facebooklogocolour

Revolusi dan Perempuan

Woman and Class StruggleBagi kaum Marxis, akar masalah dari segala bentuk penindasan terdiri dalam pembagian masyarakat ke dalam kelas. Tapi penindasan dapat mengambil banyak bentuk. Di samping penindasan kelas, kita menemukan penindasan satu bangsa di atas yang lain, penindasan rasial, dan penindasan terhadap perempuan. 

Polemik Lenin vs Kautsky dan Revolusi Oktober (Pengantar untuk Edisi Bahasa Indonesia “Revolusi Proletariat dan Kautsky si Pengkhianat”)

Lenin and KautskyDengan pengantar ini kami persembahkan terjemahan ke dalam bahasa Indonesia karya polemik Lenin terhadap Kautsky, yang diberi oleh Lenin satu judul yang teramat tajam: “Revolusi Proletariat dan Kautsky si Pengkhianat”. Mungkin banyak pembaca yang akan bertanya: apa gunanya membaca karya yang sudah 96 tahun tuanya selain hanya untuk memenuhi rasa ingin tahu historis atau kepentingan akademis? Namun sesungguhnya karya ini masihlah relevan sampai hari ini untuk perjuangan revolusioner. Di dalamnya termaktub pelajaran-pelajaran yang teramat berharga. Lenin menulis karya ini bukan untuk kepentingan akademis atau intelektual semata, tetapi untuk mempersenjatai kaum buruh secara ideologis, dan begitu juga penerjemahan karya ini yang ditujukan untuk para pejuang revolusioner hari ini di bumi Indonesia. 

150 Tahun Setelah Internasionale Pertama Didirikan: Kelas Pekerja Membutuhkan Sebuah Internasionale yang Revolusioner

1st-int-anniversaryPada 28 September1864, delegasi-delegasi dari berbagai negeri berkumpul di Balai St. Martin di London. Inilah upaya yang paling serius untuk mempersatukan lapisan-lapisan kelas pekerja yang paling maju dalam suatu skala internasional. Pertemuan itu dilakukan sebagai suatu konsekuensi dari solidaritas internasional dalam menanggapi perlawanan Polandia pada 1863. 

Pilkada atau Soviet?

ruupilkadaKita harus mengkaji masalah pilkada ini dari kepentingan kelas-kelas yang ada. Segala sesuatunya harus diperiksa dari sudut pandang kelas kalau kita tidak ingin terombang-ambing, dari apa itu demokrasi sampai kelas mana yang bisa diandalkan untuk membela demokrasi.

Marxisme dan Anarkisme

marx-bakuninKaum borjuis dan para pendukungnya ingin membingungkan kaum buruh dan pemuda dengan mencoba menyamakan komunisme dengan rezim Stalinis Rusia yang birokratis dan totaliter. “Kalian ingin Komunisme? Ini! Itulah Komunisme! Tembok Berlin itu Komunisme! Hungaria 1956 adalah Komunisme! Gulag-gulag Soviet adalah Komunisme!” Sayangnya, kaum anarkis juga menggaungkan argumen-argumen macam ini.

Tentang Sentralisme Demokratik dan Rejim Partai

trotskyredarmyDemokrasi dan sentralisme sama sekali tidak menemukan diri mereka sendiri di dalam sebuah rasio yang konstan. Semua tergantung pada situasi-situasi yang konkret, pada situasi politik yang ada di dalam negeri, pada kekuatan partai dan pengalamannya, pada kualitas anggota-anggotanya, pada otoritas yang sudah berhasil dimenangkan oleh kepemimpinan. 

Pangan dan Revolusi Sosialis

foodsecurityHubungan disfungsional antara rakyat Amerika dengan pangan secara rutin diratapi dan dicemoohi dalam media massa serta dunia akademia. Sayangnya tidak pernah dijelaskan sama sekali apa sebenarnya akar dari disfungsi ini.

97 Tahun Tesis April

Pada bulan April 1917, yakni 97 tahun yang lalu, Lenin menerbitkan Tesis April-nya yang terkenal itu. Tesis ini memberikan gambaran bagaimana tugas-tugas selanjutnya dari partai Bolshevik pada periode revolusi sebagai “…sebuah minoritas kecil, [yang] berhadapan dengan sebuah blok dari seluruh elemen oportunis borjuis kecil, para Sosialis Populer dan Sosialis Revolusioner…yang telah menyerah pada pengaruh kaum borjuis dan menyebarkan pengaruh tersebut di antara kaum proletar.”[1]

Stalinisme dan Bolshevisme

Di dalam artikel ini, Trotsky memberikan penjelasan teoritik bahwa Stalinisme tidak bisa disamakan dengan Bolshevisme. Ada jurang pemisah yang besar yang memisahkan kedua tendensi ini, dimana Stalinisme mewakili kontra revolusi birokrasi akibat dari keterisolasian Revolusi Oktober.