialisme. Dimulai dari memahami kapitalisme dan perkembangannya secara historis, kita akan dapat memahami bagaimana imperialisme lahir. Kita akan dapat memahami bagaimana, seperti kata Lenin, imperialisme itu adalah tahapan tertinggi kapitalisme.

Bolshevisme, Jalan Menuju Revolusi. Bab 1. Tsar Rusia dan Gerakan Tani Narodnik

COVER BOLSHFenomena Narodnik Rusia (“populisme”) adalah konsekuensi dari keterlambatan kapitalisme Rusia. Membusuknya masyarakat feodal berlangsung lebih cepat daripada terbentuknya kaum borjuasi. Di bawah kondisi ini, sejumlah lapisan kaum intelektual, terutama kaum muda, pecah dari birokrasi bangsawan dan gereja. Mereka mulai mencari jalan keluar dari kebuntuan masyarakat Rusia ini.

Tugas-tugas Demokratik Kaum Proletariat Revolusioner

Semakin dekat benturan antara perjuangan rakyat dengan Tsar dan semakin besar kemungkinan terrealisasikannya tuntutan dewan perwakilan rakyat, maka semakin dekat kaum proletariat revolusioner harus mengawasi kaum “borjuasi” demokratik. Segera setelah kita meraih kebebasan, secepat itu pula sekutu proletariat ini akan menjadi musuh.

Revolusi Oktober dan Semangatnya

Ada begitu banyak pelajaran yang tidak habis digali dari peristiwa politik di Rusia pada tahun 1917, Revolusi Oktober . Lebih dari sembilan puluh tahun sudah peristiwa besar Oktober terjadi, peristiwa yang memimpin derap maju dan semangat kelas buruh di seluruh penjuru dunia, tidak hanya di seluruh negeri kolonial, tapi negara-negara majupun terpengaruhi olehnya.

Bolshevisme, Jalan Menuju Revolusi: Pengantar Penulis Untuk Edisi Pertama 1999

COVER BOLSH“Pada tahun 1917, Rusia memasuki krisis sosial yang terbesar. Berdasarkan semua pelajaran sejarah, kita bisa mengatakan dengan penuh keyakinan bahwa bila pada saat itu tidak ada Partai Bolshevik maka enerji revolusioner rakyat yang begitu besar itu akan tersia-siakan di dalam ledakan-ledakan sporadik, dan gejolak-gejolak besar itu akan berakhir dengan kediktaturan konter-revolusioner yang paling kejam. Perjuangan kelas adalah penggerak utama sejarah. Ia membutuhkan program yang tepat, partai yang kokoh, kepemimpinan yang dapat dipercaya dan berani – bukan pahlawan-pahlawan di dalam ruang gambar yang penuh dengan frase-frase revolusioner, tetapi kaum revolusioner yang siap berjuang sampai akhir. Inilah pelajaran utama revolusi Oktober.”—Trotsky.

“Dasar, materialistis!!!” (Dialog Filsafat-Politik)

Parlan segera bergulat dengan istilah “materialistis” yang baru saja diucapkannya. Kata itu dia ucapkan hanya untuk menghukum sikap moral istrinya yang mulai hedonis. Tapi pertanyaan Cempluk membuatnya terkurung dalam problem “pengistilahan” yang lumayan rumit. “Kenapa orang-orang sering menggunakan istilah ‘materialistis’ ketika menunjuk pada sikap yang rakus akan benda-benda dan tingkah-polah yang hedon,” pikir Parlan. “Bukankah kata ‘materialistis’ sinonim dengan kata ‘materialis’ dalam filsafat Marxis?”

Mengapa Kita Berpolemik (Menanggapi Rolip Saptamaji)

 

Setelah serangkaian artikel polemik yang sudah terbit di Militan Indonesia dan Indoprogress, artikel terbaru dan yang menandai babak selanjutnya telah terbit, “Benarkah Polemik Masih Berada di PKS, PRD dan Lenin?” yang ditulis oleh Rolip Saptamaji yang secara spesifik ditujukan untuk menanggapi tulisan kawan Ted Sprague, “PKS Masih Bukan Lenin”. Meskipun artikel tersebut tidak ditujukan kepada saya, namun artikel tersebut menuntut perhatian dan jawaban.